Demi 9 Juta, Aku Jadi Istri Ke 2

Demi 9 Juta, Aku Jadi Istri Ke 2
Aku tidak akan menolak lagi


__ADS_3

"Apa yang membuatmu takut kepadaku? Aku ini suami mu. Kita sudah pernah melakukan ini, bukan? bahkan tak hanya sekali saja, tetapi sudah beberapa kali. Kenapa kau masih takut, Gis?"


"I-itu hubungan kita..." Giska tak meneruskan ucapan nya.


"Jadi kau masih berpikir bahwa kita akan berpisah?" tanya Bobby seraya menatap Giska lekat-lekat.


Giska mengangguk.


"Stop berpikir seperti itu, Gis! Sudah berulang kali ku katakan, kita tidak akan berpisah! Sedikit saja kau percayalah padaku. Aku benar-benar mencintaimu, aku ingin menjadikanmu milikku selama nya. Kau harusnya tau, aku jauh-jauh datang kesini, untuk menyusulmu. Bahkan aku juga sudah meminta restu langsung kepada Bapak mu. Apalagi yang kau ragukan dari diriku, Gis?" Bobby sedikit kecewa dengan sikap Giska.


"Aku kan tidak meminta Bli Bobby datang kemari. Aku juga tidak minta Bli Bobby menemui Bapak, bukankah aku juga sudah melarang Bli Bobby untuk menemui Bapak, tapi Bli Bobby masih ngotot datang ke rumah." Celetuk Giska.


"Ohhh, jadi begitu ya? Disini hanya aku yang berusaha memperjuangkan dan mempertahankan pernikahan kita. Kenapa aku begitu bodoh? Sudah jelas kau tidak ingin pernikahan ini tetap bertahan, tapi aku masih saja berusaha mempertahankan nya."


"Ckc... Sebagai suami aku hanya ingin meminta hak ku kepadamu, tapi sikapmu sudah menunjukkan betapa bodohnya aku. Sekarang terserah kau mau apa! Aku tidak mendapatkan hak ku di sini, maka aku akan mencari nya ke tempat lain!" Seru Bobby, ia terlihat sangat kesal. Ia pun berlalu pergi meninggalkan Giska di kamar itu.


"Tu-tunggu! Bukankah kita mau pulang ke Bali?" Giska bertanya, saat Bobby berjalan keluar kamar. Namun, Bobby sama sekali tak memperdulikan pertanyaan Giska. Ia terus saja berjalan sampai Giska tak bisa melihatnya lagi. Entah kemana dia pergi, yang pasti saat ini ia sangat kesal dan juga kecewa dengan sikap Giska.


Sementara di dalam kamar, Giska nampak kebingungan. Ia juga ketakutan, bagaimana bisa Bobby meninggalkan nya di tempat seperti ini, seorang diri?


"Apa aku sudah sangat keterlaluan ya? Apa perkataanku ada yang salah? Kurasa tidak, tapi kenapa dia sampai semarah ini?" Tanya Giska dalam hatinya.


"Kenapa semua jadi seperti ini? Aku harus bagaimana? Apa Bli Bobby langsung pulang ke Bali ya? Tapi kenapa dia meninggalkanku di sini sendiri? Apa lebih baik aku berangkat ke Bali sendiri ya? Tapi, kalau aku berangkat sekarang dan ternyata Bli Bobby belum pulang ke Bali, bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?" Banyak pertanyaan memenuhi pikiran nya.


"Coba ku telpon saja." Giska pun meraih ponsel yang ada di dalam tas nya. Saat ponsel sudah berada di tangan nya, ia pun langsung menekan nomor Bobby, lalu memanggilnya.


Tutt.... Tutt....


Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini.


"Kok di tolak?"


Giska pun mencoba menelpon nya kembali.


Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini.


Berulang kali ia mencoba menelpon Bobby, tapi Bobby terus saja menolak panggilan nya. Ia pun mengirimkan beberapa pesan kepada Bobby.

__ADS_1


Bli Bobby, maafkan aku jika perkataan ku melukai hatimu. Sekarang Bli Bobby ada dimana? Kenapa telponku di tolak terus? ~ Giska.


Bli, aku harus apa? aku tetap menunggu di sini atau aku harus berangkat ke Bali sekarang juga? ~ Giska.


Tolong jangan diam seperti ini, Bli. Kalau Bli Bobby tidak ingin bicara padaku, setidaknya tolong balas pesanku. Katakan apa yang harus ku lakukan? Aku tetap di sini atau bagaimana? ~ Giska.


Aku menunggu 15 menit, kalau dalam 15 menit Bli Bobby tidak datang atau pun tidak membalas pesanku, aku anggap Bli Bobby sudah berangkat ke Bali, dan aku juga akan pergi dari sini lalu berangkat ke Bali naik Bus! Ingat, hanya 15 menit! ~ Giska.


Itulah rentetan pesan yang Giska kirimkan. Ia pun memutuskan untuk menunggu selama 15 menit, kalau dalam 15 menit Bobby masih tidak ada kabar, maka itu artinya ia harus berangkat sendiri. Usai mengirimkan pesan-pesan itu, Giska terus saja menatap ponsel nya. Pandangan nya tak beralih sedikitpun dari ponsel yang ia pegang. Ia berjalan mondar mandir di dalam kamar itu sembari menatap layar ponsel nya.


