CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Aku Membencimu


__ADS_3

Malamnya, Whani pulang larut . Ada banyak tugas di ruko termasuk mempelajari kontrak kerja dengan perusahaan yang ingin memakai jasa mereka.


Karna melewatkan makan malam, Whani memilih memasak nasi goreng sendiri di dapur. Dengan Piyama model baby doll dia sibuk di dapur mencampur nasi sayur serta ayam dan telur.


Reihan yang masuk dapur, sempat memperhatikanya sebentar sebelum kembali ke kamar.


Tak perlu waktu lama, nasi siap. Dan rupanya dia membuat sedikit lebih.


"2 piring ga akan habis lah.. " Gumannya sambil makan dan bermain ponsel.


"Kak.. !" Sapa seseorang yang rupanya Dina.


Whani menoleh, memandang adiknya yang sudah berambut acak-acakan mendekat padanya.


"Ada apa.. ?" Tanya Whani sambil memakan nasi gorengnya.


"Aku nungguin kakak pulang.. sampe ketiduran.. " Ucap Dina.


Whani mengernyit heran. Merasa ada sesuatu, hingga adiknya menunggunya pulang.


"Ada apa.. ??" Tanya nya lagi.


"Kak.. aku ngrusain hape temenku. Maksut ku nyenggol. Terus jatuh, pecah.. " Dina menunduk sambil bercerita.


"Temenku marah, minta ganti rugi.. "


Whani mulai paham arah pembicaraan Dina. Pasti adiknya tidak berani mengatakan pada papa dan mama.


"Kak.. tolongin aku donk.. aku ga punya duit 2 juta 500 . tolong kak.. !!" Pintanya memelas.


"Temen mu minta ganti rugi duit atau Hape.. ?? " Whani memastikan dulu yang adiknya tidak sedang berbohong.


"Dia minta duit kak.. " Lirih Dina.


Whani diam, meneguk minumnya sampai habis . Lalu mengangkat wajah Dina untuk menatapnya .


"Kamu ga sedang bohongin kakak kan.. ??" Dina menggeleng.


"Ok kakak bantu.. besok suruh dia temui kakak pas kakak nganterin kalian.. "


Dina langsung tersenyum mendengar jawaban Whani. Langsung memeluk kakaknya erat.


"Makasih kak... makasih.. "


"Udah ga usah lebai deh.. " Whani menarik pelukan Dina yang membuatnya sesak.


Dina kembali duduk dengan senyum cerah.


"Kak.. ini buat siapa.. ??" Tanya Dina saat melihat sepiring nasi goreng masih utuh.


"Kakak tadi bikinnya lebih.. makanlah.. !!" jawabnya sambil membalas pesan dari temannya.


Tanpa menunggu lama Dina langsung melahap nasi goreng itu.


Whani yang memperhatikan menggeleng atas kalakuan adiknya.


"Ga usah buru-buru.. Dini ga akan minta.. "


"Hehe... " Dina hanya nyengir kuda.


"Emang tadi ga makan.. ??"


"makan dikit, aku ga selera makan gara-gara itu.. "


"Dini tau.. ??" Dan Dina mengangguk.


Tak lama sepiring nasi goreng sudah tandas di hadapan Dini.Dia menuju kulkas mengambil minum.


"Jangan minum es... ambil air hangat kalau malam.. " Whani berucap tanpa menoleh ke adiknya. Dan Dina segera patuh menutup kulkas mengambil air di Dispenser.


"Aku naik ya kak.. "

__ADS_1


"Heem.. good Night.. " Whani mengelus kepala adiknya.


"Good Night Too.. " Bocah itu langsung berlari menuju tangga.


.


.


Pagi datang lagi di kota batam, Whani memulai aktifitasnya. Membuat minum untuk papa dan keluarga Acik.


Reihan datang belakangan dan menolak saat Whani akan membuatkan kopi. Whani hanya menatap heran ke Reihan.


.


Setibanya di sekolahan, ternyata anak yang di rusak hapenya oleh Dina tidak masuk sekolah. Dan Whani langsung melajukan mobilnya menuju Ruko.


Seharian berkutat dengan pekerjaan, Whani merenggangkan badanya yang terasa kaku. Ketika tiba-tiba sebuah ketukan pintu mengalihkan fokusnya.


"Apa aku mengganggu.. ?" Ucap Aldi.


Whani hanya diam dan mulai mengemas mejanya. Dia akan pulang awal malam ini. Karna mama akan mengajaknya Diner keluarga di restoran.


"Whani.. " Aldi memegang tangan Whani saat wanita itu akan menenteng tasnya.


Tidak memperdulikan Aldi, Whani menghempas tangan itu dan berjalan cepat keluar. Membuka pintu mobil dan terus melajukannya. Tidak memperdulikan panggilan Aldi.


Aldi segera menaiki mobilnya dan mengejar Whani . Whani lebih mengencangkan laju mobilnya menuju rumah. Terjadilah kejar-kejaran di jalanan.


Sesampai di rumah, Whani membuka pintu mobilnya, dan melirik. Rupanya Aldi mengikutinya sampai di rumah.


"Whani.. Whani.. !!" Aldi berlari mengejar Whani yang berlari menuju pintu rumah.


"Whani... tunggu.. !" Aldi menghadang dan mencekal kedua tangan Whani.


"Apaan sihhhh... !!" Whani berteriak meronta.


"Lepas.. lepasin.. !!"


Aldi masuk ke mobilnya cepat-cepat dan mengunci pintu mobil. Whani yang akan membuka pintu begitu kesal akan perlakuan Aldi.


