CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Istri Dokter Arlan


__ADS_3

Semua berjalan begitu pantas, hingga Izza yang baru pulang dari pekan Baru di kejutkan oleh rombongan hantaran seserahan dari pihak Arlan.


Dia tidak tau dan tidak terlalu memperdulikan. Baginya statusnya yang sudah janda tidak mengharuskannya untuk menuntut ini itu sebagai mana mestinya pasangan calon pengantin.


Keaneka ragaman barang yang di bawa dari pihak Arlan hanya di pandang datar olehnya.


Fahat yang begitu bahagia karna putrinya akhirnya menikah lagi, memilih membuat resepsi di rumah dengan undangan yang cukup banyak. Walau di rumah, semua tampak berkelas dan wah. Tidak kalah jika di banding resepsi di hotel.


.


Ke esokannya. Suasana rumah keluarga Fahat tampak ramai dengan ke hadiran sanak saudara yang berkumpul. Saudara dari jawa datang tengah malam tadi untuk menyaksikan langsung acara akad nikah.


Sedang saudara dari pihak mama hanya kakak mama yang datang. Tak terkecuali saudara dari Almarhum Reihan, yaitu paman dan bibinya juga ikut menyempatkan datang ke Batam.


Semua orang tampak antusias dan heboh, terlihat mentereng dengan pakaian mereka. Tapi tidak dengan pengantin , Izza tampak datar saja setelah di rias oleh MUA yang bertugas.


"Kakak.. senyum donk... udah cantik tapi kok masih irit senyum. . " Goda sang MUA.


Izza mendongak menarik bibirnya tipis, Senyum terpaksa dari pengantin wanita .


"Ohh iya.. ini penikahan kedua ya.. itu juga ada foto nikah kakak.. " Tunjuknya pada bingkai di atas nakas.


"Iya.. " Jawab Izza sendu.


Merasa tak enak hati, MUA itu langsung menyibukkan diri dengan barangnya untuk di kemas.


Izza bangkit mendekat ke arah nakas Di ambilnya bingkai foto itu.


Maafkan aku yang tidak berdaya bang..


.


Tepat pukul 9.00 Keluarga pihak Arlan datang dengan mengendarai 7 mobil.


Tampaklah orang tuanya juga kakak,adik juga saudara yang lain.

__ADS_1


Arlan turun dengan pakaian pengantin warna putih. Cukup membuatnya terlihat gagah dan tampan.


Acara penyambutan pun di mulai. Semua tampak saling melempar senyum dan tawa. Sang pengantin justru pucat karna Grogi .


"Santai aja bro... " Rizal menepuk bahu Arlan yang langsung membuat si empunya bahu sedikit terjingkat.


"Haha... playboy kayak lo bisa grogi juga ya.. " Imbuhnya.


"Sialan lo.. bukannya nenangin malah bikin mood gue makin acak-acakan.. " gerutu Arlan.


Seorang lelaki datang menghampiri Arlan, memintanya untuk berpindah ke meja Akad. Arlan merapikan pakaiannya dan berjalan pasti ke arah yang di minta.


Di sana juga sudah duduk Fahat selaku wali dari Izza. Juga orang tua Arlan. Penghulu dan saudara saksi yang lain.


Dari kamar atas, Izza di tuntun oleh Nuri dan Diana menuju tenda di luar rumah yang di desain semewah mungkin. Wanita itu cukup berbeda dengan kebaya putihnya. Yang pada hari biasa dia hanya memakai gamis dan krudungnya. Sekarang tampak sungguh mempesona. Membuat semua takjub dan tidak menyangka yang perempuan itu seorang janda. Arlan sampai kesusahan menelan ludahnya sangking groginya . Keringat dingin sudah mengalir sedari tadi, tapi dia berusaha tenang.


Izza di dudukkan di sebelah Arlan dan selendang manik putih menjadi pengikat mereka. Arlan tersenyum manis menatap Izza yang juga sedang menatapnya. Untuk pertama kali Izza justru merasa sedikit bergetar dengan tatapan Arlan hingga dia cepat-cepat menunduk.


Tak lama acara pun di mulai, Fahat selaku ayah kandung Izza sendiri yang menikahkannya.


"Ananda Arlan Tri Maulana, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Izza Syazwhani dengan mas kawinnya Seperangkat alat Sholat dan uang sebesar 1.900 rupiah, di bayar tunai.. " Ucap Fahat.


"Syahhhhh... !!" Teriak semua orang yang langsung membuat kehebohan.


Izza menghela nafas panjang, hari ini statusnya bukan lagi istri Reihan tapi istri Arlan, Dokter Arlan Tri Maulana.


Lelaki bergelar dokter yang sekarang dia cium tangannya, sedang lelaki itu sedikit mengecup keningnya lembut .


Ucapan selamat langsung bergilir, Izza berusaha mengimbangi dengan memberikan senyum terbaiknya. Arlan pun demikian, lelaki itu tersenyum lebar menebarkan aura bahagianya.


"Mama.... " Izza memeluk erat tubuh mamanya di hadapannya. Dia tak kuasa menahan air matanya.


"Akak.... selamat yee.. samawa until jannah.. " Mama menangkup wajah Izza dan menciumi pipi sulungnya itu.


Izza hanya mengangguk lalu kembali memeluk mamanya, menangis sesenggukan. Humairah paham, apa yang di tangisi anaknya itu.

__ADS_1


"Dah lah tu.. malu di tengok orang. "


Izza mengurai pelukannya dan menoleh ke Arlan yang sedang memperhatikannya. Karna tidak enak, dia cepat-cepat menetralkan syasana hatinnya.


Resepsi di gelar langsung setelah akad, Izza tidak menyangka papanya begitu mempersiapkan semuanya. MUA yang di pilih juga berbeda dengan saat Akad .


"Akak... !!" Dini dan Dina yang mymakai baju kembar menghampiri kakaknya yang sedang di rias MUA.


"Amboi. . Amboi... lawanyee adik kakak ni... " Puji Izza sambil tetap menghadap kaca rias.


"Mestinya donkk...!"


Keduanya tersenyum lalu mendekat ,


"Kak, yang pakai batik oigak kak Arlan tapi kelihatan muda tadi siapa..? " Tanya Dina.


Izza mengerutkan keningnya, mengingat-ingat siapa yang di maksut adiknya.


"Yang mana sih.. kan sragaman semua.. "


"Kak... Dina naksir sama orang itu yang foto nyenggol vas bunga hiasan tadi.. " Dini cekikikan menggoda kakaknya.


"Apaan sih kamu de.. " Sikut Dina.


Izza yang belum ngeh di buat terkejut dengan kehadiran Arlan.


"Itu adik kakak, Deki.. "


"Ohh Deki... " ucap keduanya.


"Deki siapa...? " Tanya Dina kepo.


"Deki Mahendra.. " Arlan mendekati kursi Izza dan mencium pipinya di hadapan semua yang ada di kamar.


"Kamu cantik.. "

__ADS_1


Izza mendelik kesal, sedang sang MUA langsung terbatuk-batuk. Si kembar menutup kedua matanya dan mundur keluar kamar.


"Arlan.. kamu.. " Desis Izza yang hanya di balas senyum menyeringai Arlan.


__ADS_2