CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Kunjungan Ke Semarang


__ADS_3

Sesuai rencana. Pukul 4 sore Arlan dan Izza naik ke pesawat menuju semarang. Seperti biasa Arlan memesan kursi yang bersebelahan .


"Mau minum Za.. ?" Tanya Arlan saat seorang pramugari datang mendekat ke mereka.


"Boleh.. " Izza menoleh sebentar.


"Dingin atau panas.. ?"


"Anget... " Jawab Izza asal.


Arlan tertawa tipis meminta pada pramugari.


"Teh anget mbak 1 .. kopi 1.. "


"Iya mas, sebentar.. " Dengan cekatan sang paramugari langsung menuang yang di minta.


"Silahkan mas, mbak.. "


"Terima kasih mbak... " Ucap Arlan ramah.


Izza melirik sebal, baginya Arlan adalah tipe peramah pada semua orang.


Ehh apa perduli ku.. bodo amat..


"Ini Za... yang anget... " Gelas teh dia berikan pada Izza.


Izza mengambilnya tanpa mengucapkan terima kasih. Perlahan menyesapnya.


Beberapa saat kemudian, Izza merasa ingin ke toilet.


"Ar.. aku mau ke toilet.. "

__ADS_1


Arlan langsung bangun dari duduknya, memberi Izza jalan. Izza mencari arah toilet dan segera menuju ke sana.


Setelah selesai dia keluar pintu, merapikan bajunya . Terdengar suara dari depan toilet yang tertutup horden kain.


"Ehhh... kamu lihat mas yang duduk bangku no 5 .. ?"


"Yang pake kemeja biru itu.. " jawab satunya.


"Iya.. itu dokter loh, aku pernah ketemu dia di rumah sakit.. "


"Ganteng ya.. tapi sebelahnya tadi Siapany, apa pacarnya.. ?, ga da ramah-ramahnya.. manyun aja pas aku bikinin minum tadi. ga cocok banget sama Dokter tu yang ganteng dan ramah.. "


Izza menghela nafas kesal, xxxxxxx pun ternyata ada yang suka bergosip.


Dia melangkah santai melewati mereka yang langsung ternganga karna menggosip tentang Izza.


Izza hanya melirik tajam ke arah 2 orang berseragam dan melenggang ke arah tempat duduknya lagi.


Arlan bangun, memberi Izza jalan untuk kembali duduk .


"Kenapa.. ?" Arlan menoleh tiba-tiba ke arah Izza yang sedang memperhatikannya.


"Eehhh... gapapa... " Izza membuang pandangan ke sembarang arah.


Arlan tersenyum tipis menyenggol lengan Izza yang membuat si empunya tangan menoleh tajam.


"Jangan nyenggol-nyenggol.. bukan mukhrim.. " Galaknya.


"Berarti kalau udah mukhrim boleh donk.. " Di kedipkannya sebelah matanya yang langsung membuat Izza jengah.


"Ganjen..! "

__ADS_1


"Cuma sama kamu kok..suer... " Arlan mengangkat 2 hari ke atas.


Izza melengos menyembunyikan wajahnya yang sedikit merona. Tapi seketika langsung kembali datar mengingat orang yang bergosip tentangnya tadi.


Sekali lagi dia menoleh ke Arlan dan lelaki itu langsung mengangkat ke dua alisnya. Izza kembali membuang pandangan ke luar.


Lama-lama rasa kantuk pun datang, dia terlelap di sebelah Arlan yang langsung membawanya menyandar di bahunya.


Arlan mengusap lembut kepalanya yang berbungkus kerudung itu. Berusaha untuk tidak banyak bergerak agar Izza merasa nyaman.


45 menit kemudian, mereka turun untuk transit. Menunggu 1 jam lebih baru mereka melanjutkan perjalanan ke Semarang.


Sesampainya di semarang sudah habis maghrib. Jalanan mulai gelap. Ada rasa deg-degan di hati Izza. Dia begitu tegang. Mereka menaiki taksi menuju rumah kediaman orang tua Arlan.


Arlan beberapa kali melihat ke arah Izza yang tampak tegang dan pucat.


"Nyantai aja ya.. "


Izza hanya mengangguk pelan,menghela nafas panjang dan membuangnya perlahan.


"Kayak baru pertama aja.. " Sindir Arlan.


"Ini memang baru pertama kali Arlan.. " Sebalnya.


"Ohh ya.. terus yang dulu.. ?"


"Mertua ku yang dulu itu sahabatnya mama, mereka memang tiap tahun dateng ke rumah. . jadi aku udah kenal.. kan ini lain..


Gimana kalau orang tua kamu ga setuju.. ?"


Arlan hanya tersenyum tipis, mendekat ke arah Izza.

__ADS_1


"Setuju atau enggak.. aku tetap akan nikahin kamu.. " Bisiknya di telinga Izza yang langsung membuatnya menegang.


Arlan tertawa kecil menggigit jari tangannya karna berhasil menggoda Izza . Izza hanya melotot kesal. Kembali memandang jalanan kota yang sudah terliahat kelap kelip.


__ADS_2