Dendam Mafia Berdarah Dingin.

Dendam Mafia Berdarah Dingin.
60. Penyanderaan.


__ADS_3

Starla baru saja memejamkan matanya dan mulai tertidur, tapi dia harus kembali terjaga saat dering ponselnya mengangetkan.


"Cckk, siapa sih yang menelepon? Ganggu saja! Tidak tahu apa kalau orang mau istirahat!" gerutu Starla.


Dengan malas Starla meraba ponselnya di bawah bantal, dia terkesiap saat melihat ID si penelepon di layar ponselnya.


Starla mengerutkan keningnya, "Bang Dani? Ada apa dia video call malam-malam begini?"


Dengan penasaran Starla pun menggeser tombol hijau dan panggilan video dari nomor Dani pun tersambung.


"Halo, putriku tersayang."


Si pria berambut putih menyapa dari seberang sana.


Starla terkejut setengah mati, matanya sontak membulat sempurna dan rasa kantuknya seketika hilang entah ke mana.


"Papa?" gumam Starla tak percaya.


"Apa kabar, sayang? Lama tidak bertemu."


"Apa-apaan ini? Kenapa ponsel Bang Dani ada pada Papa?" cecar Starla.


"Oh jadi nama lelaki itu Dani?"


Pria paruh baya itu mengarahkan kamera ponsel ke Dani yang pingsan dalam keadaan terikat dan babak belur.


Starla tercengang, hatinya mendadak cemas dan panik.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Bang Dani!" seru Starla.


Terdengar suara pria paruh baya itu tertawa penuh kemenangan, membuat Starla emosi.


"Apa yang Papa lakukan padanya?" tanya Starla tak terima.


"Papa hanya memberinya sedikit pelajaran karena merahasiakan keberadaan mu."


"Aku mohon lepaskan dia! Jangan sakiti dia, karena dia tidak ada hubungannya dengan semua ini!" pinta Starla memohon.


"Papa akan melepaskan dia asalkan kau mau pulang dan menuruti permintaan Papa itu, bagaimana?"


"Aku tidak mau! Aku tidak akan pulang apalagi menuruti permintaan gila Papa!" bantah Starla.


"Ya sudah, kalau begitu kau akan melihat Bang Dani mu ini meregang nyawa."


Starla semakin panik dan ketakutan, "Jangan! Aku mohon jangan sakiti dia!"


"Makanya pulang dan turuti Papa!"


Starla dilema dan galau, dia merasa serba salah saat ini. Hatinya sangat berat untuk mengalah tapi dia juga tak ingin terjadi sesuatu dengan Dani, sebab dia tahu bagaimana tabiat pria paruh baya yang dipanggilnya papa itu.


"Bagaimana? Kau sudah siap melihat kematiannya?"


"Iya-iya, aku akan pulang! Tapi tolong jangan sakiti dia! Aku mohon!" ucap Starla dengan bibir bergetar dan mata berkaca-kaca, dia tak ada pilihan lagi selain mengalah.


"Wah, sebegitu sayangnya kau pada pria pecundang ini, sampai mau menuruti Papa demi dia? Sungguh luar biasa!"

__ADS_1


Starla bergeming dan tak membalas perkataan pria paruh baya berambut putih itu, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan bagaimana perasaan dan hubungannya pada Dani.


Sedangkan Reyhan yang sedari tadi diam hanya mengepal kuat tangannya dan mengeraskan rahang saat mendengar ucapan pria itu, hatinya sedikit nyeri mendengar Starla menyayangi pria lain.


"Baiklah, sebelum pukul tujuh besok pagi, kau harus sudah ada di sini. Kalau kau tidak datang dan berani macam-macam, kau akan melihat mayat si pecundang ini mengambang di sungai."


"Ok, aku akan datang sebelum jam tujuh, dan setelah itu Papa harus melepaskan dia, atau aku akan membuat Papa menyesal seumur hidup," ancam Starla sinis.


Pria paruh baya itu tertawa terbahak-bahak, sementara Starla hanya menahan geram.


"Gadis kecilku sudah berani mengancam rupanya."


Starla tetap bergeming dengan sorot mata penuh kemarahan.


"Kalau begitu sampai bertemu besok, sayang. Papa akan menyiapkan pesta untuk menyambut kepulangan mu. Selamat malam."


Pria itu memutuskan panggilan video tersebut secara sepihak. Starla melempar ponselnya ke kasur dan duduk di tepi ranjang sembari memegangi kepalanya yang mendadak berdenyut, dia tidak habis pikir bagaimana Dani bisa tertangkap oleh papanya itu?


"Kenapa semuanya harus seperti ini? Bagaimana bisa Papa menemukan Bang Dani?" Starla bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Ini pasti karena video sialan itu! Pasti ada seseorang yang melaporkan keberadaan Bang Dani pada Papa," tebak Starla.


"Setelah ini Bang Dani dan Bang Deka akan tahu siapa aku sebenarnya, mereka pasti marah padaku karena selama ini sudah berbohong," lanjut Starla.


Starla benar-benar pusing dan cemas memikirkan semuanya, dia tak menyangka akan seperti ini jadinya.

__ADS_1


***


__ADS_2