CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Salah Paham


__ADS_3

Arlan masih mematung di pintu melihat interaksi Izza dengan seorang lelaki di depannya.


"Kekasih.. ?"


Keduanya tampak menoleh ke arah Arlan.


"Selamat datang Dokter.. wah hari ini bawa apa.. ?"


Nuri lebih dulu menyapa ramah pada Arlan.


Arlan menyerahkan kantong makanan pada Nuri.


"Aku pergi dulu. . "


"Loh.. kok buru-buru Dokter.. ?" Nuri tampak bingung melihat Arlan sudah berbalik dan pergi dari tempat itu menuju mobilnya.


"Terimakasih dokter... !!"


Kevin terus memandangi Nuri yang melepas Arlan dengan tatapan kecewanya. Sedang Izza hanya terlihat santai.


"Siapa dia.. ?"


"Dia Arlan.. " Terang Izza.


"Yang kemarin menelpon mu .. ?"


"Iya.. ya udah aku masuk dulu ya.. " Izza mulai berjalan menuju ruangannya.


"Ohh.. iya... " .


Tinggalah di sana hanya Nuri dan Kevin, keduanya sempat saling memandang. Sebelum kemudian Nuri menarik tanda Close karna sudah jam makan siang.


Nuri membuka meja lipat, meletakkan makanan yang di beri oleh Arlan. Mengambil minum dan langsung duduk bersiap untuk makan.


"Mau makan kak.. ?"


Suara Nuri membuat Kevin tersadar dari kesibukannya memperhatikan Nuri.


"Ahh tidak.. makanlah.. "


Kevin berlalu ke luar dari toko. Nuri menghela nafas panjang.


Lelaki itu terlalu sempurna untuk dia kagumi. Dengan mata sipit, wajah oriental dan badan tegapnya.


Nuri hanya mampu mengaguminya, lelaki yang baru beberapa jam tadi dia kenal.


.


Arlan melajukan mobilnya melesat jauh. Dengan tujuan yang tak tahu harus kamana. Dia hanya ingin pergi dari kenyataan yang tadi dia dengar.


"Siapa lelaki itu sebenarnya..


Kenapa terlihat akrab dengan Izza.. ?"


Karna bingung mau kemana, dia memutuskan kembali ke tempat kerjanya. Dia langsung di sambut dengan deretan jadwal Visite pasien.


Hingga melupakan makan siangnya .


Pukul 7 Arlan melangkah gontai menuju mobilnya untuk kembali ke rumahnya. Saat dia memarkirkan mobilnya terlihat ada seseorang yang duduk di depan rumahnya.


"Syifaa.. " Arlan menutup pintu mobilnya dan berjalan mendekat .

__ADS_1


Syifa berdiri dan menarik bibirnya.


"Kamu baru pulang Ar.. ?"


"Iya.. kamu ngapain kesini.. ?"


"Aku mau pamit sama kamu Ar.. aku minta pindah tugas ke Sulawesi.. " Ucapnya sambil menunduk sedih.


Arlan menghela nafas pelan, gadis ini mengikutinya hingga ke Pekan Baru. Dan sekarang memilih pergi dan pindah tugas, setelah hubungan mereka berakhir.


"Maaf kan aku Fa.. "


"Aku mengerti Ar.. aku hanya berharap, kita tidak akan bertemu lagi nanti kedepannya.. "


"Aku mendo'akan mu selalu Fa.. Semoga kamu lekas menemukan pengganti lebih baik dari aku .." Tulus Arlan berucap.


Syifa mengangguk dan menyeka air matanya.


"Boleh aku memeluk mu Ar.. ??"


Arlan tersenyum membuka kedua tangannya dan Syifa langsung menghambur memeluknya sambil menangis.


"Aku masih mencintaimu Ar.. huhu... "


Bertepatan itu Izza turun dari taksi tepat di depan rumah Arlan. Melihat keduanya berpelukan erat. Izza juga melihat Arlan membelai rambut wanita itu lembut.


Tiba-tiba dia menjadi salah tingkah, merutuki kedatangannya yang tidak pada waktu yang tepat.


Aku ga akan kesini kalau bukan karna papa..


apa aku pulang saja..


Izza mulai berbalik melangkah pergi. Hingga di ujung jalan besar dia menyetop taksi untuk menghantarnya pulang.


