
Area 21+++++++
Buat yg belum cukup umur, mohon di skip aja ya🙏😂😂😂
🌹🌹🌹
.
.
.
"Tunggu aku, Sayang." Ucap Bobby. Ia pun langsung keluar dari mobil, lalu berjalan ke arah kamar yang sudah ia sewa bersama Giska.
Ceklekk....
Bobby membuka pintu kamar itu, lalu ia pun masuk ke dalam. Tak lupa ia pun langsung menutup dan mengunci pintu itu. Ia melihat Giska tengah duduk di tepi ranjang sembari memegangi ujung baju nya.
"Bli Bobby..."
"Ya, aku langsung datang saat kau memintaku kesini, Gis." Ucap Bobby, seraya berjalan mendekat ke arah Giska.
Giska pun beranjak berdiri, ia menatap Bobby dengan kesal. "Wahh, bagus ya, sudah punya istri masih mau jajan di luar! Dasar tidak berperasaan!" Giska memukul dada Bobby dengn cukup keras. Hatinya menjadi kesal saat melihat Bobby, mengingat pesan yang Bobby kirimkan tadi. Rasa takut dan kegugupan nya seketika menghilang begitu saja.
Bobby terkekeh melihat Giska memukul serta mengomel seperti ini. Ia pun menangkup kedua tangan Giska, "Kau marah?" tanya Bobby. Entah kenapa ia melontarkan pertanyaan konyol seperti ini. Sudah jelas Giska marah, masih saja ia bertanya marah atau tidak.
"Iya lah aku marah. Bli Bobby sudah keterlaluan." Giska mencoba berontak. Tangan nya ingin sekali memukuli Bobby lagi, namun apa daya, tangan nya sudah di pegang erat oleh Bobby.
"Kenapa harus marah?"
"Ya karena aku kan masih istrinya Bli Bobby." Jawab Giska tanpa menatap Bobby.
"Istri karena terpaksa, bukan?" sindir Bobby.
"Apapun itu, Bli Bobby tetap tidak boleh berbuat seperti itu! Jangan sekali-kali bermain api dengan gadis di luaran sana!" Seru Giska.
"Kenapa memangnya jika aku melakukan itu dengan gadis lain? Bukankah kau sendiri tidak ingin melakukan itu denganku? Kau juga tidak mencintaiku, kan?" Bobby menaikkan alisnya.
"Ya pokoknya tidak boleh! Lakukan saja denganku, aku tidak akan menolak lagi. Aku akan menuruti setiap keinginan Bli Bobby, asalkan Bli Bobby tidak jajan di luar. Aku tidak ingin Bli Bobby seperti teh celup, celup sana celup sini! Sudah punya istri dua juga masih saja mau di mencari lubang baru! Suami macam apa Bli Bobby ini!" Kekesalan Giska kembali menguasai dirinya. Ia bicara lancar sekali, seolah setiap katanya mengalir begitu saja tanpa ia pikirkan.
Haa... Ha.... Ha....
Tawa Bobby pecah seketika, ketika ia di samakan dengan teh celup oleh Giska. Entah darimana Giska mendapatkan kata-kata itu. Bisa-bisa nya seorang Bobby di samakan dengan teh celup oleh istrinya sendiri.
"Kenapa tertawa? Tidak ada yang lucu!" Kesal Giska.
Bobby merangkul Giska, tangan nya ia letakkan di pundak Giska, ia pun menatap wajah Giska dengan begitu dekat, wajah mereka hanya berjarak 3 senti saja. "Kau yang lucu, Gis. Darimana kau bisa mendapat kata-kata teh celup?" tawa Bobby masih belum memudar sepenuhnya.
"Dari Trias. Trias pernah cerita, Bos nya suka berganti-ganti wanita, setiap ada Waitress baru di cafe itu, selalu saja di pakai oleh Bos nya. Katanya, sekarang tidur dengan wanita A, nanti dengan wanita B, terus besoknya dengan wanita C. Semua wanita di coba satu-satu oleh Bos nya itu. Aku tidak ingin Bli Bobby seperti itu, yang celup sana celup sini." Jawab Giska polos.
__ADS_1
"Si Trias menceritakan tentang Bos nya yang suka ganti-ganti pasangan, dia sendiri juga seperti itu, bukan? Suka tidur dengan banyak pria yang berbeda. Hmmm, Trias, Trias... Jangan sampai kau membuat Giska ku jadi sepertimu." Batin Bobby.
