
"Kevin... !!"
Lelaki sipit bernama Kevin langsung menoleh mencari sumber suara. Dan dari arah samping Izza datang dengan Nuri.
"Hai.. Ni... " Memandang sekilas ke arah Nuri.
"Siapa.. ?"
"Ohh ini Nuri... rekan kerjaku. . apa kamu sudah lama..?"
"Belum.. baru saja.. " Jawab Kevin.
"Hai.. kak.. " Sapa Nuri dengan senyum imutnya.
"Hai Nuri.. aku Kevin.. " Kevin mengulurkan tangannya ke arah Nuri.
"Salam kenal kak.. " Nuri menerimanya dengan sedikit tersipu.
Kevin menarik tangannya sambil tersenyum yang mampu membuat hati Nuri meleleh .
Izza yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya .
"Ayo Vin... kita makan dulu ya.. "
"Ayo.. " Kevin mulai berjalan mengikuti Izza.
Mereka memilih Restoran Korea BBQ di sebuah pusat beli belah terkenal.
"Kamu apa kabar Whani...?? "
Tanya Kevin saat mereka sudah duduk di kursi restoran.
"Alhamdulillah... kamu apa kabar.. ?"
"Aku ya gini.. kemarin aku ngajak Diana, tapi dia ga bisa karna ibunya sedang sakit.. " Terangnya.
"Iya kemarin Diana juga bilang ibunya sedang sakit.. nanti aku pulang njenguk beliau.. "
Nuri yang mendengar Kevin menyebut nama Diana langsung mulai menunduk sedih.
"Ahhh... ternyata udah ada gebetan.. malang nian basib mu Nuri.. "
"Apa kamu baik-baik saja.. ?" Kevin tampak memperhatikan wajah Nuri yang tiba-tiba tertekuk.
"Ahhh.. aku. aku baik-baik saja kak.. " Gelagapan dan kembali menunduk.
Kevin menarik bibirnya ke atas.
Tak lama makanan pun datang. Mereka tampak asik mengobrol sambil BBQ an.
Nuri yang masih canggung hanya memakan makanannya pelan.
"Kamu mau udang.. ?"
Nuri kembali gelagapan saat Kevin menawarkan udang yang sudah matang padanya. Dia langsung menoleh ke Izza, di lihatnya Izza tersenyum mengangguk.
"Boleh kak.. " lirihnya .
Kevin tersenyum meletakkan beberapa ekor udang di piring Nuri.
"Kamu imut banget sih. . kalau malu-malu gitu.. "
Wajah Nuri langsung memerah, semerah udang yang ada di piringnya. Izza hanya mengulum senyum dan meraih ponselnya karana berdering .
"Ya.. Assalamualaikum.. " Sapanya.
"Waalaikum salam.. kamu lagi di mana.. ?" Tanya Arlan di VC.
__ADS_1
Izza langsung mengarahkan kamera pada Nuri juga Kevin.
"Lagi makan sama Kevin.. sama Nuri.. "
"Siapa Kevin.. ?"
"Temenku dari batam.. "
Tampak lah wajah kesal Arlan di sana. Dan Izza menangkapnya.
"Ada yang salah Ar.. ??"
"Tidak... ya sudah . nikmati makan mu.. aku mau istirahat.. "
"Kamu baru pulang Ar.. ?"
Lelaki itu hanya mengangguk lemah sambil memandangi wajah Izza di layar ponselnya.
Hatinya bergejolak melihat Izza mau makan keluar dengan lelaki lain, meski tidak hanya berdua.
"Ya sudah.. istirahat dulu.. " Izza langsung memberikan senyum manisnya yang mampu membuat jiwa Arlan meronta.
"Baiklah.. Assalamualaikum.. "
"Waalaikum salam.. "
"Siapa.. ??" Tanya Kevin saat Izza sudah mengahiri panggilannya.
"Arlan.. " Izza menyimpan kembali ponsel miliknya di tas.
"Apa kamu punya teman baru di sini .. ?"
Nuri tampak memperhatikan raut wajah Kevin.
"Hehe... sebenarnya teman lama. Dan baru berjumpa kembali.. "
Senyum manis terulas di bibir Kevin hingga membuat Nuri tersendak.
"Hati-hati Nuri... " Izza memberikannya segelas air putih dan Nuri langsung meminumnya. Dan dari kaca tembus pandang itu. Dia kembali memperhatikan Kevin, sialnya Kevin seperti tahu justru ikut memandang ke arahnya.
Nuri langsung membuang pandangan ke samping.
"Nuri... !" Sapa seseorang dari samping.
Dia menoleh dan langsung berdiri.
"Sedang apa kamu di sini.. ?"
