Demi 9 Juta, Aku Jadi Istri Ke 2

Demi 9 Juta, Aku Jadi Istri Ke 2
Beri aku waktu sebentar lagi


__ADS_3

"Apa yang ada di pikiranmu, Gis! Kita menikah baru beberapa hari, dan itupun keluargamu tidak ada yang tau tentang pernikahan ini. Dan sekarang, dengan mudah nya kau minta pisah dariku?! Apa kau ingin menikah berulang kali? kau ingin tubuhmu itu di nikmati oleh pria lain lagi?! Kesal Bobby.


Degg....


Ucapan Bobby membuat Giska terdiam. Memang benar semua nya, di usia nya yang belum genap 18 tahun, sudah 2 pria yang sudah menjamah tubuh nya. Jika ia benar pisah dengan Bobby, kemungkinan suatu saat nanti ia akan kembali menikah dengan pria lain, dan itu artinya, bertambah 1 pria lagi yang menjamah tubuh nya. Tetapi, jika ia tetap bertahan, itu artinya ia akan semakin membuat hati Tia hancur.


"Ya Tuhan... Pilihan macam apa ini? kenapa kau menempatkanku di posisi seperti ini?" ucap Giska dalam hati.


Giska lagi-lagi terdiam. Ia berpikir, apa kesalahannya selama ini? kenapa hidup nya menjadi rumit seperti ini. Pikiran nya pun menjalar kemana-mana. Ia bingung harus berbuat apa saat ini. Di satu sisi, ia ingin segera terbebas dari pernikahan ini, karena ia merasa bersalah kepada Tia. Ia tak ingin menambah dosa karena mengganggu rumah tangga orang lain. Sedangkan di sisi lain, ia juga masih bingung dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya nanti.


"Aku tidak bisa egois seperti ini. Aku tidak bisa mementingkan diriku sendiri dan mengorbankan perasaan orang lain." Meskipun sempat terdiam lama, Giska pun kembali pada keputusan nya di awal.


"Hidupku, itu adalah urusanku. Mau seperti apa nanti nya, itu semua menjadi urusan ku. Aku sadar ini semua sudah terjadi, tetapi, ini semua masih belum terlambat untuk kita menyudahi pernikahan ini." Ucap Giska. Ia berusaha menguatkan hati dan pikiran nya. Ia merasa apa yang ia lakukan ini sudah benar. Ia ingin melihat rumah tangga Bobby dan Tia kembali utuh.


Kenapa ia bisa berpikir seperti ini? ia menganggap hidupnya sudah tak berarti lagi, setelah apa yang sudah ia alami selama ini. Ia benar-benar belum bisa berdamai dengan masa lalu nya.


"Kenapa kau tak bisa berpikir jernih! Apa kau ingin menjadi seperti temanmu itu, siapa namanya? ah, siapapun nama nya itu tidak penting. Apa kau ingin seperti dia? haa?!" nada suara Bobby meninggi. Kedua mata Bobby pun memerah, nampak kekecewaan di dalam sana.


Giska menggelengkan kepala nya. Ia pun menjadi mengingat Trias. Ia dan Trias memiliki masa lalu yang sama, yaitu di lecehkan oleh Bapak nya sendiri. Dan karena masa lalu itu, kini Trias malah menjadi semakin hancur, karena bekerja sebagai wanita yang bisa di pesan oleh para pria. Di usia 18 tahun ini, Trias rela tidur dengan berbagai pria, hanya untuk memenuhi hasrat nya sendiri dan juga untuk mendapatkan uang. Saat ini yang ada di pikiran Giska ialah, ia tak mau jika sampai seperti Trias.


"Kenapa kau sangat ingin berpisah dariku, jika kau tak ingin seperti temanmu itu!?


"Ini semua demi rumah tangga kalian, Bli! Bukan karena aku ingin menjadi seperti Trias. Bahkan memikirkan nya pun, aku tidak mau. Aku tidak akan membiarkan pria manapun menyentuhku lagi! Apa Bli, pikir aku wanita yang dengan mudah nya mau memberikan tubuhku ini?! Apa Bli lupa, dengan Bli saja aku mati-matian menolak, meskipun akhirnya aku tak bisa mempertahankannya." Giska menunduk. Air mata nya pun sesekali masih menetes.


