
Starla sedang duduk di tepi ranjang, wajah cantiknya masam. Reyhan datang membawakan makanan dan minuman.
"Ini makanlah, nanti kau sakit," pinta Reyhan penuh perhatian.
Starla bergeming, dia bahkan tak mau memandang Reyhan yang berdiri di hadapannya, padahal sebenarnya perut Starla sangat lapar sebab dia belum sarapan tadi.
Reyhan pun duduk di samping Starla, "La, aku tahu kau marah dan tidak menginginkan semua ini, tapi jangan menyiksa diri. Nanti kau bisa kelaparan."
"Tidak usah sok peduli padaku!"
"Aku memang peduli padamu, karena aku menyayangimu, kau juga tahu itu, kan?" ujar Reyhan.
Starla memutar kepalanya memandang Reyhan, "Kalau kau peduli dan sayang padaku, biarkan aku pergi dari sini, Rey!"
"Maaf, La. Kalau itu aku tidak bisa, aku takut pada papamu. Kau kan tahu dia seperti apa?"
"Kalau begitu pergi sana! Kau tidak ada gunanya di sini!" kata Starla dengan begitu kejam.
"La, jangan begitu! Aku hanya ingin berada di dekatmu sebelum ...." Reyhan menjeda ucapannya.
"Sebelum aku menjadi istri tua bangka itu? Iya, kan?"
Reyhan terdiam, sejujurnya dia juga merasa terluka dengan semua ini, tapi dia tak bisa berbuat banyak.
"Rey, aku sengaja melarikan diri agar terlepas dari perjodohan gila ini, tapi kau malah membantu Papa menemukan aku. Apa kau ingin melihat aku seumur hidup menderita karena menjadi istri ke dua Datuk Ramzi?"
"Tidak, bukan begitu, La," bantah Reyhan.
"Lalu apa, Rey?"
"Aku tidak mau membuat papamu marah, aku hanya ingin mengabdi padanya sebagai rasa terima kasih karena dia sudah membesarkan aku," dalih Reyhan.
"Walaupun harus melihat aku hidup dalam penderitaan? Iya?"
__ADS_1
Reyhan tertunduk menyesal, dia juga gak mau Starla menderita, tapi dia tak punya pilihan.
"Sejak kecil kita berteman baik, aku pikir kau peduli dan sayang padaku. Tapi ternyata aku salah, Rey."
Reyhan sontak mengangkat kepalanya dan menggeleng, "Jangan berpikiran seperti itu, La. Aku sangat menyayangimu."
"Kalau begitu bantu aku pergi dari sini! Aku mohon!" harap Starla.
Reyhan seketika dilanda kegalauan dan dilema.
Ponsel Starla tiba-tiba berdering, dia buru-buru mengeluarkannya dari dalam saku celana, namun belum sempat wanita itu melihat ID si penelepon, ponselnya mati karena habis baterai.
"Cckk, aku lupa mengecas ponselku," gerutu Starla, lalu kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku.
Starla kemudian menatap Reyhan masih berdiri di hadapannya dengan segudang kebimbangan.
"Jadi kau mau membantu aku kabur atau tidak?" Starla memastikan.
"Tapi, La .... aku ...."
Starla sontak berbalik menatap Reyhan dengan tajam, "Rey, lepaskan!"
Reyhan menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan genggamannya di lengan Starla.
***
Deka sudah berada di sekitar rumah pria berambut putih itu, dia menjalankan mobilnya dengan sangat pelan sebab ingin mencari rumah yang Dani maksud. Sejak tadi dia berusaha menghubungi Starla, tapi baru saja tersambung, teleponnya langsung terputus dan sekarang sama sekali tidak bisa dihubungi. Hal itu membuat Deka semakin mencemaskan Starla.
"Yang mana rumahnya?" Deka celingukan kesana-kemari.
Saat mobil Deka mendekati rumah pria berambut putih itu, matanya pun menangkap satu sosok yang sangat dia kenali sedang berlari dari arah belakang rumah yang sangat megah bersama seorang pria muda.
Deka memicingkan matanya, memastikan jika dia tidak salah lihat, "Itu Starla."
__ADS_1
"Ayo cepat! Sebelum ada yang melihat," bisik Reyhan, rupanya dia menahan lengan Starla tadi sebab tak ingin wanita itu kabur sendiri dan dia membantu Starla melarikan diri dari pintu belakang.
Deka pun keluar dari mobil dan memanggil wanita itu, "Starla!"
Starla dan Reyhan sontak menatap ke arahnya.
"Bang Deka? Kenapa bisa ada di sini?" Starla terkejut melihat kehadiran Deka.
Reyhan memperhatikan Deka dengan saksama, dia merasa tidak asing dengan wajah pria itu. Dan dia akhirnya ingat jika Deka salah satu pria di video viral itu.
"Aku ingin menyelamatkan mu," jawab Deka.
"Nanti saja mengobrol nya! Sekarang cepat pergi dari sini sebelum papamu mengetahui semua ini," pinta Reyhan.
Deka terkesiap mendengar kata-kata Reyhan, sementara Starla hanya menelan ludah dan mendadak gelisah.
"Sudah, tunggu apalagi? Cepat pergi!" desak Reyhan yang cemas.
"Terima kasih, ya, Rey," ucap Starla.
Reyhan hanya mengangguk dua kali.
Starla pun segera masuk ke mobil Deka.
"Rey, aku pergi!" seru Starla.
"Jaga dirimu baik-baik!" balas Reyhan.
Deka bergegas melajukan mobilnya meninggalkan Reyhan dan daerah tempat tinggal pria berambut putih itu.
Reyhan mengembuskan napas berat sembari memandangi mobil Deka yang semakin menjauh. Mungkin keputusannya untuk membantu Starla kabur ini akan membuatnya terkena masalah nanti, tapi dia pasrah, dia rela berkorban sebab tak ingin wanita yang sangat dia sayangi itu hidup menderita karena keserakahan dan niat gila sang ayah angkat.
***
__ADS_1
Maaf baru sempat update.🙏🏼
Semoga kalian sabar menanti kelanjutan cerita Bang Deka, ya.