
Reihan benar-benar membuktikan ucapannya. Setibanya Whani kembali ke malaysia, di langsung mengurus semuanya. Tidak mudah memang mengurus ke aneka ragaman syarat yang di butuhkan. Butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk kesana kemari mengurusnya.
Dan setelah beberapa waktu berlalu, perjuangan mereka tidak sia-sia. Surat pengesahan sudah mereka dapatkan. Mama Leha yang di kabari langsung meminta mereka pulang ke Pahang untuk resepsi.
Resepsi tampak meriah dengan adat kental melayu, Orang tua Whani juga ikut datang ke acara itu. Kecuali si kembar yang ternyata tidak ikut karna sedang ujian.
"Papa bahagia.. akhirnya kalian bisa saling menerima dan mencintai.. "
Fahat sampai terharu menitikan air matanya.
"Pa. . ini hari bahagia Whani.. jangan menangis.. " Whani memeluk papanya erat.
Fahat mengusap air matanya saat putrinya melepas pelukannya.
"Terima kasih Rey... "
Reihan tersenyum memeluk mertuanya.
" Papa tidak perlu berterima kasih .. karna Rey memang mencintai Whani sejak dulu.. "
Whani menunduk tersipu mendengar ucapan suaminya. Selama ini Reihan tidak pernah mengungkapkan perasaannya. Lebih tepatnya mereka tidak saling mengungkapkan, hanya saling memberikan bukti tindakan betapa mereka saling menyayangi.
Suasana di bawah masih ramai tapi Reihan menarik Whani ke ruang atas rumah orang tuanya.
"Bang.. !" Whani terkejut saat Reihan tiba-tiba membopongnya menuju kamar. Whani reflek mengalungkan tangannya takut.
Reihan langsung menurunkan Whani ke ranjang. Baru saja dia akan mendekat.
"Bang.. maaf.. aku lagi dateng bulan... " Lirih Whani.
Reihan langsung lemas, berguling di sebelah Whani . Whani merasa kasihan mulai menyandarkan kepala di lengan suaminya. Dia memandang wajah Reihan yang memejam.
"Tapi pagi tadi awak masih Sholat.. " Reihan menatap Whani menelisik.
"Baru sore tadi.. " Whani ikut tertunduk lesu. Tidak bisa memberikan hak suaminya setelah mendapat pengesahan.
Reihan mengerang frustasi menyambar bibir istrinya beberapa saat. Setelahnya berlari ke kamar mandi.
.
__ADS_1
Setelah resepsi di pahang. 10 hari kemudian adalah resepsi di Batam. Papa mengatakan akan mengundang semua keluarga besar di jawa dan padang.
Whani di minta pulang bersama papa dan Mamanya. Sedang Reihan yang tidak bisa meninggalkan pekerjaanya menyusul kemudian.
"Izza tengah buat ape.. ?" Tanya Reihan saat sedang rehat sepulang kantor.
"Lagi nulisin nama orang-orang yang di undang.. "
"Banyak ke. .?"
'' boleh juga. . ada 150 kayaknya. "
"Waw.. "
Whani tersenyum sambil menatap wajah suaminya di layar ponsel.
" Udah makan belum.. ?"
"belum.. rindu masakan istri .. "
"Lebaii lah... dulu ja kayak ga butuh.. "
"Kan dulu.. sekarang butuh.. butuh sangat.. "
Reihan langsung bangun dari ranjang menuju depan.
karna masih fokus ke ponselnya dia langsung membuka pintu.
"Farah.. ? "
Whani yang masih di sambungan pun ikut mendengarkan. Kamera menghadap ke atas seperti di genggam dan dia tidak bisa melihat situasi di sana.
"Farah nak antarkan makan. Tadi ade nasi lemak kukus Farah beli, ternyate sedap tau.. Farah tringat kat abang. tu lah Farah belikan.. "
"Saye tolong siapkan yee.. " Farah dengan percaya dirinya langsung masuk.
"Stopp Farah.. !"
Reihan menahannya dan langsung membawanya keluar.
__ADS_1
"Awak tak malu ke.. saya dah beristri, ape kata jiran bila ternampak.. "
"Kita tak buat ape pun.. Farah cuma nak tolong abang siapkan untuk makan. Lagipun bini abang kan tak de.. ape salah Farah tolong dikit je. die tentu tak masalah kan.. "
Whani yang mendengar langsung menghela nafas panjang. Mulai rungsing dengan Fikirannya takut Reihan tergoda.
"Tak payah nak susah, terima kasih je lah.. baik awak pulang dan bawa balek makanan tu.. "
"Bang.. susah-susah Farah datang bawakan tau.. macam ni ke balasan abang.. "
"Saye tak nak istri saye salah paham.. tolong mengerti sikit.. "
"Bang tunggu... " Farah menahan pintu agar tak tertutup. Tapi Reihan langsung menghempas tangannya dari pintu.
Reihan kembali membuka layar kamera dan duduk di sofa .
"Farah ya.. ?"
"Heem.. tapi dah abang usir. Izza tak payah risau.. "
Whani mencebik,
"Ngapain juga risau.. " kilahnya menunduk.
"Yee kee.. "
"iyaa... "
" Iyaaa.. maknenye Izza risau lah tu.. "
"Ichh. . udah sana mandi. makan. jangan lupa makan sayuran.. buah. kurangi gula.. !"
"Siap Puan Reihan. Hambe akan melaksanakan titah Puan.. " Reihan sedikit membungkuk mengatupkan sebelah tanganya dan Whani tertawa.
Panggilan pun berakhir. Reihan segera mandi. Selesai mandi dia bercermin melihat wajahnya sendiri.
Memang wajahnya sekarang terlihat Fresh sudah tidak berjerawat lagi. Dan badannya juga segar.
"Patutlah Hafiz tadi puji aku.. wajah aku memang bersih di bandingkan dulu. . " Reihan tersenyum. Karna Whani lah dia sekarang rajin makan sayur, buah dan jarang makan Junk Food.
__ADS_1
Badannya pun terasa lebih ringan. tidak mudah lelah. Dan sangat segar.
"Rindunyee abang kat awak sayang... " Reihan mengendus aroma baju istrinya yang dia ambil dari almari dan memeluknya erat sambil terpejam. Dia melupakan makan malamnya.