CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Tiba-tiba Acuh


__ADS_3

Izza menggeliat manja di atas ranjang. Suara Adzan subuh yang baru menggema membuatnya terpaksa membuka matanya.


Di sampingnya, seorang lelaki masih tertidur nyenyak dengan 1 tangan memeluk perutnya. Semalam mereka baru sampai di Pekan Baru pukul 9 malam. Kelelahan langsung tidur.


Izza memandangi wajah Arlan. Lelaki ini cukup tampan. Badannya bersih khas orang jawa dengan rambut rapinya.


Cukup lama mengagumi pahatan wajah Arlan,dia memilih turun untuk mandi.


Nanti selesai mandi dia berencana membangunkan Arlan.


"Loh. . udah bangun.. ?" Tanya Izza saat membuka pintu ternyata suaminya sydah menyandar di tepi ranjang.


"Kamu ga mbangunin aku sayang.. "


"Ini mau di bangunin, tapi ternyata udah bangun. Mandi gih.. mau jamaah ga.. ?"


Arlan tersenyum mengangguk dan turun menuju kamar mandi. Tak lana setelah Arlan siap, keduanya langsung jamaah.


"Apa ada bahan makanan di dapur..? " Tanya Izza setelah selesai sholat.


Yaa mereka sedang menginap di rabumah dinas Arlan atas paksaan lelaki itu tadi pagi.


"Ga ada.. maaf.." Sesal Arlan tidak enak hati.


"Aku ga pernah masak. Kita pesen aja ya. . " Terlihat dia mengotak atik ponselnya.


"Kita ke rumah yang aku tempati aja yuk, disana udah lengkap peralatan dapurnya juga.. " Bujuk Izza.


Arlan menghentikan kegiatannya. Memandang wajah istrinya.


"Aku ga mau Za... nanti kita beli keperluan untuk dapur. ."


"Kenapa sih Ar, kan sama aja.. lagian aku lebih deket kalo mau ke toko . Tinggal jalan kaki. "


Arlan mendengus kesal, dia tidak mau ikut kesana.Apa-apaan saja, dimana harga dirinya kalau ngikut perempuan.


.

__ADS_1


Seharian ini, banyak sekali pasien saat jam kerja Arlan. Cuti semingguan menjadi alasan rekan sejawatnya melimpahkan pekerjaan kepadanya. Hingga pukul 10 lebih dia baru kembali ke rumah.


Saat membuka pintu, lampu depan sudah mati. Menyisakan lampu bagian dapur.


Terlihat di meja makan ada tuperwear tersusun 3 . Arlan mendekat dan membukanya.


1 berisi nasi, satu sayur dan lauk berupa semur ayam.


Dia tersenyum, mengambil piring dan makan sendiri.


30 menit kemudian dia masuk ke kamar. Izza tidur nyenyak memegang ponselnya. Arlan membenarkan posisi tidurnya dan mengambil ponsel Izza untuk di simpan.


Layar ponsel menyala ketika di sentuh. Arlan masih mengingat kode nya.


Saat terbuka, terpampang foto pernikahan Izza dan Reihan.


Hatinya yang semula tersanjung karna istrinya menyiapkan makanan untuknya, seketika jadi mendung.


Arlan menyimpan ponsel itu dan menuju kamar mandi membersihkan diri.


Karna kesal, dia memilih tidur di sifa luar depan TV.


.


"Apa dia ga pulang.. ?"


Dia memilih mandi dan sholat subuh. Selesai itu dia keluar kamar dan alangkah terkejut melihat Arlan tidur dengan pakaian santainya di sofa .


"Ar..Ar.. bangun.."


Arlasn menggeliat malas masih memejamkan matanya.


"Bangun Ar.. "


Dengan terpaksa Arlan membuja matanya. Terlihat istrinya sudah mandi dan wangi. Memakai kaos pendek dan celana kulot.


"Kenapa menatapku seperti itu..? " Izza mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ahh tidak... " Bangun mengangkat bantal juga selimut menuju kamar.


"Kenapa kamu tidur di luar Ar.. ?"


"Aku ketiduran.." jawabnya tanpa menoleh ke Izza.


Izza mengerutkan keningnya bingung. Tidak biasanya Arlan acuh kepadanya.


"Aku mungkin pulang larut lagi, Dokter Dion sedang cuti.. " Ucap Arlan saat keduanya sedang dalam mobil menuju toko bunga milik Izza .


"ohh.."


Arlan melirik sebentar kemudian fokus kembali ke jalanan.


"Aku turun dulu.. " Izza membuka seatbelt dan meraih tangan Arlan untuk salim.


Suaminya hanya diam. Tidak mencium keningnya seperti biasanya. Walau sedikit bingung, Izza memilih diam tidak menanyakan apapun. Segera mengucap salam dan turun.


Seharian ini tidak ada kabar dari Arlan, sekedar mengirim pesan pun tidak. Ada sedikit kesal di hati Izza.


"Mbak... " Sapa Nuri.


"Ahh iya Nur, ada apa.. ?"


"Mbak ga makan.. ?"


"Memangnya jam berapa.. ?" Di lihatnya jam yang melingkar di tangannya.


"Astagfirullah... kok udah ham setengah satu.Kalian udah makan.. ?"


"Udah mbak... Mbak Za nglamun aja dari tadi aku liatun. Sampe ga nyadar udah siang. Mbak ada masalah.. ?"


"Ehh enggak Nur.. oh iya besok mbak mau ke Pahang. Kamu ga papa kan sama Juan aja kerjanya.. "


"Ga papa mbak.. kita udah biasa.. " Kekeh Nuri.


"Sama Dokter juga mbak, kesananya.. ?"

__ADS_1


Deg.


__ADS_2