"Apa tampangku seperti pria nakal, Gis?"
"Ya tidak tau, mana bisa di lihat dari tampang. Buktinya tadi Bli Bobby bilang mau bersenang-senang dengan gadis lain. Apa itu namanya kalau bukan mau melakukan itu?"
"Aku tidak akan berbuat hal gila seperti itu, Gis." Bobby mengapit kedua pipi Giska. "Aku sudah memilikimu, aku akan melakukan nya denganmu kapanpun aku mau. Tidak akan ada gadis lain lagi yang akan merasakan Joni ku. Joni hanya akan masuk ke dalam milikmu, Sayang." Tutur Bobby tulus.
"Sungguh?"
"Iya, Sayang, percayalah!"
"Hmmm..."
"Sudah-sudah, jangan banyak bicara lagi, aku mau menagih janjimu tadi. Joni juga sudah tidak sabar merasakan pijatan mautmu." Bobby mengedipkan sebelah matanya.
"Ishhh, apa sih!" Giska tersipu malu. Entah kenapa ia selalu merasa aneh jika Bobby sudah membahas tentang Joni.
"Ingat, Gis! Jangan protes! Kau nikmati saja apa yang ku lakukan nanti, supaya kau terbiasa melakukan ini denganku. Jadi, saat kita akan melakukan nya di lain waktu, kau tidak akan takut dan menolakku lagi." Tutur Bobby, masih nenatap wajah Giska lekat-lekat.
"Ta-tapi, Bli,--"
"Baru saja ku bilang jangan protes, kau sudah protes lagi."
"Bukan begitu maksudku, Bli. Emmm, jujur saja aku selalu takut jika akan melakukan itu, aku minta maaf kalau seandainya aku mengecewakan Bli Bobby." Ucap Giska pelan.
"Aku tau kau merasa takut. Itu sebabnya saat kita melakukan nya, kau jangan memikirkan hal apapun, cukup rasakan dan nikmati saja, nanti semuanya pasti akan mengalir dengan sendiri nya." Tutur Bobby .
Bobby pun langsung mengecup bibir Giska sekilas.
"Balas ciumanku saat aku menciummu." Bisik Bobby, kemudian ia kembali mencium bibir Giska. Bobby menarik tengkuk leher Giska untuk memperdalam ciuman nya.
Giska terdiam sesaat, ia masih terkejut mendapat serangan seperti ini dari Bobby. Biar bagaimanapun ia belum terbiasa melakukan hal seperti ini. Ya, meskipun ia sudah beberapa kali bercinta dengan Bobby, tapi tetap saja ia masih kaku jika berada di situasi seperti ini.
Bobby melepas ciuman nya, "Balas ciumanku, Gis." Ia pun kembali mencium bibir Giska.
Giska terdiam sesaat sebelum membalas ciuman Bobby. Ia berusaha membalas ciuman Bobby meski masih terasa kaku.
"Melihat gaya ciumanmu, sepertinya kau tidak terbiasa berciuman seperti ini, Gis. Apa mungkin kau memang tidak pernah berciuman sebelumnya? Tapi, malam pertamamu...." Batin Bobby.
Persetan dengan berbagai pertanyaan yang ada di dalam benak Bobby, ia pun kembali fokus dengan kerinduan nya yang sudah tak tertahankan lagi. Bobby memagut bibir Giska dengan sangat bergairah, ia pun perlahan mendorong Giska ke atas ranjang dan ia langsung menaiki tubuh indah Giska yang masih terbalut dengan pakaian lengkap nya. Bobby pun melepas ciuman nya.
"Aku buka ya semua nya." Izin Bobby.
Giska mengangguk pelan, sungguh malu sekali rasanya berada di dalam situasi seperti ini.
Bobby tersenyum, ia pun perlahan mulai melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh Giska. Tak perlu waktu lama, Bobby pun berhasil membuat tubuh Giska terlihat polos, tak ada sehelai benangpun yang menempel di sana. Sontak Giska langsung menutupi area penting nya. Tangan kanan nya ia pakai untuk menutupi dada nya, dan tangan kirinya ia pakai untuk menutupi area bagian bawah nya.
Giska nampak semakin gugup dan takut, keringat dingin pun mengalir secara tiba-tiba. Tubuhnya pun sedikit gemetar.
