
Deka sudah mulai masuk kerja, tapi dia merasa was-was meninggalkan Starla berdua dengan Dani di rumah. Pikiran dan perasaannya jadi tidak tenang.
Karena kejadian waktu itu, Dani memutuskan untuk berhenti bekerja sebab takut Jhon Kotto kembali datang ke pabrik tempat dia bekerja, sepertinya dia akan lebih hati-hati sekarang.
"Kau sudah melihat berita hari ini?" tanya Victor saat Deka masuk ke ruangnya.
"Belum, Tuan," jawab Deka.
"Seorang bandar narkoba ditemukan tewas dengan luka tembak dan jari telunjuk putus di dermaga gelap perairan pantai Nongsa, diduga dia dibunuh oleh pelanggannya karena mencoba menipu dengan memberikan narkotika palsu." Victor membacakan berita yang sedang beredar.
Deka tersenyum samar, rencananya sukses. Dia berhasil mengelabui petugas kepolisian dan semua orang.
"Good job, iblis perebut jiwa! Kau memang selalu bisa diandalkan," puji Victor yang kagum atas kerja Deka.
Lagi-lagi Deka hanya tersenyum menanggapi pujian dari bos-nya itu.
Victor mengambil telepon genggamnya dan mentransfer sejumlah uang ke rekening Deka.
Triing. Ponsel Deka berbunyi.
"Aku sudah mentransfer bonus untukmu," ucap Victor.
"Terima kasih, Tuan," balas Deka.
"Sekarang kau boleh pergi, kerjakan tugasmu!" pinta Victor.
Deka mengangguk patuh, "Baik, Tuan. Kalau begitu aku permisi dulu."
"Hem."
__ADS_1
Deka berbalik dan segera meninggalkan ruangan bos-nya tersebut.
Victor menyandarkan tubuhnya di kursi dan menyeringai, "Kita tunggu berita penemuan mayat si pengkhianat itu."
Tak ada sedikitpun penyesalan di hati Victor karena telah menghabisi Bima, dia justru merasa puas karena bisa membuat tangan kanannya itu tersiksa sebelum menemui ajal.
***
Sepulang kerja, Rakis mengajak Dani mencari rumah, mereka tidak ingin terlalu lama menumpang pada Deka, sebab merasa sungkan. Sementara Deka sendiri memilih untuk pulang, entah mengapa belakangan ini rumah adalah tempat yang paling nyaman baginya. Mungkin dia sudah mulai jenuh dengan dunia luar atau karena ada Starla.
"Eh, Abang sudah pulang?" sambut Starla saat melihat Deka berjalan masuk ke dalam rumah.
"Hem." Deka hanya berdeham malas, dia masih kesal karena kejadian semalam.
"Mau aku buatkan teh hangat?"
"Tidak usah," tolak Deka cuek, dia pun menaiki anak tangga.
Deka menghentikan langkahnya dan sontak menoleh ke arah seseorang yang berdiri diambang pintu.
"Clarissa?" gumam Deka.
Starla juga menoleh ke arah Clarissa, rautnya seketika berubah masam saat melihat wanita berwajah oriental itu melangkah mendekati Deka.
"Aku kangen sekali dengan kamu, Ka." Clarissa langsung memeluk Deka, dia mengabaikan Starla yang berdiri memandangnya.
Deka termangu, lalu melirik Starla yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Aku minta maaf untuk yang waktu itu, aku terbawa emosi," sesal Clarissa yang semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Deka.
__ADS_1
"Iya, tidak apa-apa," sahut Deka, dia merasa risih namun tak enak jika menolak teman kecilnya itu.
Clarissa melepaskan pelukannya dan menatap Deka, "Kalau begitu sekarang kita jalan-jalan, yuk! Aku traktir kamu!"
"Maaf, Sa. Aku lelah dan ingin istirahat."
Clarissa merengut, "Ih, Deka! Ayolah, kita kan sudah lama tidak jalan-jalan."
"Lain kali saja, ya? Hari ini aku benar-benar lelah, Sa," dalih Deka, sejujurnya dia malas keluar rumah.
Clarissa mengembuskan napas, "Ya sudah, deh! Kalau begitu aku temani kamu di rumah saja, kita bisa mengobrol berdua."
Deka kembali melirik Starla yang memperhatikan mereka dengan sinis.
"Deka! Kenapa kamu diam saja?" tegur Clarissa.
Deka mengalihkan pandangannya dari Starla dan menatap Clarissa, "Iya, tapi aku mandi dulu."
"Kalau begitu aku tunggu di kamar saja seperti biasa." Clarissa berbicara sambil melirik Starla.
"Kamu tunggu di sini saja!"
"Ish, memangnya kenapa, sih? Kan biasanya aku juga nunggu di kamar kamu," rengek Clarissa manja.
Starla yang kesal dan merasa muak dengan tingkah Clarissa akhirnya meninggalkan dua insan itu.
Deka memandangi kepergian Starla dengan jengah, sementara Clarissa tersenyum penuh kemenangan.
"Dasar perempuan gatal! Bang Deka juga diam saja dipeluk peluk begitu!" Starla mengomel sendiri, dia tidak suka Clarissa bersikap manja dan menyentuh Deka seperti tadi. Mungkinkah dia cemburu?
__ADS_1
***