
Pagi datang kembali. ReyZa Flowers tampak kembali ramai hari ini . Izza membantu melayani pelanggan. Nuri juga tak kalah sibuknya.
"Terima kasih Nyonya.. silahkan datang kembali.. " Ucapnya ramah pada seorang pelanggan yang membeli buket mawar Putih.
Tak lama dia kembali sibuk dengan yang lainnya. Menyapa pelanggan ramah. Tertawa menggoda anak kecil yang di bawa seorang ibu muda.
"aaduhhh gemes banget sama kamu de.. " Dia kembali menjembel pipi anak itu.
"Haha.. mbak nya suka sama anak kecil ya. Buruan nikah aja.. " Seketika senyum getir lah yang Nuri tampilkan. Tapi kemudian dia langsung membahas topik lain.
Kevin memperhatikan semua gerak gerik Nuri dari depan pintu. Dia sudah datang sejak 10 menit yang lalu. Tapi melihat semua sibuk. Dia jadi tidak ingin mengganggu.
Kevin memilih duduk di sofa menatap lekat ke arah Nuri.
Gadis itu lumayan cantik. kulitnya bersih, dandanannya sederhana. Walau gestur tubuhnya sedikit pendek. Kevin tiba-tiba memalingkan wajahnya saat Nuri berjongkok. Hingga pakaian depannya yang berbentuk V memperlihatkan isinya yang menggandul indah.
"Shitt.." Umpatnya sendiri .
Sudah hampir setahun dia menduda, dia jadi merindukan sosok wanita. Dia paling anti dengan jajan di luar. Takut penyakit datang menghampiri.
"Kevin... !! Sejak kapan kamu di sini.. ??"
Izza memperhatikan raut wajah Kevin yang memerah.
"Kamu kenapa.. ?"
"Ahh.. aku baru sampai.. kalian terlihat sibuk, jadi aku takut mengganggu.. "
"Ohh maaf ya... hari ini memang sedikit repot karna Juan sedang Cuti."
"Ohh.. pekerjamu cuma 2 .. ?"
"Iya.. apa menurutmu aku perlu mengambil pekerja lagi.. ??"
"Apa kamu butuh pertimbangan dariku.. ?" Kevin tersenyum menatap Izza. Sedang Izza tergelak. Di ujung ruangan Nuri sekilas memperhatikan mereka tapi kemudian kembali fokus pada seorang pembeli.
"Tentu saja.. kamu kan sodara ku sekarang.. " Izza membekap mulutnya menahan tawa.
"Aku ga mau Ni.. enak saja saudara.. " Kevin tersenyum miring. Lalu melirik ke arah Nuri yang sedang berdiri di kasir.
__ADS_1
"Ehemmm... " Izza langsung duduk di kursi plastik.
Kevin yang ketahuan, memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Nuri... !!" Panggil Izza kemudian.
"Ya mbak.. " Nuri lekas datang menghampiri mereka.
Matanya bertemu mata sipit milik Kevin, tapi dia lekas memutus kontak mata itu dan fokus ke Izza.
"Tolong buatkan teh ya.. untuk Kevin. Biar mbak yang melayani pembeli.. " Izza kembali berdiri menuju kasur saat ada pembeli akan membayar buker bunga lili.
Nuri menghela nafas pelan dan langsung ke belakang. Di sana ada dapur kecil berisi peralatan makan.
Dia meracik teh dan Gula lalu menuju dispenser mengambil air panas.
Kenapa lah.. ga mbak Za aja yang bikin..
Deket sama kak Kevin tu bikin jantung aku ga sehat..
Hah.. seandainya aku ga akan menikah bulan depan.
Ahh.. apa yang aku fikirkan.
Dia juga sudah punya gebetan..
"Silahkan Kak.. " Nuri meletakkan teh kemeja. Kevin kembali memalingkan wajahnya saat kembali melihat gunung si empunya yang sedang menghidangkan teh.
Gadis bodoh.. apa dia tidak peka.
Nuri yang melihat Kevin memalingkan wajahnya justru beranggapan. Lelaki itu tidak mau menatapnya lagi gara-gara kejadian semalam.
Pasti mbak Za.. sudah cerita..
Ahh sudahlah.. apa urusanku..
Di helanya nafas panjang dan berbalik badan ingin kembali ke kerjaanya.
"Nuri.. !"
__ADS_1
"Ya.. " Dengan malas dia kembali menoleh.
"Maaf.. jika saya tidak sopan, tapi tolong kondisikan pakaianmu . Maaf ya.. saat kamu menunduk atau jongkok. Itu. . tolong seperti ini.. " Kevin mempraktekkan dengan memegang ujung baju bawah leher.
"Maaf.. milik mu keli.. kelihatan tadi.. "
Nuri langsung memegang baju bagian dadanya. Wajahnya sudah memerah semerah tomat. Segera dia berlari ke arah toilet.
"Ahhh... bodohh.. bodohh.. " Rancaunya sendiri di toilet.
"Apa iya kelihatan.. " Dia sedikit membungkuk di depan kaca toilet dan benar bagian bajunya memperlihatkan 2 buah ranumnya.
"Aahhhh... nenek... aku malu... !!"
Kesalnya sendiri sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Loh.. kemana Nuri.. ?" Izza memperhatikan Kevin yang mesam mesem.
"Kamu kenapa mesam mesem gitu.. ?"
"Ahhh tidak Ni.. aku cari makan dulu ya. lapar.. nanti aku balik lagi.. " Kevin berdiri merapikan pakaianya.
"Memangnya kamu ga sibuk.. ?"
"Enggak.. nanti malam seminarnya. Kamu mau di belikan sekali.. ?"
Tawar Kevin.
"Tentu donk... kapan lagi aku bisa di belikan saudaraku ini.. " Kelakar Izza.
"Berhenti menganggapku saudara.. Aku masih menganggapmu kekasihku sejak dulu.. "
Ucap Kevin sambil menatap Izza dalam.
"Kekasih.. ??"
Izza dan Kevin yang kaget langsung menoleh ke arah pintu masuk. Di sana Arlan berdiri menenteng plastik berisi kotak makanan.
.
__ADS_1