Lelaki itu langsung memperhatikan Kevin juga Izza.
"Aku.. aku sedang menemani mbak Za.. " Jawab Nuri dengan wajah panik.
Lelaki itu langsung menatap Izza,
"Dia datang bersamaku.... "
"Ohh.. apa sudah selesai.. ? aku akan menghantarmu pulang.. " Lelaki itu langsung meraih tangan Nuri.
"Ak.. aku tidak mau Wahyu... " Nuri menghempas tangan lelaki yang bernama Wahyu itu.
Lelaki berperawakan besar dan brewok itu langsung menatap tajam. Membuat Nuri mengkerut.
Kevin tampak memperhatikan semuanya. Termasuk raut wajah ketakutan Nuri.
"Dia datang bersamaku bang.. nanti aku juga yang akan menghantarnya pulang.. " Izza langsung meraih tangan Nuri dan mengajaknya duduk.
"Aku ingin kamu pulang bersamaku Nuri... !!" Wajah Wahyu sudah tak bersahabat lagi.
__ADS_1
Bersamaan itu seorang wanita cantik datang.
"Kamu ngapain di sini .. ?" Tanya wanita itu sambil menatap Nuri tajam.
Nuri kembali memucat saat tahu wanita yang datang adalah istri pertama Wahyu.
"Ayo pulang ... kenapa keluyuran malam-malam.. " Wanita itu berusaha menarik tangan Nuri.
Wahyu tampak menyeringai saat Nuri akhirnya mau ikut dengan Istrinya .
"Mbak Za... aku pulang dulu.. " Pamit Nuri. Dia sedikit menoleh ke arah Kevin dan menganggukkan kepala. Sebelum akhirnya melangkah pergi.
Izza langsung kembali terduduk, mengurut keningnya yang ikut pening.
"Sebenarnya ada apa.. ? Whani dia.. sudah menikah.. ?" Tanya Kevin setelah sedari tadi kebingungan.
Izza menghela nafas panjang. Dia jadi teringat setahun yang lalu gadis belia cantik tiba-tiba datang ke tokonya sambil menangis.
"Belum Vin... dia belum menikah. Baru jadi calon istri ke 3 Bang Wahyu.. "
Kevin tampak tercengang. Tidak percaya dengan kenyataan itu.
"Tapi dia.. dia masih muda Ni.. "
"Demi mengobati neneknya yang sakit-sakitan dia rela jadi istri ketiganya.. "
"Kenapa kamu tidak menolongnya Ni.. ?" Kevin menyandarkan tubuhnya menatap lekat ke arah Izza.
"Aku sudah menawarkan diri untuk melunasi hutangnya pada bang Wahyu untuk berobat neneknya Vin..
Tapi dia menolak, dia juga memikirkan setiap bulan butuh uang untuk neneknya cuci darah..
Wahyu menyanggupi semuanya tapi meminta dia jadi istri ke 3 nya. Dan Nuri memberi syarat akan menikah di umur 20 tahun"
Kevin jadi merasa kasihan, apalagi lelaki yang ternyata berbadan besar itu tampak sangar hingga Nuri ketakutan.
"Nuri tu sebenarnya sangat periang.. Toko ku juga jadi ramai sejak ada dia. . " Izza mulai menyedot jus jeruknya.
"Aku jadi kasian Ni.. " Kevin menunduk menghela nafas panjang.
"Apa lagi aku Vin... Aku akan kembali membujuknya nanti.. "
"Berapa umurnya sekarang.. ?" Rupanya Kevin memang sangat simpati pada Nuri.
"Bulan depan dia 20 tahun.. makanya aku slalu mengajaknya jalan-jalan. Agar dia tidak begitu tertekan.. "
Tak lama mereka pun mengahiri makannya dan pulang. Kevin menghantar Izza dengan menaiki taksi.
"Ni.. Apa kamu masih betah sendiri.. ?"
"Kamu sendiri bagaimana.. ?"
"Aku masih menunggu mu.. " lirih Kevin.
"Jangan menungguku Vin.. carilah wanita lain. . Aku sudah bilang, aku sudah mengangapmu saudaraku sekarang. Lupakan kisah kita dulu.. "
Kevin langsung terdiam. Hingga sampailah mereka di depan rumah Izza.
"Aku turun dulu Vin.. makasih traktirannya.. "
Kevin hanya tersenyum dan mengangguk, Izza langsung turun. melambai ke arah Kevin.
Taksi kembali berjalan meninggalkan Izza yang masih mematung di sana.
"Maaf Vin... aku ga mau nyakitin kamu untuk ke dua kalinya.. "
Izza mulai melangkah masuk ke rumahnya.
__ADS_1