CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Musibah


__ADS_3

Resepsi akan di gelar esok. Dan Reihan yang baru mendapat cuti, baru akan bertolak ke Batam hari ini dengan keluarganya.


"Sayang.. abang dah kat ferry ni.. " Ucapnya di talian dengan Istrinya.


"Hati-hati ye bang.. "


" Ye sayang... abang nak kan hadiah dari Izza nanti sampai sane.. "


"iye abang sayang... "


Reihan tersenyum lebar mendengar istrinya memanggilnya sayang. Ada rasa haru dan bahagia. Ternyata cinta mereka saling berbalas.


"I LoVe You.. "


"I love You More.. "


Whani tiba-tiba terisak mendengar ungkapan cinta untuk pertama kalinya dari Reihan.


"Sayang.. kenape nih menangis.. ??"


"Whani rindu dengan abang.. "


"Abang juga rindu dengan Izza.. "


Untuk sesaat keduanya diam, sambil merasakan aliran perasaan cinta di dalam diri mereka.


"Sayang.. abang tutup telponnye yee.. dah nak lalu singapore. Line tak de.. " Ucap Reihan akhirnya dengan suara yang sedikit goyang.


"Iya bang... hati-hati.. Izza menunggumu.. "


"Iya sayang.. I Love You.. "


"I love you too.. "


Panggilan pun berakhir. Reihan menatap arah jendela.Langit tiba-tiba menggelap setiba mereka melalu Singapore.


"Ma.. Amir mane.. ?" Tanya Reihan pada mamanya yang ada di kursi depannya.


"Pegi tandas.. Rei. tadi dah cakap ngan Whani tak.. tak payah nak jemput.. "


"Rei lupe lah ma... tak pe lah.. "


Reihan kembali menyandarkan badannya di kursi.


"Rei.. ko cakap ngan Amir tu. Jangan nak asik jalan je ngan Aweknyee.. " Gantian papa yang melongok dari depan.

__ADS_1


"Biarlah pa... namenya anak mude.." Leha tampak tak terima suaminya terus-terusan memojokkan bungsunya.


"Ko ni kan.. terlalu sangat manjekan die. Tengok lah tu.. jadi budak dah macam mat rempit.. "


Reihan tertawa kecil mendengar perdebatan orang tuanya.Membayangkan nantinya, apakah dia akan seperti mereka bersama Whani.


.


Di kamarnya, Whani sedang duduk santai dengan si kembar sambil nonton TV.Sedang di bawah, semua tampak sibuk mempersiapkan semuanya


Sanak sodara yang jauh sebagian sudah datang semalam. Papa memilih menyewa ballroom hotel untuk resepsi. Mengingat halaman rumah yang tidak begitu luas.


Whani hanya menurut saja.


Setibanya dari malaysia. Dia langsung sibuk mengurus undangan untuk teman-temannya. Memilih WO yang pas, memesan gaun untuknya juga Reihan dan lainnya.


Harinya begitu sibuk, hingga urusan ruko dia serahkan langsung pada Diana. Tapi yang lebih sibuk adalah hatinya, dia begitu merindukan Reihan suaminya.


"Dina.. itu minuman Dini.. !!"


"Minta dikit ngapa sih pelit amat... " ketus Dina.


"Kamu tu yang pelit, di mintain keripiknya aja ga boleh.. giliran aus minum punyaku.. !"


Wajah Dini cemberut sebal menatap kakak kembarnya. Sedang Whani hanya tersenyum memainkan ponselnya.


Tidak berapa lama sebuah stasiun TV menyampaikan berita Breaking News


"*Sebuah kapal Ferry dari pelabuhan xxxxx malaysia tujua batam di laporkan karam karna terjangan ombak yang menggulung di selat singapura . Di tambah dengan cuaca hujan di sana. Seluruh kru kapal dan penumpang yang berjumlah 130 orang belum bisa di pastikan keadaanya.. "


"Kapal ini meninggalkan Malaysia pukul 09.00 dan di jadwalkan tiba di pelabuhan batam pada pukul 11.00* "


Whani ternganga menjatuhkan ponselnya. Si kembar langsung menoleh ke kakaknya yang tampak Syok.


"Bang Reiiiiiiiiiihannnn.... !!" teriaknya seiring aliran sungai yang mengalir deras di pipinya.


Whani langsung bangkit berlari ke pintu.


"Kakak.... !!" Si kembar ikut panik meski belum paham, mereka mengejar kakaknya yang turun berlari ke arah tangga.


Karna tidak hati-hati Whani terpeleset hingga jatuh terguling di tangga.


"Whani.. !!" Teriak mama Humairah melempar gelas teh yang dia bawa.


"Whani.. Whani... sayang.. kakak... bangun... " Humairah menayap panik saat kepala Whani mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Mama.. Reihan ma.. " Whani langsung tak sadarkan diri.


"Papa....!! " Teriak Humairah sambil menangis


"Kenapa dengan Whani.. astagfirullah.. kita bawa ke rumah sakit.. !! " Teriak sodara yang datang mendengar teriakan Humairah.


Whani langsung di angkat menuju luar. Humairah dengan kaki bergetar bangun. tapi kembali jatuh menangis. Sodara yang lain segera mendekat dan menolong sedang sebagian ikut ke depan menghantar Whani.


Fahat yang lari dari rumah belakang langsung syok melihat baju dan tangan Humairah istrinya tampak membekas darah.


"Papa... Whani pa... Whani... " Humairah bangkit sedikit terseok mendekati suaminya.


"Kenapa dengan Whani ma.. ??!"


Humairah kembali jatuh di lantai. Dan menangis.


"Mas... Whani jatuh dari tangga, di bawa mas Arfan dan yang lainnya ke rumah sakit.. " Ucap seseorang.


Fahat langsung melotot tak percaya tapi segera berlari ke depan di ikuti yang lainnya. Si kembar yang juga ikut Syok melihat kejadian di depan mata mereka ikut menangis histeris di tangga yang langsung di tenangkan bibi-bibi mereka.


Whani yang sudah tak sadarkan diri langsung di bawa ke rumah sakit terdekat. Setibanya langsung di bawa ke bagian UGD.


Fahat datang 10 menit kemudian, setibanya langsung berlari ke arah Arfan sepupunya.


"Gimana keadaan Whani.. " Tanyanya penuh kekhawatiran sambil memegang lengan sepupunya.


"Dia di dalam mas.. masih di periksa. . "


Fahat langsung terduduk di lantai.


Menangis tanpa suara. Yang lain membantunya untuk bangun dan duduk di kursi.


Tak lama pintu terbuka, Whani di dorong bersama beberapa perawat.


"Suster.. dokter .. anak saya mau di bawa kemana.. ?" Fahat berlari mendekat.


"Bapak siapanya.. ?"


"Saya papanya dok.. "


" Begini pak, Putri bapak harus segera di operasi . mohon bapak langsung ke bagian administari untuk mengurus semuanya.. " Ucap sang dokter dan langsung berjalan cepat ke arah ruang oprasi.


Fahat kembli syok sampai hampir kehilangan keseimbangan.


"Whani.. Putriku...!" tangisnya kembali pecah. Sedang Arfan dan lainnya menuntunya ke bagian Administrasi untuk mengurus semua yang bersangkuatan dengan Whani.

__ADS_1


__ADS_2