
Seorang gadis sedang mematut dirinya di depan cermin, Kebaya warna putih nampak melekat di tubuhnya . Di padankan dengan kain batik dan riasan dari perias kalangan menengah ke bawah cukup membuatnya tampak lain.
Beberapa kali dia menghela nafasnya, pasrah pada takdir yang akan membawanya pada status sosial yang berbeda. Jadi Istri ketiga dari seorang lelaki yang lebih patut di panggil Bapaknya.
"Nuri.. rombongan pengantin pria sudah datang.. " Seorang bibi tetangga datang menghampirinya di kamar .
"Iya bi.. " Dia segera memakai sepatu pengantinnya. Mematut sekali lagi
Aku harus bahagia.. seperti pengantin pada umumnya.
Di apit oleh bibi tetangganya. Nuri berjalan pelan menuju luar rumah. Sebuah tenda di pasang di halaman mengingat rumahnya yang sempit.
Nenek menangis duduk di kursi sebelah tempat akad. Nuri berusaha tak mengindahkannya agar tidak ikut berurai air mata.
Seorang lelaki tambun dan brewok yang merata di sebagian wajahnya tersenyum lebar melihat Nuri berjalan mendekat ke arahnya dan duduk tepat di sebelah lelaki itu.
Dia sudah tidak berniat memandang sebelahnya lagi.
Suasana cukup ramai dengan tetangga terdekat rumah Mereka. Mengingat Nenek Yati adalah warga lama di kawasan itu.
Mereka semua duduk di kursi plastik yang di telah di sewa.
"Apa sudah siap.. ?" Suara penghulu menggema nyaring membuat jantung Nuri seketika berdetak kencang.
"Sudah pak.. " Wahyu cepat menjawabnya sambil mengangguk.
"Saudari Nuri apa sudah siap.. ?"
"Sudah pak.. " Lirihnya.
"Baiklah, pak wahyu. mas kawinnya apa pak.. ?"
"Seperangkat alat Sholat pak.. "
Penghulu langsung menulisnya di buku nikah.
"Baiklah saudara sekalian, marilah kita mulai acara ini.. "
Penghulu mengulurkan tangannya yang di sambut Wahyu dengan rona bahagianya.
Ke 2 istri Wahyu juga sudah hadir di situ. Mereka kompak mendukung suami mereka menikah untuk kali ke tiga.
"Tunggu... !!"
Suara dari samping depan membuat semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara.
Lelaki bermata sipit itu berjalan cepat ke arah Nuri. Nuri yang terkejut sampai membulatkan matanya tak percaya.
"Kak Kevin.. "
"Kamu tega ninggalin aku dan nikah sama bandot tua ini.. !" Kevin mencekal tangan Nuri kasar.
"Apa maksut kamu bandot tua.. !" Wahyu melepas jabatan tangannya pada penghulu dan berdiri menatap bengis ke arah Kevin.
"Ini ada apa sebenarnya.. ?"
Tanya penghulu itu kemudian.
Para tetangga ikut berbisik setengah bingung.
"Nuri ini pacar saya pak, tapi dia terpaksa menikah dengan bandot tua ini untuk membayar hutangnya.. " Kevin berteriak lantang.
Nuri melongo saja melihat tingkah Kevin. Nenek ikut berdiri menghampiri mereka .
"Bedebah .. !
__ADS_1
Itu semua tidak benar pak.. "
Wahyu menarik tangan Nuri yang satunya untuk kembali duduk.
"Ayo pak, kita lanjutkan.."
"Tidak.. tidak bisa. Ini nikah paksa namanya..! " Kevin menarik tangan Nuri untuk berdiri.
Jadilah tarik-tarikan itu yang membuat semua ikut panik. Penghulu juga bingung.
"Berhenti...!! " Teriak Nuri.
Keduanya langsung saling pandang dan Nuri menghempas tangan keduanya .
"Kak.. kakak ngapain tiba-tiba datang ngacauin semuanya..! "
Wahyu tersenyum puas melihat Nuri marah pada Kevin. Dia merapikan jasnya yang kusut.
"Aku ga mau kamu nikah sama dia Ri.. !" Kevin melotot kesal.
"Ini hidup aku, pilihan aku kak.. bukan hak kakak ngalarang aku nikah sama bang Wahyu.. "
Kevin berdecak kesal sendiri, membuang pandangannya ke arah lain.
"Aku akan membayar hutang kamu, jadi kamu akhiri semua ini.. "
Nuri menggeleng pelan, air mata mulai merembes di pipinya.
"Enggak kak.. "
"Kenapa.. ? Apa kamu merasa aku tidak bisa menikahi kamu, tidak bisa mencukupi kamu kedepannya.. ?!"
Nuri membisu mendengar ucapan Kevin. Apa maksut semua ini.
Wahyu yang sudah malu. Mengepalkan tangannya.
