
Suasana lepas tengah hari sungguh meriah, Izza dan Arlan tidak di izinkan duduk sangking banyaknya tamu yang datang. Hampir separuh lebih adalah tamu orang tua pihak Izza .
Ini jadi moment pertama setelah 4 tahun yang lalu gagal mengadakan resepsi untuk anaknya. Semua orang tentu menyambut antusias hajatan Fahat .
"Kamu cape sayang.. ?" Tanya Arlan saat sedikit longgar .
"Iya.. " Izza meraih mineral dan meminumnya.
Tamu berikutnya datang berpasangan. Tersenyum setengah masam dengan style nya.
"Kevin..." Lirih Izza.
Kevin menyalami Arlan mengucapkan selamat lalu berpindah ke Izza. Dia tidak datang sendiri, melainkan bersama wanita keturunan cina juga.
Izza menatap tak percaya, lalu mengedarkan pandangan mencari keberadaan Nuri. Sungguh dia begitu merisaukan keadaan gadis kecil itu.
"Apa yang kamu lakukan, siapa dia..? " Tanyanya setengah berbisik.
"Ini Cristi.. teman kantor.. " Santai Kevin menjawab.
Bersamaan itu Nuri datang membawakan tisu untuk Izza dari arah pelamin sebelah. Seketika dia menghentikan langkahnya saat melihat ada Kevin di sana.
"Nuri.. " Lirih Izza.
Kevin juga menoleh menatap Nuri yang cantik dengan kebaya warna merah maroon. Memperlihatkan kemolekannya, dengan tatanan rambut sederhana.
Gadis itu mendekat meletakkan tisu di kursi pelamin. Lalu tersenyum lebar meraih tangan Kevin untuk salim.
"Apa kabar kak..? "
Kevin membeku melihat apa yang di lakukan Nuri. Keduanya masih saling pandang. Tapi kemudian Nuri memutus pandangan saat serombongan tamu naik di pelamin.
"Kev.. ayo turun, udah antri di belakang.. " ucap gadis yang kata Kevin bernama Cristi itu mendorong pelan Kevin.
__ADS_1
Kevin langsung tersadar dari keterpakuanya menatap Nuri. Segera pamit pada Izza dan turun.
"Selamat sekali lagi Za.. " imbuhnya sebelum pergi.
Sesampainya di bawah, Kevin mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Nuri. Tapi tidak ketemu. Dan justru Diana yang mendekatinya .
"Apa kabar bang.. ?" Sapa Diana.
"Baik Na. . kamu apa kabar.. ?"
"Aku juga baik.. " Diana memberikan senyum terbaiknya untuk Kevin.
Tak lama seorang wanita cantik datang.
"Kev.. makan yuk.. "
Diana memandang lekat wanita itu, lalu beralih ke Kevin. Seolah paham Kevin langsung memperkenalkan.
"Kenalin, ini Cristi.. "
"Cristi.. "
"Diana.. "
"Ayo kita makan bareng-bareng.. " Tawar Cristi .
Diana sedikit segan tapi kemudian mengangguk mengikuti mereka. Ke tiganya mengambil makan dan duduk bersama sambil mengobrol.
Di Atas Pelamin.
"Sebenarnya ada apa dengan Nuri dan Kevin, kenapa dia datang dengan wanita lain. ?" Tanya Arlan.
Dia sedikit banyak mulai tahu, saat di semarang Izza menceritakan tentang Kevin dan Nuri.
__ADS_1
Izza mengedikkan bahunya acuh. Dia sendiri tidak paham. Nuri sekarang begitu tertutup, hanya mau jika di ajak membahas tentang pekerjaan.
Izza memekik tertahan saat Arlan menarik pinggangnya merapat.
Dan bersamaan itu seorang wanita bertubuh seksi dan berkaca mata datang nenyalami Arlan.
"Selamat ya Ar... " Ucap Wanita itu.
"Makasih Fa.. " jawab Arlan.
Wanita itu beralih pada Izza yang sedang di rangkul mesra pinggangnya oleh Arlan.
"Kenalin ini Izza istriku.. "
Syifa mengulurkan tangannya dan Izza menyambutnya .
"Hai.. selamat ya.. " Ucap Syifa.
"Iya terima kasih.. " Izza mengulum senyumnya.
"Aku Syifa, salam kenal ya.. " Ucapnya.
Ohh jadi ini mantan tunangannya..
"Iya. . salam kenal juga.. " Balas Izza.
Setelah mengobrol sebentar, Wanita bergaun hitam yang memperlihatkan keseksian tubuhnya itu pamit turun.
Di sana, di depan pelamin wanita itu berpelukan dengan mertuanya Izza yaitu ibunya Arlan. Izza hanya memandang datar dan beralih menatap tamu lain yang datang.
"Apa kamu bahagia hari ini.. ?" Tanta Arlan.
Izza menoleh ke aeah suaminya itu, Arlan tak pernah bisan menabur senyumnya sedari tadi.
__ADS_1
"Kamu yang bahagia Ar.. "
"Aku akan lebih bahagia nanti malam Za... " Di kedipkannya matanya sebelah yang membuat Izza gelagapan.