__ADS_1
"Jangan di tutup, Gis." Bobby perlahan ingin menyingkirkan tangan Giska dari area favoritnya itu. Namun, Giska enggan menuruti nya.
"Aku sudah melihat semua nya, Gis. Bahkan aku juga sudah pernah merasakan nya, jadi kau tidak perlu menutupinya lagi."
"Aku malu." Gugup Giska.
Cukup sudah, Bobby tak mau banyak bicara lagi. Langsung saja ia melucuti pakaian nya sendiri. Kini mereka berdua sama-sama polos tak ada memakai sehelai benangpun. Mata Giska terbelalak lebar melihat Joni sudah tegang menantang.
"Pegang, Gis! Ini Joni mu." Bobby meraih tangan kiri Giska lalu meletakkan nya tepat memegang Joni. Tangan Bobby pun dengan cepat menyentuh area favoritnya yang tak lagi di tutupi oleh Giska.
"Jangan!" Giska yang baru saja memegang Joni, ia pun melepaskan nya, lalu tangan nya menarik tangan Bobby yang hendak menelusup masuk ke dalam lubang miliknya.
"Sudah jangan protes! Kau cukup rasakan dan nikmati saja, Gis!" Perintah Bobby.
"Ta-tapi aku,---"
"Please... Jangan sampai aku memaksamu lagi."
Suka tak suka, mau tak mau, Giska pun hanya diam, pasrah menerima semua perlakuan Bobby. Sejujurnya ia sungguh merasa malu, karena area bawahnya bisa dilihat Bobby dengan sangat jelas, bahkan sudah di pegang oleh Bobby. Namun, di sisi lain tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Ada hal aneh yang ia rasakan saat Bobby mulai menyentuh area bawah nya itu. Ia pun pasrah menerima perlakuan Bobby.
"Duhhh, geli, Bli..." Protes Giska saat tangan Bobby mulai mengusap-usap area bawah nya. Ia pun mencoba menghentikan Bobby.
"Baiklah, aku langsung mulai saja ya, Gis. Joni sudah ingin masuk ke dalam sana. Aku juga sudah tidak tahan lagi." Ucap Bobby, ia pun menelan salivanya saat melihat lubang kenikmatan milik Giska yang nampak menggoda nya. Ayo masuki aku, masuki aku, ayolah! Bobby seakan mendengar perintah itu dari lubang kenikmatan itu. 😂😂😂
Bobby ingin sekali membuat Giska merasakan permainan jarinya, namun hasrat nya sudah tak bisa terbendung lagi. Ia pun membuka paha Giska, lalu ia segera memposisikan Joni nya tepat di depan lubang kenikmatan itu. Ia pun mulai membenamkan Joni nya ke dalam sana, perlahan ia mendorongnya...
"Sakit, sakit..." Pekik Giska seraya menggerak-gerakkan tubuhnya.
"Tahan ya, Gis." Bobby kembali mencoba membenamkan Joni nya. Ia pun mendorongnya dengan sangat kuat, dan akhirnya... Jlebbb. Masuklah Joni ke dalam sarangnya.
Bobby mulai menarik diri lalu mendorongnya lagi. Ia pun mulai menggenjot bergerak maju mundur, menciptakan sensasi yang luar biasa bagi kedua nya.
"Mmmhhhhh," Terdengar desisan lirih dari bibir Giska.
"Ahhhhhh.... Uhhhh... Ahhhhh..." Bobby pun ikut mendesah.
"Rasakan, Sayang... Nikmatilah." Oceh Bobby sensual, seraya terus menggenjot tubuh Giska.
Entah kenapa Giska merasa aneh, entah sadar atau tidak ia pun mulai mengeluarkan suaranya meskipun lirih. Nikmat, melayang itulah yang mungkin tengah dirasakan oleh Giska saat ini. Ia tak menampik semua rasa itu, ya sebelumnya ia memang selalu takut jika dalam situasi seperti ini, tetapi setelah beberapa kali ia melakukan nya, ia pun mulai bisa merasakan kenikmatan dari percintaannya. Apalagi jika dilakukan dengan penuh rasa sayang dan ketulusan, itu semakin menambah rasa nikmat dari percintaan ini.
"Milikmu sungguh sempit sekali, Gis. Ahhhhh, mantap." Racau Bobby.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Sisanya besok ya ..wkwkwkkk .. Hari ini kalian lanjut berhayal sendiri ya wkwkwk.. Ampunnnn🙏🙏🙏