Nuri menoleh sebentar ke arah Wahyu dan perlahan mulai kembali duduk.
Tanpa di sangka Kevin langsung terduduk di tanah dengan lutut yang menompang tubuhnya,memegang kedua tangan Nuri .
"Kak.. apa yang kamu lakukan..?!"
"Aku mohon, jangan menikah dengannya.. aku ga mau kamu nikah dengannya. Aku akan menikahimu.. " Kevin menunduk di pangkuan Nuri.
Wahyu yang berang langsung berdiri menarik paksa Kevin dan menghajarnya .
Bough. Bough.
2 kepalan tangan mendarat di pipi milik Kevin.
"Kak..! " Pekik Nuri berlari memisah.
"Hentikan bang .. Hentikan...! "
"Biar ku hajar laki ni, dia sudah berani menganggu rencanaku..! " Wahyu kembali memukul kali ini di perut Kevin hingga Kevin jatuh tersungkur di tanah.
"Kak... " Nuri menangis berlari menuju Kevin, memegang bahu Kevin yang meringis kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu lakuin ini kak.. ?"
"Aku mohon, batalkan rencanamu Nuri.." Lirik Kevin.
"Aku ga bisa kak... " Riasan Nuri sudah Awut-awutan.
Semua orang ikut berdiri tapi bingung untuk menengahi.
__ADS_1
Wahyu kembali mendekat ingin menendang Kevin lagi.
"Hentikan bang... jangan sakiti dia..! " Teriak Nuri.
"Kamu membuatku malu.. kita batalkan saja semua ini, dan bayar hutangmu sekarang... !!"
Teriak Wahyu menujuk pada Nuri.
Nuri langsung memucat, masih dengan posisi duduk, dia bergerak merangkak untuk memohon pada Wahyu tapi Kevin menarik tangannya hingga dia terjatuh di dada bidang lelaki itu.
Kedua mata mereka saling pandang, mata sipit itu menatap lembut ke arah bola mata sembab Nuri. Tanpa ragu Kevin memajukan wajahnya mengecup bibir Nuri sekilas yang langsung membuat Nuri terkejut bagai tersengat listrik.
Cup.
"Berapa semua hutangnya..? " Kevin Berdiri menepuk celananya yang kotor sedang Nuri masih terduduk Syok.
Kevin menarik tangan Nuri yang langsung membuatnya tersadar ikut berdiri.
"Semua hutangnya 1 milyar..! " Wahyu tidak segan melebihkan jumlahnya kali ini setelah melihat adegan di depan matanya.
"Tidak, Kenapa sebanyak itu.. " Nenek mendekat tidak terima.
"Memang sebanyak itu Mak.. Bayar sekarang atau aku bawa kalian ke kantor polisi.. !" Teriak Wahyu lagi.
Nenek menangis sampai terduduk di lantai. Nuri baru akan melangkah tapi Kevin menahannya.
"Aku akan membayar separuhnya dulu, sisanya beri aku waktu 10 menit untuk melunasinya.. "
Nuri menoleh dan menggeleng pada Kevin .
Kevin hanya menggenggamnya erat.
"Berikan nomer rekeningmu .. "
Wahyu mendekat menyebut nomernya. Sedang Kevin langsung mentransfer sekitar 700 juta dengan M-Bankingnya. Setelahnya dia mendial nomer Izza.
"Hallo Assalamualikum Vin.."
Jawab Izza di talian.
"Waalaikum salam.. aku butuh 285 juta.."
"Ok.."
Sambungan pun berakhir, Kevin mengirim nomer rekening pada Izza. Tak lama Wahyu tertawa menyeringai.
Tanpa mengucapkan apapun langsung balik badan mengajak istrinya pulang .
Penghulu mengemas berkasnya untuk bersiap pergi. Acaranya sudah tentu batal, karna calon pengantin Pria sudah pergi dari situ.
"Tunggu pak.. " Cegah Kevin yang langsung menarik Nuri untuk duduk.
"Nikahkan kami pak.."
"Tapi di berkas ini nama mempelainya lain..?" Penghulu menatap keduanya.
Nuri hanya menunduk menyeka air matanya.
"Surat-suratnya bisa menyusul, yang penting nikahkan kami dulu.. " Kevin mengeluarkan KTPnya dan menyodorkan pada penghulu itu.
"Kamu berbeda Agama, saya tidak bisa menikahkan kalian.." Ucap pak penghulu setelah membaca KTP milik Kevin.
"Tolong islamkan saya Pak, sebenarnya sudah lama saya ingin masuk islam sejak saya mengenal kekasih saya 5 tahun yang lalu..
Dan sekarang saya sudah memantapkan hati, tidak ada keterpaksaan .. "
__ADS_1
Pak Penghulu menatap wajah Kevin yang terlihat mantap dan tanpa ada ke keraguan di matanya.