
"Kalian berdua memang keterlaluan! Apa arti pernikahan di mata kalian! haa?! Apa kalian pikir, ikatan pernikahan hanyalah sebuah mainan?! bentak Gung De. Matanya nampak sangat merah, dan itu artinya, amarahnya sangatlah besar.
"Apa Ajik pernah mengajarkanmu berbuat seperti ini?! Ada apa dengan kalian ini? Apa yang kalian cari di luaran sana?!"
"Kau mengkhianati putraku! dan kau, Bob, kau juga balas mengkhianati istrimu. Kalian berdua sama-sama tidak mempunyai pikiran!" Gung De tak berhenti memarahi kedua nya.
"Pernikahan macam apa ini? istrinya selingkuh, lalu suaminya ikut selingkuh! Apa sih yang kalian dapat dari perselingkuhan itu!" Marah Gung De, "Kalian sungguh memalukan!" bentak nya.
Tia semakin gemetar tak karuan, melihat Mertuanya sangat marah. Air mata nya pun masih tak berhenti mengalir. Pikiran buruk pun mulai muncul di benak nya. Bagaimana nasib nya setelah ini? setelah ia mengakui segalanya, akankah ia masih bisa mendapat kesempatan ataukah, ia akan di tendang keluar saat ini juga?
Sementara Bobby, ia nampak sedikit gugup dan takut, melihat Ajik nya semarah ini. Meski dirinya sudah dewasa dan juga sudah menikah, namun, ia tetaplah anak dari Ajik nya. Bobby sendiri adalah pria yang tegas, tetapi, jika di hadapan Ajik nya, nyalinya menciut seketika. Apalagi ia sudah melanggar prinsip Ajik nya.
Berbeda dengan Bobby dan Tia, yang tengah larut dalam ketakutan serta kegugupan nya. saat ini Bu Astuti menjadi diam seribu bahasa. Hanya saja, kedua mata nya masih menatap Bobby dan Tia, dengan penuh kekecewaan.
Gung De dan Astuti, nampak sangat kecewa, sekaligus mereka juga merasa sedih dengan apa yang terjadi di pernikahan anak dan menantu nya, itu. Sebagai orang tua, mereka tak ingin melihat pernikahan anak dan menantunya, kandas begitu saja, hanya karena orang ketiga.
"Maafkan aku, Ajik... Ibu. Ini semua sudah terjadi. Mungkin, ini sudah jalan dari Tuhan, untukku dan juga Tia. Kita sudah tidak bisa bersama lagi." Ucap Bobby sedikit tegang.
"Tidak, Pa! Aku tidak menginginkan ini. Aku ingin kita kembali bersama, kita bina kembali rumah tangga kita, seperti dulu." Tia menggenggam tangan Bobby.
"Ajik... Ibu... Tolong maafkan aku." Tia memberanikan diri menatap kedua mertuanya. "Aku mengaku salah."
"Cukup Tia! Keputusanku sudah bulat!" seru Bobby. Ia langsung melepas genggaman tangan Tia.
__ADS_1
"Tapi, aku tidak mau berpisah darimu, Pa!" Tia memelas. "Harusnya kita bisa saling memaafkan. Aku akan memaafkanmu, untuk kesalahanmu yang sudah menikahi wanita itu. Asal kau mau meninggalkan wanita itu, dan kembali padaku. Aku hanya meminta 1 kesempatan lagi, untuk memperbaiki rumah tangga kita." Ujar nya penuh harap.
"Ckc..." Decak Bobby. Ia menatap Tia jengah.
Bobby dan Tia terus saja berdebat beradu argumen. Bobby kekeh ingin pisah, sedangkan Tia, kekeh ingin mempertahankan pernikahan nya. Saking seriusnya mereka berdebat, mereka sampai lupa, jika saat ini, Ajik dan Ibu nya masih berada di hadapan nya. Perdebatan mereka langsung terhenti, saat mendengar teriakan Gung De.
"Cukup!" bentak Gung De.
"Kalian bedua sudah sama-sama salah. Kalian sudah melibatkan 2 orang lain di dalam rumah tangga kalian. Dan kau, Bob!" Gung De menatap Bobby tajam. "Sebagai seorang pria, harusnya kau tidak membuat keputusan yang salah seperti ini!"
