
POV NURI
Aku menyambut antusias undangan kak Za untuk menjadi pendamping pengantinnya. Setelah mendapat izin dari Nenek aku langsung menuju rumah mbak Za. Kami akan berangkat bersama-sama. Tentu nenek mengizinkan, karna sudah pasti aku akan bisa bertemu dengan suamiku di sana.
Suamiku.
Lelaki yang sudah menikahiku 2 minggu yang lalu. Tapi..
Untuk pertama kali aku pergi jauh dari rumah. Kota Batam ternyata sangat mempesona. Aku begitu takjub melihat pemandangan malam Batam. Kami sampai rumah mbak Za pukul 8 malam. Dan malam itu ternyata malam seserahannya.
Keesokannya, melihat acara pernikahan mewah mbak Za.Aku sedikit iri, tapi sudahlah . Aku dan mbak Za berbeda dari segi apapun kan.
Acara resepsi sungguh membuatku takjub, melihat mbak Za bersanding dengan Dokter Arlan di pelamin, kembali membuatku berdesir.
Ahh bahagianya..
Tepat pukul 3 . Aku turun dari pelamin mengambilkan tisu untuk mbak Za. Peluhnya menetes deras karna hari yang cukup panas, juga tamu yang bergejibun.
Dan saat aku menaiki kembali tangga pelamin. Aku melihatnya, disana, suamiku.
Tapi, dia datang bersama dengan wanita lain. Dia juga mengenalkan wanita yang bersamanya dengan mbak Za.
Hatiku hancur,2 minggu aku menunggu kabar darinya, 2 minggu aku mengharapkannya. Setiap saat dan waktu aku berharap dia menelponku atau sekedar mengirim pesan.
Tapi ternyata..
Dia menatapku, aku menarik bibirku tersenyum.
"Apa kabar kak. .?" Ku cium tangannya.
Dia hanya diam memandangku, mungkin dia lupa atau tidak menyangka aku ada di Batam. Ku berikan senyum terbaikku tapi dengan luka hatiku di dalam.
Aku merindukannya Tuhan.
Setengah mati, rasanya aku ingin berlari memeluknya. Tapi melihatnya hanya diam setelah bertemu denganku, membuatku sakit.
__ADS_1
Perlahan aku turun saat wanita di belakangnya mendorongnya .
Aku berjalan cepat dan pantas. Air mataku yang sedari tadi hampir menetes sudah tidak bisa ku tahan lagi.
Aku menangis tergugu di toilet , hatiku perih. Sungguh perih. Aku istrinya atau bukan sih..?
Cukup lama aku menangis, segera ku haous air mataku dan ku poles kembali make-up ku.
Karna takut membuat mbak Za khawatir . Aku memutuskan keluar.
Dan kembali aku melihatnya. Dia duduk manis di depan 2 wanita yang salah satunya kak Diana. Mereka sedang makan dan bercanda bersama.
Aku menghela nafas panjang, menetralkan hatiku. Kembali mendekat ke pelamin, naik menemani mbak Za.
"Ri kamu dari mana.. ?" Benar dugaanku, mbak Za begitu khawatir. Bukan hanya mbak Za, Dokter Arlan juga berwajah sama, mengkhawatirkannku.
"Dari toilet mbak.. " ucapku kaku.
Aku menyibukkan diri menymbut tamu. Saat mbak Za masuk kembali ke rumah untuk ganti baju. Aku duduk di sebuah kursi untuk sejenak istirahat.
Aku duduk menompang wajah membuka ponsel. Saat tiba-tiba seorang duduk di depanku .
"Nuri.. " Sapanya.
Aku mengerjab lalu mengangkat wajahku. Wajah oriental bermata sipit itu duduk di kursi tepat di depanku.
"Ya kak.. "
"Kamu disini.. ?"
"Iya.. "
Dia diam, dan hanya memandangku. 2 menit 5 menit. Aku menghela nafas panjang.
"Apa ada yang ingin kakak sampaikan.. ?"
__ADS_1
"Aku.. " ucapannya tertahan karna seorang wanita yang tadi bersamanya menghampirinya.
"Kevin.. pulang yuk.. " Ucap wanita cantik itu sambil tersenyum menatapku.
"Sebentar. . kamu tunggu di depan dulu.. "
Aku membuang pandanganku, rasanya begitu sakit karna tak di anggap di depan mata langsung.
"Nuri.. "
Aku hanya mengangkat wajahku. Tapi dia kembali diam. Rasanya kesabaranku sudah habis.
"Ini kak, KTP mu.. " ucapku sambil menyodorkan KTP juga buku merahnya.
"Buku nikah kita.. ?"
"Iya.. aku kira kakak lupa.. "
"Aku tidak lupa.. " jawabnya.
"Ohh ya, jika tidak lupa kenapa tidak pernah menghubungiku.. ?"
Dia kembali diam, menunduk, aku benar-benar tidak bisa memahaminya di sini. Rasanya aku ingin memaki diriku sendiri
"Kak.. jika semua memang tidak berati untukmu.. Aku ga papa kalau kita berpisah. "
"Kamu yakin.. ?" Tanyanya.
"Itu lebih baik dari pada aku hanya terpaku menunggu sesuatu yang tidak pasti.. "
"Soal uangnya, aku akan mencicilnya seumur hidupku.. " ucapku
Dia memberikan tatapan kesalnya.
"Apa kamu kira itu semua hutang.. ?"
__ADS_1
"Lalu aku harus bagaimana.. ? " Tanyaku.