
Dani baru saja tiba di pabrik tempat dia bekerja, dia memarkirkan sepeda motornya lalu melenggang masuk menuju ruangan yang biasanya digunakan untuk bersantai oleh karyawan. Dani menyapa dua orang rekan kerjanya yang sedang asyik melihat layar ponsel mereka, keduanya sontak menatap Dani dengan aneh.
"Ada apa? Kenapa memandangku seperti itu?" tanya Dani bingung.
Salah seorang dari rekan kerja Dani yang bernama Gugun menyodorkan ponselnya ke depan wajah Dani, "Lihat ini, Dan!"
Dani memperhatikan sebuah video yang sedang diputar, yaitu video rekaman cctv aksi Deka di mini market yang waktu itu sempat viral, namun kali ini ada yang berbeda, wajah Dani dan Starla dilingkari merah.
Dan Dani tercengang saat melihat sebuah tulisan di bawah video tersebut.
"Siapa yang mengetahui keberadaan dua orang ini, harap segera hubungi nomor yang tertera. Maka akan diberikan imbalan sebesar sepuluh juta rupiah." Dani membaca tulisan itu, lalu menatap dua rekannya bergantian, "apa-apaan ini? Siapa yang melakukannya?"
Dua rekan Dani itu menggeleng bersamaan.
"Mana kami tahu, Dan. Tadi kami lagi buka media sosial dan menemukan video itu, kami juga bingung kenapa kau bisa dicari-cari begini? Mana videonya viral lagi," terang Gugun.
"Apa kau sudah melakukan kejahatan? Makanya sampai dicari-cari orang?" tanya rekan Dani satunya lagi yang bernama Ari dengan curiga.
"Memangnya aku ada tampang kriminal? Gini-gini aku paling tidak tega melakukan kejahatan apalagi sampai menyakiti orang lain," sanggah Dani tak terima, dan tiba-tiba dia teringat kejadian tadi pagi saat dirinya diikuti oleh dua orang tak dikenal.
"Tapi tunggu! Apa ini ada hubungannya dengan orang yang tadi pagi mengikuti aku? Jangan-jangan mereka juga sudah melihat video ini atau justru mereka orang mencari-cari aku," tebak Dani.
"Bisa jadi itu, Dan! Wah, gawat juga kalau sampai diikuti begitu."
"Kalau memang kau tidak bersalah, kau bisa lapor polisi. Kau harus cari tau siapa penyebar video ini sekaligus mencari perlindungan, siapa tahu mereka orang jahat dan punya niat buruk padamu," usul Gugun.
__ADS_1
"Iya, Dan. Ini sudah meresahkan," timpal Ari.
Dani bergeming, dia merasa penasaran sekaligus cemas.
"Oh iya, Dan. Cewek yang di video ini siapa? Pacarmu? Soalnya dia juga menjadi target pencarian," tanya Ari.
Dani seketika mengkhawatirkan keselamatan Starla, dia baru sadar jika wanita itu juga menjadi target si penyebar video.
"Aku keluar dulu." Dani bergegas keluar dari ruang itu tanpa menjawab pertanyaan dari Ari.
Gugun dan Ari saling pandang, mereka bingung melihat tingkah Dani.
"Ditanya tidak jawab, malah pergi begitu saja!" gerutu Ari.
Seorang karyawan lain tiba-tiba masuk dan langsung mencecar pertanyaan pada Ari dan Gugun, "Si Dani kenapa lari-lari begitu? Sepertinya dia panik? Apa ada masalah?"
Sementara itu, Dani masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya. Dia kemudian menghubungi Starla.
"Halo, Bang Dani."
"Sa, ada yang mau aku katakan," ujar Dani sedikit cemas dan panik.
"Apa itu, Bang?"
Dani menceritakan tentang video tersebut pada Starla, membuat wanita itu terkejut dan ikut cemas.
__ADS_1
"Pantas tadi pagi ada orang yang tidak dikenal mengikuti aku," adu Dani.
"Ya Tuhan, sampai ada yang mengikuti Abang?"
"Iya, untung aku bisa lolos dari kejaran mereka," sahut Dani bangga.
"Kalau begitu mulai sekarang kita harus berhati-hati dan menggunakan masker jika keluar rumah, aku takut mereka itu orang jahat," balas Starla.
"Kau benar, tapi kita juga harus mencari tahu siapa orang yang mencari-cari kita dan menyebarkan video itu, bila perlu kita lapor polisi," cetus Dani yang penasaran.
"Iya, Bang."
"Oh iya, bagaimana keadaan Deka? Apa dia sudah baikan?" tanya Dani.
"Bang Deka demam, lukanya infeksi."
Dani terkesiap dan mendadak panik, "Jadi bagaimana sekarang? Apa kita perlu membawanya ke rumah sakit?"
"Sepertinya tidak usah, Bang. Aku sudah membersihkan lukanya dan memberinya obat, mudah-mudahan infeksinya sembuh dan demamnya turun."
"Kalau begitu aku serahkan Deka padamu, tolong rawat dia dan pantau kondisinya lalu segera kabari aku jika terjadi sesuatu," pinta Dani pada Starla.
"Baik, Abang tenang saja! Aku pasti akan merawat Bang Deka dengan baik dan memantau kondisinya."
Dani tersenyum puas, dia senang karena Starla bisa diandalkan di saat seperti ini.
__ADS_1
***