"Kau mengetahui Tia selingkuh, dan kau malah menikah dengan wanita lain. Tia tetaplah salah dalam hal ini. Tetapi, bukan seperti ini jalan keluarnya, Bob! Kau tidak bisa menceraikan Tia begitu saja!" Tutur Gung De, dengan nada suara yang masih meninggi.
"Kita harus bicarakan ini, kembali!" seru Gung De.
Gung De, Astuti, Bobby serta Tia, kembali bicara dengan serius. Mereka berempat nampak sangat serius membicarakan masalah rumah tangga yang rumit ini. Satu demi satu diantara mereka, pun mengutarakan pendapat dan juga keinginan nya. Banyak tentangan di antara mereka, yang satu ingin begini, dan yang satunya ingin begitu. Perdebatan pun sempat terjadi.
Perlu waktu yang cukup lama, bagi mereka berempat, untuk bisa memutuskan apa yang terbaik, untuk semua belah pihak yang terlibat di dalam masalah ini. Awalnya Bobby tak menyetujui keputusan ini, namun, karena suatu hal, ia pun terpaksa menyetujui keputusan yang telah di sepakati bersama ini.
"Baiklah, semua sudah sepakat. Kalian akan tetap bersama, dan kalian juga harus memperbaiki semua kesalahan yang sudah kalian lakukan. Jadikan ini sebuah pelajaran untuk rumah tangga kalian. Jangan pernah mengulangi hal seperti ini lagi."
"Dan kau, Tia... Kau harus belajar ikhlas menerima Giska, sebagai madu mu. Ajik tau, ini sangatlah berat untukmu, tetapi ini semua sudah terjadi. Saat ini suamimu memiliki 2 istri. Kau dan Giska, mempunyai status yang sama. Mulai saat ini, kau harus belajar menerima Giska." Tutur Gung De kepada Tia.
"Kau, Bob. Kau harus bisa adil dengan kedua istrimu. Karena saat ini Giska tidak berada di sini, gunakanlah waktumu untuk memperbaiki hubunganmu dengan Tia. Ajik tau ini sama-sama sulit untuk kalian berdua, tetapi, ini semua demi rumah tangga kalian juga." Tutur Gung De kepada Bobby.
__ADS_1
"Iya, aku akan berusaha." Ucap Bobby lemas.
"Iya, Ajik... aku akan mendengar semua nasehat, Ajik dan Ibu. Terimakasih karena kalian mau memberiku kesempatan kedua. Aku janji, aku akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku juga akan berusaha berdamai dengan kenyataan saat ini. Aku akan berusaha menerima Giska, sebagai anggota baru di keluarga kita." Ucap Tia bahagia. Mata nya berbinar bahagia, ia sungguh tak menyangka, karena kebaikan masih berpihak kepada nya.
"Ajik dan Ibu, pegang janji kalian." Ucap Gung De dan Astuti, bersama.
"Baiklah, semua sudah jelas. Bob, jika Giska sudah kembali, tolong secepatnya bawa dia menemui Ibu dan Ajik!" perintah Gung De.
"Pasti, Jik. Terimakasih, karena Ajik dan Ibu mau merestui pernikahanku dengan Giska. Giska pasti bahagia mendengar kabar ini." Ujar Bobby. Entah mengapa, setiap membicarakan Giska, hatinya selalu merasa bahagia. Bahkan, ia sampai lupa akan rasa sakit yang tengah ia rasakan saat ini.
"Hmmm." Gung De berdehem.
Sejujurnya, Gung De dan juga Astuti masih sulit mencerna kenyataan ini. Kejadian ini sangat sulit mereka pahami. Awal nya, mereka menganggap Giska, adalah wanita tidak baik yang sudah menggoda Bobby. Sama hal nya seperti Roy, yang sudah menggoda Tia. Namun, anggapan mereka berubah ketika Bobby sudah menjelaskan semua fakta tentang Giska. Gung De dan Astuti sempat di buat bingung, dengan situasi ini. Apa yang harus mereka lakukan saat ini? Apakah mereka harus meminta Bobby untuk kembali pada Tia dan Bobby harus meninggalkan Giska, atau sebaliknya, Bobby mempertahankan Giska dan Bobby harus meninggalkan Tia?
Setelah mereka memikirkan semua nya, kedua orang tua ini pun memilih jalan tengah, yaitu, Bobby harus mempertahankan kedua istri nya. Biar bagaimana pun, mereka tidak bisa memilih salah satu, di antara kedua menantu nya.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Giska ada di next eps ya...