"Jangan seperti ini, Gis." Bobby langsung menarik Giska ke dalam dekapan nya. "Aku tidak ingin menghancurkan hidupmu, Gis. Aku mencintaimu, aku ingin kau menjadi milikku selama nya, Gis. Aku tidak ingin kehilangan dirimu." Bobby memeluk Giska dengan sangat erat. Kecupan demi kecupan ia daratkan di puncak kepala Giska.

__ADS_1


"Lepaskan, Bli!" Giska berontak.


"Jangan seperti ini lagi, pikirkan perasaan Bu Tia." Giska berusaha melepas pelukan Bobby. Namun, Bobby malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"Giska, percayalah padaku. Sekali ini saja, mengertilah. Aku ingin hidup bersama mu sampai napasku terhenti. Aku ingin kita hidup seperti yang lain nya. Aku ingin megenal orang tua mu, dan aku ingin mengenalkanmu pada kedua orang tuaku."


"Beri aku waktu sebentar lagi, untuk menyelesaikan semua ini. Aku akan menjelaskan semua nya padamu, tentang bagaimana kehidupanku selama ini, jika kau bersedia mendengarkan nya." Bujuk Bobby.


"Lepaskan, dulu!" suara Giska terdengar berat.


"Aku akan terus memelukmu seperti ini, sampai kau mau mendengarkan ku." Ujar Bobby.


"Aku sulit bernapas. Jika napasku habis, bagaimana bisa aku mendengarkanmu, nanti." Celetuk Giska, masih dengan suara berat. Seketika Bobby langsung melepas pelukan nya.


Sontak Giska memalingkan wajah nya. Dada nya berdebar-debar. Entah kenapa saat melihat Bobby menggigit bibir bawah nya, rasanya seolah Bobby akan menerkam nya saja.


"Katakan, apa yang ingin Bli Bobby katakan. Aku akan mendengarkan nya." Ucap Giska kemudian.


"Berjanjilah, setelah aku mengatakan segala nya, kau tidak boleh lagi membicarakan kata pisah." Pinta Bobby, kedua mata nya nampak memohon kepada Giska.


"Aku tidak bisa berjanji, Bli. Aku tetap tidak ingin menjadi orang ketiga di dalam pernikahan kalian."


"Gis, please..." Bobby memelas.


Giska menghela napasnya, "Ayo katakan."

__ADS_1


Entah darimana datangnya keberanian Giska. Sejak tadi ia nampak berani menuntut Bobby. Dan heran nya, hari ini Bobby nampak lebih mengalah dari Giska. Bukan mengalah untuk menyerah, ia mengalah dalam artian untuk mempertahankan rumah tangga nya dengan Giska, yang masih berumur beberapa hari ini.


"Baiklah, Gis. Akan ku beritahu segalanya."


Bobby pun mulai menceritakan kehidupan nya bersama Tia selama 5 tahun terakhir ini. Ia menceritakan segalanya, apa yang pernah ia simpan rapat-rapat di dalam hati nya, ia ceritakan semua kepada Giska. Emosi Bobby kian memuncak saat Bobby menceritakan tentang Tia yang sudah menghianatinya sejak 4 tahun yang lalu, dan bagaimana cara ia memendam segala kepedihan di hatinya selama ini.


Giska pun sampai melongo mendengar semua fakta tentang suami serta istri pertama suami nya. Antara percaya dan tidak percaya, Giska mencoba mencerna semua kata yang Bobby ucapkan. Saat melihat Bobby sampai terbawa emosi seperti ini, hati Giska seolah ingin mempercayai semua yang Bobby katakan. Tetapi, lain dengan pikiran Giska, pikiran nya menyuruhnya untuk tidak langsung percaya begitu saja, mengingat ia masih belum lama mengenal Bobby.


"Sekarang katakan, Gis! Dimana letak kesalahanku untuk hal ini?" tanya Bobby, setelah ia mengutarakan semua nya kepada Giska. Giska adalah orang ke 2 yang ia beritahu tentang keadaan hati nya selama ini. Setelah ia memberitahu semua kepada Tia, pagi tadi.


"Tatap aku, Gis. Apa setelah mendengar semua ini, kau tetap ingin meninggalkanku?" Bobby menatap Giska dengan kedua mata nya yang memerah.


.


.


.


Bersambung...


Maaf ya telat update nya. seharian ini suami agak rewel, jadi ketunda nulis nya.. maaf sekali lagi..🙏🙏


Terimakasih atas semua dukungan dan vote yang kalian berikan...❤️❤️❤️


Love u❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2