
"Za... kita dah lame saling mengenal. Sejak saya balik dari sarawak, mase tu awak baru berumur 17 tahun. The First saya merasa saat itu melihat awak dah jadi wanita sesungguhnya . Bukan lagi kawan bermain atau anak tante.. " Ucap Reihan.
Semua langsung memandang ke arah Reihan. Menunggu kelanjutan ungkapan hati Reihan.
"Saya dah inginkan awak jadi istri saya masa itu, tapi tak mungkin. Masa tu saya baru lulus U. Dan awak belum selesai lagi sekolah. "
"Saya sanggupkan menunggu awak hingga 8 tahun.. dan sekarang saya tanyakan awak. Izza Shazwhani binti Fahat Ali Fikri. Sudikah awak terima pinangan saye.. ? "
Tiba-tiba Amir muncul memberikan sebuket bunga mawar warna merah di hadapan Whani. Whani terkejut menatap Amir untuk meminta penjelasan.
"Abang dah sukekan akak sejak dulu.. " Setelah mengatakan itu, Amir duduk salah satu kursi yang kosong .
Semua tampak terharu mendengar ungkapan hati Reihan dan kejutan kecil darinya. Whani mengangkat wajahnya, memandang mama yang tampak menangis haru, beralih ke papa yang langsung menganggukan kepalanya.
"Saya terima pinangan abang.. "
"Alhamdulillahhhh... " Ucap semuanya bersamaan.
"Ko ni Rei.. tak da romantiknya sikit pun. lamar anak orang kat meja makan.. " Leha menepuk bahu anaknya lembut. Dan Reihan hanya tersenyum tipis.
.
Sesuai permintaan Reihan, akad nikah di adakan 3 hari kemudian di rumah Fahat dengan di hadiri keluarga dekat saja.
"Saya terima nikah dan kawinnya Izza Syazwhani binti Fahat Ali Fikri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 juta Tunai.. " Lantang Reihan mengucap akad.
"Sahh... !!" Seru semuanya.
__ADS_1
Whani yang semula di kamarnya di tuntun menuju tempat akad. Dia mencium tangan Reihan dan Reihan segera membacakan doa dan meniupkan di kepalanya lalu mencium keningnya .
Untuk pertama kali Whani merasa jantungnya berdetak kencang dan darahnya berdesir, merasakan hangatnya kecupan Reihan di keningnya.
Reihan sempat menatapnya intens, sebelum akhirnya memalingkan wajahnya dan menyambut ucapan selamat dari mama papanya.
Semua larut dalam pesta kecil itu. Whani dan Reihan pun ikut berbaur karna memang tidak di sediakan pelamin.
Fahat tampak bahagia menjamu keluarganya, sengaja dia tidak mengundang sodaranya di jawa. Karna ini hanya Akad. Nanti saat resepsi dia akan mengundang seluruh keluarga besarnya.
Mama dan cik Leha juga tampak bahagia. Amir berkali-kali menggoda abangnya karna berhasil menikahi wanita impiannya.
Tidak ada yang tahu ada big problem hingga akhirnya Reihan mau menikahi Whani. Dan Whani cukup sadar diri. Jika Reihan melakukannya untuk menjaga maruah keluarganya.
"Selamat say... akhirnya lo nikah duluan dari gue.. " Diana mencium pipi kanan kiri Whani .
"Tapi nanti gimana sama Ruko. lo ikut suami atau di sini.. ??"
"Entahlah Na.. belum rundingan.. "
"Kalau lo ga disini.. gue kerjanya gimana donk .. ?" Diana tampak khawatir periuk nasinya tidak lagi mengepul asapnya.
"Tenang aja.. ada papa.. " Whani menggiring Diana duduk.
"BTW. . laki lo yang mana sih.. ??" Diana tampak clingukan.
"Itu yang pakai baju koko putih air.. " Whani menunjukan ke arah Reihan.
__ADS_1
"Ohhh abang yang hari itu ngantar bubur buat lo ya.. " Diana masih memperhatikan Reihan dari tempat duduknya.
"Apa.. ? Apa lo bilang Na.. ??" Whani terkejut mendengar ucapan Diana.
"Ya itu abang yang ngasih lo bubur.. hari itu, dan lo suruh gue buat makan tu bubur.. " Diana mengalihkan pandanganya kembali ke Whani yang tanpak syok.
"Lo kenapa sih.. ??"
"Kenapa lo ga bilang itu dari dia sih Na.. " Whani meremas tangan Diana karna geram.
"Hello.... !! lo lupa. Gue udah bilang, Ni.. ini ada titipan bubur dari abang-abang ganteng. Dia ga mau nganter langsung ke ruangan lo takut ganggu. . Trus lo jawab, buat lo aja Na.. " Terang Diana menirukan ucapannya tempo hari.
"Astaga Diana. . gue kira itu dari Kevin. lo kenapa ga bilang yang itu bukan dari Kevin.. " Kesal Whani.
"Ya elah.. gue lupa nama di Kevin lo itu. Terlalu banyak cowok sih lo.. "
"Gue ga tau.. kalau tau ga akan gue bagi tu bubur sama lo.. !"
"Trus mau apa lagi.. masa gue muntahin, ya ga biaa lagi lah.. dah jadi pupuk dah.. !" Diana meraih minuman dan meneguknya pelan .
"Tapi laki lo handsome juga, badan juga ok.. " Puji Diana sambil menatap Reihan yang masih asik mengobrol dengan sodara mama yang tinggal di Nongsa.
Whani pun ikut memandag Reihan dari kejauhan. Reihan memang tampan, dan cukup gagah. Semua tampak mengatakan yang Whani beruntung bersuamikan seorang lelaki yang mirip artis.
Tapi apakah menikah dengan Rei itu juga berarti cinta Rei untuknya. Walau saat pinangan tempo hari Reihan memang terlihat sungguh-sungguh mencurahkan isi hatinya.
Tapi separuh hati Whani masih meragukan semua ucapan Reihan, mengingat pernikahan ini bukan berlandaskan suka sama suka, saling Cinta atau saling menyayangi.
__ADS_1
Mungkin Reihan hanya sedang berakting..