
Deka beserta Dani dan Rakis tiba di rumah, Starla langsung membuka pintu saat Deka mengetuknya.
"Syukurlah, kalian sudah pulang," ujar Starla lega, lalu celingukan kesana-kemari, memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.
"Kau mencari siapa?" tanya Deka yang heran melihat tingkah Starla.
"Tadi Reyhan mengatakan jika Papa mengutus seseorang untuk menguntit Bang Dani di lokasi kebakaran dan aku takut dia mengikuti kalian sampai sini," terang Starla.
"Benarkah?" Dani memastikan.
Deka sontak berlari keluar gerbang lalu mengedarkan pandangannya. Dan benar, seorang pria yang sedang mengendarai sepeda motor berhenti tak jauh dari rumahnya. Begitu melihat Deka, pria itu buru-buru tancap gas.
"Berengsek!" umpat Deka sambil mengeraskan rahangnya.
Dani, Starla dan Rakis menyusul Deka.
"Bagaimana, Ka?" tanya Rakis.
"Tadi ada seseorang di ujung sana, tapi sekarang dia sudah pergi," ujar Deka sambil menunjuk tempat pria tadi berhenti.
"Wah, gawat ini! Berarti Starla dalam bahaya kalau sampai orang tadi memang suruhan papanya."
"Mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati," sela Rakis.
Starla hanya terdiam takut dan cemas.
__ADS_1
Namun ada satu hal yang mengganggu pikiran Deka, dia memandang Starla dengan curiga, "Tapi tunggu, bagaimana papamu bisa tahu jika rumah Dani kebakaran dan dia ada di sana?"
Starla menelan ludah dan mendadak gugup, "Se-sebenarnya yang membakar rumah Bang Dani adalah ...."
Starla tertunduk, tak berani melanjutkan kata-katanya.
"Papamu," tebak Dani.
Starla mengangguk pelan, "Dia memerintahkan Reyhan untuk membakar rumah Bang Dani."
Deka dan semua orang tercengang.
"Jadi si Reyhan itu yang melakukannya?" sungut Dani emosi.
Starla kembali mengangguk, "Iya, Bang."
"Aku pikir dia baik, ternyata sama saja," keluh Dani.
Starla mengangkat kepalanya dan berusaha membela Reyhan, "Tapi dia terpaksa, dia tak bisa menolak perintah dari Papa."
"Ayah rasa apa yang dikatakan Starla itu benar, Reyhan memang terpaksa melakukannya. Ayah bisa melihat sebenarnya dia pemuda yang baik, tapi dia berada di bawah tekanan," sela Rakis.
Dani mengusap wajahnya dengan kasar dan mengembuskan napas panjang.
Starla merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi, air matanya pun mulai menggenang.
__ADS_1
"Aku minta maaf. Karena aku, kalian semua jadi susah dan terkena masalah. Mungkin memang sebaiknya aku pergi dari sini, aku tidak ingin kalian mendapatkan masalah lagi." Starla berbicara dengan berlinang air mata.
Deka, Dani dan Rakis tertegun merasa iba.
Dani memegangi kedua bahu Starla dan menatap lekat wanita itu, "Kenapa kau bicara seperti itu? Ini bukan salahmu, ini semua karena keegoisan papamu."
Deka bergeming memandangi mereka dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Semua ini gara-gara aku, Bang. Lihatlah, kemarin Bang Dani diculik dan dipukuli, sekarang rumah Bang Dani dibakar. Terus besok entah apa lagi yang akan Papa lakukan? Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kalian," ucap Starla, air matanya jatuh menetes.
"Tidak apa, aku akan menghadapi apa pun yang papamu lakukan. Aku akan melindungi mu, jadi jangan merasa bersalah dan jangan takut, ada aku di sini," kata Dani, dia berusaha menenangkan Starla.
Entah mengapa ucapan Dani membuat Deka merasa tidak suka, itu berarti hanya Dani yang berusaha menjaga Starla, lalu dia?
Starla akhirnya menangis sesenggukan, dia sungguh merasa terharu dengan kata-kata Dani itu, dan momen ini dimanfaatkan oleh Dani, dia menarik Starla ke dalam pelukannya.
"Sudahlah, jangan menangis!" Dani mengusap lembut kepala Starla.
Deka yang melihatnya seketika merasa kesal, ada sesuatu yang tiba-tiba menusuk hatinya hingga membuat wajah tampannya berubah masam. Dia pun melangkah meninggalkan ketiga orang itu tanpa bicara sepatah kata pun.
Rakis yang memperhatikan perubahan ekspresi wajah Deka merasa ada yang tidak beres, dia menyadari jika sahabat putranya itu sedang cemburu.
"Apa jangan-jangan Deka juga menyukai Starla? Ya Tuhan, ini bisa jadi masalah," batin Rakis seraya memandangi kepergian Deka.
Sedangkan Dani tak menyadari sikap aneh sahabatnya itu karena dia sedang menikmati momen berharga ini.
__ADS_1
***