5 menit berlalu...


Ting...


Ting...


Ada dua pesan masuk di ponsel Giska. Dengan cepat Giska pun langsung membuka isi pesan itu.


15 menit? Bagaimana bisa aku bersenang-senang hanya dalam waktu 15 menit? ~ Bobby.


Jangan berangkat sendiri! Tunggulah aku, aku akan kembali ke sana 5 jam lagi. Biar ku tuntaskan dulu keinginanku bersama gadis lain, di sini. ~ Bobby.


"Apa ini maksud nya? Dia meninggalkanku di sini sendiri, sementara dia bersenang-senang dengan gadis lain di luaran sana! Dasar semua pria memang sama saja!" Giska menggerutu kesal.


"Ini tidak bisa di biarkan!" Gumam nya, ia pun langsung menulis pesan balasan untuk Bobby.


Tidak! Cepatlah kemari! Bli Bobby tidak bisa melakukan itu dengan gadis lain! Ingatlah, Bli Bobby sudah memiliki istri, bahkan ada dua istri! Jangan menjadi pria nakal! Cepat pulang! ~ Giska.


"Kenapa dia tak membalasnya lagi? apa jangan-jangan mereka sudah mulai melakan itu? Tidak, tidak, tidak! Ini tidak boleh terjadi." Monolog Giska. Ia pun langsung menelpon Bobby, karena sudah 2 menit lebih Bobby tak membalas pesan nya.


Tutt... Tuttt ...


Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini.


"Di tolak lagi? Dasar Bli Bobby suami nakal!" Giska menggerutu kesal. Ia pun akan mencoba menelpon Bobby kembali, namun, saat ia akan menelpon tiba-tiba ada pesan balasan dari Bobby. Ia pun segera membuka nya.


Ya, kau benar, aku sudah memiliki istri. Tapi istriku sendiri tidak mau memberikan hak ku. Jadi ya aku terpaksa mencari gadis lain yang mau menampungku. ~ Bobby.

__ADS_1


Kau jangan menggangguku lagi, biar ku selesaikan ini dulu, baru nanti aku akan kesana menjemputmu. ~ Bobby.


"Dasar pria ini!!!"


Jangan! Baiklah, lakukan saja denganku. Aku tidak akan menolak lagi. Ayo cepat kesini! Jangan sampai melakukannya dengan gadis lain! ~ Giska.


Ting...


Sungguh? Apa kau tidak bohong? ~ Bobby.


Iya.... Aku berjanji. ~ Giska.


"Enak saja dia mau tidur dengan gadis lain, sementara dia sudah punya istri. Dasar Bli Bobby nakal!" Gerutu Giska. Biar sudah Giska sudah memutuskan untuk tak lagi menolak Bobby. Ia akan melakukan apa yang Bobby inginkan. Entah kenapa, hatinya terasa sakit saat mengetahui Bobby sedang bersama gadis lain, saat ini. Padahal sebelumnya, saat Bobby mendekatinya ia selalu ketakutan, akan bayang-bayang itu.


Di tempat ini Giska tengah gugup bercampur kesal karena menunggu Bobby. Namun di tempat lain, Bobby tengah tersenyum senang. Ia bahkan membayangkan bagaimana wajah Giska saat ini. Sejak tadi ia mengerjai Giska, sebenarnya ia tak benar-benar pergi. Ia hanya duduk di dalam mobil nya, yang masih terparkir tak jauh dari kamar nya.


Ya, saat ia berdebat dengan Giska tadi, ia memang sempat kesal. Tetapi, ia kembali sadar, bahwa jika ingin memiliki Giska, ia harus benar-benar sabar menghadapi sikap Giska yang keras kepala, dan suka berubah-ubah. Jika saja hari ini ia termakan oleh emosinya sendiri, maka perjuangan untuk memenangkan hati Giska akan sia-sia.


Dan berkat ulah jailnya hari ini, Bobby menyadari satu hal, yaitu ada sedikit perasaan cinta untuknya di hati Giska. Karena kalau tidak, mungkin Giska tidak akan menghentikan niat Boby untuk tidur dengan gadis lain. Entah itu cinta atau komitmen atas ikatan pernikahan. Tapi apapun itu, Bobby tetap merasa bahagia karena ia menganggap ini adalah sinyal cinta dari Giska.


"Tunggu aku, Sayang." Ucap Bobby. Ia pun langsung keluar dari mobil, lalu berjalan ke arah kamar yang sudah ia sewa bersama Giska.


Ceklekk....


Bobby membuka pintu kamar itu, lalu ia pun masuk ke dalam. Tak lupa ia pun langsung menutup dan mengunci pintu itu. Ia melihat Giska tengah duduk di tepi ranjang sembari memegangi ujung baju nya.


"Bli Bobby..."


"Ya, aku langsung datang saat kau memintaku kesini, Gis." Ucap Bobby, seraya berjalan mendekat ke arah Giska.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Tunggu next part ya😁😁😁


__ADS_2