"Hallo.. Assalamualikum Pa... "


"Waalaikum salam.. gimana sayang.. ?"


"Maaf pa, Arlan ga bisa ikut pulang.. dia.. dia sibuk.. "


"Ohh ya.. apa kamu sudah menemuinya.. ?"


"Sudah pa.. ini aku baru pulang.. "


"Ya sudah lah.. "


Terdengar suara papa tampak kecewa.


"Mungkin lain kali Arlan bisa datang pa.. " hibur Izza.


"iya nak.. ya sudah kamu istirahat.. Assalamualikum.. "


"Waalaikum salam.."


Izza meletakkan ponselnya di meja. Sore tadi Papanya menelpon menyuruh Izza pulang untuk perayaan Anniversary pernikahan mereka. Papa juga berpesan untuk mengajak langsung Arlan.


Sayangnya ponsel Arlan tidak aktif saat izza mebghubunginya, dan dia memilih menemuinya di rumah sakit. Dan ternyata Arlan sudah pulang. Untungnya salah satu perawat mau memberikan alamat rumahnya.


Izza menyiapkan apa yang akan dia bawa. Juga mencari tiket pesawat besok pagi.


"Nuri... besok mbak mau pulang dulu ke batam. ."

__ADS_1


"Iy mbak .. kok mendadak.. ?"


"Iya.. ada acara keluarga.. Besok Juan juga masih Cuti. Kamu buka setengah hari saja. . menyiapkan pesanan Nona Clarista.Setelah itu kamu boleh tutup.. "


"Baik mbak.. "


"Ada apa-apa tolong hubungi saya ya.. "


"Iya mbak.. "


Sambungan pun berakhir, Izza segera membersihkan dirinya dan istirahat.


.


Rumah Arlan


"Hallo.. Assalmualikum om.. "


" Waalaikum salam.. Arlan, apa kamu sibuk besok.. ?"


"Tidak Om.. ada apa ya.. ?"


"Om meminta Izza mengundangmu untuk datang dia acara om dan tante. Ya Acara Syukuran saja. Tapi tadi kata Izza kamu sibuk.. apa benar.. ?"


Arlan mengusap rambutnya pelan, apa maksutnya tadi Izza kesini. Karna ponselnya sedari tadi mati.


"Ohh... saya ternyata besok pertukaran sift. saya libur Om.. "


"Ohhh... dasar anak itu.. hehe..


Ya sudah Ar.. datanglah ke rumah om besok. jika kamu tidak sibuk.. "


"InsyaAllah Om.. "


"Oh iya.. bagaimana perkembangan hubungan mu dengan Izza.. ?"


"Masih sama om.. oh iya om, maaf apa izza punya kekasih.. ?"


"Tidak... setahu om tidak ada. Dia menutup diri sejak kematian Reihan.. "


"Tapi tadi ada lelaki berperawakan keturunan cina datang ke tokonya.. mereka tampak akrab sekali.. "


"Haha. mungkin itu Kevin. ya.. dia mantan dulu sebelum izza menikah dengan Reihan.. Hubungan mereka memang baik. Izza menganggapnya saudara.. mereka berteman baik dengan Diana juga.. "


"Ohh begitu.. " Arlan tampak lega.


"Apa kamu sedikit khawatir sekarang. ? "


"Tadi memang iya.. " lirih Arlan malu.


Dan Fahat tampak tertawa di sana.


"Om sudah mengizinkan kamu mendekati anak om, Arlan.. sekarang tinggal bagaimana kamu berusaha meyakinkannya .. "


Setelah merasa cukup mengobrol, panggilan pun berakhir. Arlan menghubungi tempat dia bekerja.


"Benar dok, tadi seorang wanita datang kesini mencari dokter tak lama setelah dokter pulang.. dan dia meminta alamat rumah dokter karna ponsel dokter tidak bisa di hubungi.. " terang suster yang bertugas .


"Ok.. terima kasih Sus.. "


Arlan segera membuka CCTV rumahnya. Dan memang benar, Izza tadi datang saat dia sedang memeluk menenangkan Syifa.

__ADS_1


Segera di raihnya ponselnya, menghubungi Izza. Tapi sampai 3 kali panggilan tidak di jawab.


"Apa dia sudah tidur.. ?"


__ADS_2