Dendam Mafia Berdarah Dingin.

Dendam Mafia Berdarah Dingin.
24. Siapa Dia?


__ADS_3

Sebulan sudah Starla bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman Deka, dia sudah mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai lelaki itu. Dia juga sudah hapal semua kebiasaan Deka dan segala tingkah laku sang majikan.


Begitu pun dengan Deka, dia sudah terbiasa hidup bersama Starla dan dilayani oleh wanita itu, dia merasa diperhatikan dan dipedulikan setiap saat.


Hal ini membuat hubungan Deka dan Starla semakin dekat, walaupun sikap Deka masih dingin.


Lalu Dani? Kini dia sudah bekerja di pabrik pembuatan laptop yang dia incar, dan sudah mulai jarang berkunjung ke rumah Deka. Namun dia masih gencar mendekati Starla dan setiap weekend selalu menyempatkan diri untuk menemui wanita pujaan hatinya itu.


Seperti hari ini, Dani yang sudah berdandan rapi datang untuk malam mingguan bersama Starla, dia berniat akan mengajak wanita itu jalan-jalan keluar.


"Starla, jalan, yuk!" ajak Dani.


"Ke mana, Bang?" tanya Starla.


"Ke mana saja, asalkan bersama bidadari cantik, aku siap," jawab Dani.


Deka yang baru turun dari lantai atas hanya geleng-geleng kepala melihat usaha Dani menaklukkan hati Starla, dia kemudian mendekati wanita itu dan menyerahkan sebuah amplop coklat.


"Nah, ambil!"


Starla yang bingung sontak memandang Deka dan amplop itu bergantian, "Apa ini, Bang?"


"Gaji mu, kan kau sudah sebulan bekerja di sini," sahut Deka.


Wajah Starla langsung semringah dengan mata yang berbinar, "Jadi aku gajian?"


Deka mengangguk.


Starla bergegas mengeluarkan uang tersebut dari dalam amplop dan menghitungnya, dia tercengang saat melihat jumlahnya.


"Abang tidak salah? Ini tidak kebanyakan, Bang?" Starla memastikan.


Deka menggeleng, "Tidak, itu bayaran yang pantas atas pekerjaan mu selama ini."


Starla pun tersenyum lebar, "Wah, terima kasih, ya, Bang. Aku janji akan bekerja dengan lebih baik lagi."


"Hem." Deka hanya berdeham sembari menjatuhkan diri di atas sofa yang berada di depan Starla.


"Cie, gaji pertama ini!" ledek Dani.


"Iya, Bang. Kalau begitu aku akan mentraktir Bang Dani dan Bang Deka, malam ini kita makan di luar," cetus Starla girang.


"Boleh juga itu, kita kan belum pernah makan di luar," sambung Dani penuh semangat.

__ADS_1


"Kalian saja, aku tidak ikut," tolak Deka.


Wajah Starla berubah masam, "Loh, kenapa, Bang?"


"Aku lelah dan ingin istirahat," dalih Deka.


"Yaa, tidak seru, dong!" keluh Starla dengan wajah yang cemberut.


"Tidak apa-apa, kan masih ada aku. Kita pergi berdua saja, aku janji pasti tetap seru, kok." Dani berusaha meyakinkan Starla agar mau pergi bersamanya.


"Iya, pergilah dengan Dani," kata Deka.


"Ya sudahlah, daripada jenuh di rumah terus. Sebentar aku ganti baju dulu." Starla beranjak dari duduknya dan masuk ke kamar.


Setelah Starla pergi, Dani mendekati Deka dan berbicara pelan, "Terima kasih, ya, Bro."


Deka mengernyit, "Terima kasih untuk apa?"


"Karena kau sudah memberiku kesempatan untuk bisa jalan berdua dengan Starla, aku bersumpah malam ini akan menjadi malam Minggu terindah sepanjang sejarah hidupku," ujar Dani penuh drama.


Deka hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan sahabatnya itu.


***


"Aku sudah siap!" ujar Starla sembari berjalan mendekati Deka dan Dani.


Dani langsung berdiri dengan senyum mengembang, "Cantiknya bidadari yang satu ini."


Starla tersipu malu dengan wajah merona, "Bang Dani bisa saja!"


Deka hanya memperhatikan Starla tanpa bicara sepatah kata pun, wajahnya tetap terlihat datar.


"Aku serius, kau cantik sekali malam ini," puji Dani.


"Sudah, ah! Yuk berangkat, entar kemalaman," sahut Starla menyudahi sikap gombal Dani.


"Siap, tuan putri!" balas Dani.


Starla beralih memandang Deka yang sedari tadi diam membisu, "Aku pergi dulu, ya, Bang?"


"Hem, hati-hati," balas Deka datar.


Starla mengangguk, "Iya, Bang."

__ADS_1


"Cabut dulu, ya, Bro!" kata Dani girang.


"Jaga dia baik-baik, dan jangan pulang terlalu malam," pesan Deka.


"Kau tenang saja! Tanpa kau minta pun, aku akan menjaganya dengan baik," ucap Dani, lalu merangkul pundak Starla, "Yuk, pergi!"


Dani dan Starla melangkah menuju pintu keluar, Deka tak membalas ucapan sahabatnya itu, dia hanya bergeming menatap kepergian mereka.


Kedua insan itu pun pergi dengan mengendarai sepeda motor milik Dani, menyusuri jalanan kota Batam yang cukup ramai pada malam Minggu begini.


"Kita mau ke mana?" tanya Dani dengan sedikit berteriak.


"Ke Anchor Cafe saja, Bang." Starla menyebutkan salah satu nama tempat nongkrong di kota Batam dengan sangat jelas.


"Kau tahu kafe itu?" tanya Dani heran, sebab Deka pernah cerita jika Starla datang dari Pekanbaru dan tidak tahu menahu tentang kota Batam, tapi kenapa dia tahu kafe tersebut?


Starla mendadak gugup, "I-iya, Bang. Aku pernah dengar teman aku cerita, katanya kafe itu bagus, ala-ala Amerika gitu. Jadi aku ingin ke sana."


"Oh. Baiklah, kita meluncur ke sana!" seru Dani, dia tancap gas menuju kafe yang Starla maksud.


Starla menghela napas lega.


Tak berapa lama, Starla dan Dani tiba di kafe ala negeri Paman Sam itu, suasananya cukup ramai karena malam Minggu, banyak muda-mudi saling bercengkrama dan bercanda tawa di sana.


Keduanya memilih duduk di luar agar bisa menikmati langit malam dan semilir angin yang berhembus.


"Mau pesan apa?" tanya Dani.


"Nachos dan coffe latte," jawab Starla.


"Aku juga pesan itu. Sebentar aku panggil waiters nya," ujar Dani sembari celingukan.


Starla mengedarkan pandangannya, memperhatikan ke sekeliling kafe yang bergaya kekinian itu, namun tatapannya terhenti dan matanya membulat kala menangkap sosok yang tidak asing sedang duduk tak jauh dari mereka.


"Reyhan?" gumam Starla yang mendadak panik.


Dani sontak menoleh ke arah wanita itu dengan kening mengerut, "Reyhan? Siapa itu?"


"Kita harus pergi dari sini, Bang!" Starla langsung menarik tangan Dani tanpa menjawab pertanyaan lelaki itu, mereka berlari meninggalkan kafe tersebut.


Apesnya, seseorang yang bernama Reyhan itu terlanjur melihat mereka.


"Itu kan Starla?" ucap Reyhan pelan, dia pun buru-buru bangkit dan mengejar wanita itu.

__ADS_1


***


__ADS_2