"Buka Pintunya... Buka... !!!" Dia berteriak dan memukul lengan Aldi.


"Buka aku bilang... !!"


Aldi tak bergeming, menangkap ke 2 tangan Whani yang memukul dadanya. Dan memajukan badannya.


Aldi mengecup paksa bibir Whani, Whani memberontak kesal, memukul dada Aldi tapi Aldi mengunci pergerakan tangannya.


Aldi terus ******* bibir itu, dengan tangan satunya mengunci kedua tangan Whani, sedang tangan kanannya meremas bukit kembar milik Whani.


Whani yang murka, semakin memukulnya membabi buta. Reihan yang melihat semuanya, membalikan badannya. Ada rasa ngilu di hatinya, melihat Whani berciuman dengan orang lain.


Beberapa tahun memendam rasa cintanya pada Whani, tapi gadis cantik yang dulu begitu dia kagumi ke anggunanya sekarang sudah berubah. Bahkan dia sudah melihat sendiri, Whani sudah bermesra dengan 2 orang yang berbeda.


Aku membencimu Izza.. Sekarang..


Aldi melepas pagutanya di bibir Whani, dan Whani langsung menamparnya sekuat tenaga.


Plak


Whani menatap tajam Aldi yang justru tersenyum miring mengusap pipinya.


"Aku benci kamu Aldi.. benci..


Aku menyesal mengenal kamu..


Buka pintunya... !!!" Teriak Whani.


Aldi masih tak bergeming, justru bersiap melajukan mobilnya. Whani panik melihat mobil itu berjalan.


"Berhenti... berhenti aku bilang.. Aldi.. !!!" Whani memukul tangan Aldi yang menjalankan kemudi mobilnya.

__ADS_1


"Diam.. !!" bentak Aldi.


Whani menangis tergugu, perasaan khawatir mulai datang. Ketika Aldi membelokan mobil ke arah hutan. Whani merogoh ponselnya di tasnya,menekan list pertama di panggilan telponnya.


Entah siapa itu yang di telpon, dia tidak perduli. Dia membutuhkan pertolongan sekarang.


"Aku bilang berhenti Aldi.. berhenti... !!" teriak Whani menangis.


"Kamu kira aku semudah itu akan melepaskanmu hah... !!" Aldi ikut berteriak, sampai wajahnya memerah.


Whani terus menangis, menggedor kaca mobil.


"Kamu jahat Aldi... huu... tolong.. !!!"


"Berteriaklah.. tidak akan ada orang yang akan menolongmu.. " Aldi tersenyum miring.


Setelah cukup lama menyusuri hutan, mobil berbelok pada sebuah rumah kecil di hujung hutan. Rumah itu terlihat rapi meski berada di hutan.


Whani semakin panik saat Aldi turun. Cepat-cepat di raihnya tas nya agar tak tertinggal.


"Ayo turun... " Aldi menarik tangannya kasar.


"Ga mau... aku bilang ga mau.. ini rumah siapa.. aku ga mau kesini.. !!!" Sengaja dia berteriak begitu agar seseorang di telponnya mendapat klu.


Aldi terus menariknya turun. Whani semakin histeris, hari sudah hampir senja. Bagaimana nasibnya jika tidak ada orang yang menolongnya.


Aldi mencekal tangan Whani, sedang tangan satunya membuka pintu rumah itu. Whani terduduk di lantai menangis. Aldi terus menyeretnya masuk.


"Lepas Aldi... lepas... huhu!!! "


Aldi tersenyum miring, menghempas tubuh whani pada ranjang dipan di dalam rumah itu.


"Mari kita bersenang-senang sayang.. " Ucap Aldi lalu membuka kemejanya.


Whani yang ketakutan, Berusaha berlari membuka jendela. Tapi semua terkunci.


"Mau kemana kamu.. " Aldi mendekat meraih pinggang Whani.


"Lepass Aldi lepas...". berontaknya


Aldi mengangkat tubuh Whani dan melemparnya kembali ke dipan hingga kepala Whani terantuk dipan ranjang. Whani menangis.


Aldi mendorongnya hingga jatuh, dan segera menghimpitnya. Whani memberontak sambil meminta tolong.


"Tolong.... !!!" Dia sudah sedikit lemas karna dari tadi memberontak.


Aldi tidak perduli, dia menarik kemeja Whani hingga terbuka. Menarik paksa apa yang masih menutup bagian tubuh Whani. Hingga Whani hanya tinggal dalaman.


Whani menangis histeris, menutupi miliknya dengan tangannya.


"Waw... . " Aldi betdecak kagum pada pemandangan di depannya.dia mulai melepas celana nya, Whani berusaha kabur saat Aldi sibuk membuka celana.


Tapi naas, Aldi berhasil menangkapnya saat dia sudah memutar hendel pintu.


Aldi langsung menariknya dan menamparnya. Whani terduduk di lantai, merasakan panas di pipinya.


"Kamu pikir bisa kabur hahh... " Aldi menatap bengis lalu menarik Whani ke dipan. Whani masih berusaha meronta.


"Lepas Aldi.. tolong lepasin aku... !!!" Whani terus menangis.


Aldi tidak perduli, dia mulai menindih tubuh polos Whani dan ******* bibir Whani. Tangannya tak berhenti bergerilya pada bagian yang lain.


Whani menangis putus asa. Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang. Aldi sudah kehilangan kewarasannya.


Ya Allah tolonglah hamba..


Dia mulai memejamkan matanya saat merasa benda keras sudah berasa di atas pahanya.


Buuugggggh..


Bughh..

__ADS_1


__ADS_2