
Dani membelokkan sepeda motornya ke halaman sebuah mini market tak jauh dari rumah Deka, dia membuka helm dan turun dari motor.
Beberapa meter dari tempat Dani, dua orang pria muda sedang memperhatikan dirinya sambil menunjuk layar ponsel.
"Bukannya itu pria yang ada di dalam video ini?" tanya salah seorang dari pemuda itu.
"Sepertinya iya, dia pria itu," balas temannya.
"Kalau begitu cepat hubungi nomor ini!" Pria itu menunjuk nomor telepon yang tertera di dalam video.
Suara bariton seorang pria terdengar menjawab, "Halo, siapa ini?"
"Saya Dedi, Pak. Saya melihat laki-laki yang ada di dalam video."
"Hanya yang laki-laki?"
"Iya, Pak."
"Di mana?"
"Di mini market dekat perumahan Citra Batam, Pak."
"Apa dia masih di sana?"
"Iya, dia baru saja masuk ke dalam mini market," jawab pria yang duduk di atas motor sambil memperhatikan Dani yang berjalan masuk ke dalam mini market.
"Kalau begitu tunggu dia, setelah dia keluar, ikuti ke mana dia pergi dan kabari pada saya!"
"Baik, Pak."
__ADS_1
Panggilan itu pun terputus, kedua pria yang berada di depan mini market menuggu Dani keluar.
Di dalam mini market, Dani membeli sebungkus rokok dan sekaleng minuman. Setelah membayar, dia lalu keluar dan segera pergi.
Kedua pria itu buru-buru menyalakan mesin motornya dan mengikuti Dani.
Sepanjang perjalanan, keduanya terus menjaga jarak agar Dani tidak mengetahui perbuatan mereka. Namun rupanya mereka salah, Dani yang melirik kaca spion menyadari jika ada orang yang membuntutinya.
"Kenapa dari tadi mereka mengikuti aku?" batin Dani, dia lantas menambah kecepatan motornya dan dua orang yang mengikutinya pun juga menambahkan kecepatan sepeda motor mereka.
Dani semakin yakin bahwa dirinya sedang diikuti oleh orang yang tidak dia kenal sama sekali, dia semakin menambah kecepatan sepeda motornya dan lagi-lagi dua pria itu juga melakukan hal yang sama.
"Siapa mereka? Kenapa mereka terus mengikuti aku?" Dani semakin bertanya-tanya, dia lalu membelokkan sepeda motornya ke jalan raya dan orang-orang itu masih mengikutinya.
Dani yang bingung dan resah tak mau berhenti, dia takut mereka itu orang jahat. Dia sadar jika dirinya tak mahir berkelahi, apalagi yang mengikutinya ada dua orang.
Dani terus memacu sepeda motornya dan menyalip beberapa kendaraan, sampai di persimpangan lampu merah, Dani yang melihat ada dua orang polisi lalu lintas yang sedang mengatur jalan pun mendapat ide.
Dani turun dari motor lalu menghampiri dua pria itu. Melihat Dani mendekati mereka, keduanya pun sedikit panik dan hendak kabur, namun dengan sigap Dani berlari kemudian meraih jaket salah satu dari mereka hingga hampir terjatuh dari motor. Sementara pria yang satunya lagi buru-buru kabur meninggalkan temannya.
"Mau kabur ke mana kau?" bentak Dani.
Pria yang jaketnya ditarik oleh Dani berusaha memberontak, namun Dani kembali menariknya turun dari motor.
"Lepaskan aku, Bang!"
"Siapa kau? Kenapa mengikuti aku?" cecar Dani dengan suara tinggi.
"Aku tidak mengikuti Abang," sangkal si pria yang jaketnya Dani tarik.
__ADS_1
"Kau pikir aku bodoh! Dari tadi aku tahu kau dan temanmu itu terus mengikuti aku," balas Dani.
Perseteruan Dani dan pria itu mengundang perhatian beberapa pengguna jalan termasuk polisi yang ada di sana, salah satu dari polisi tersebut pun mendekati mereka.
Melihat polisi berjalan ke arah mereka, pria tak dikenal itu semakin panik dan takut.
"Selamat pagi," tegur si polisi.
"Selamat pagi, Pak," sahut Dani.
"Ada apa ini?" tanya si polisi.
"Ini, Pak. Dari tadi saya diikuti oleh dia dan teman-temannya yang kabur itu! Jangan-jangan mereka ini komplotan perampok!" adu Dani dengan nada menuduh.
Pria itu langsung menggeleng dan membantah, "Tidak, Pak. Saya bukan perampok, saya juga tidak mengikuti dia!"
"Sumpah, Pak. Dari tadi mereka terus mengikuti saya padahal saya tidak kenal dengan mereka, saya jadi merasa terancam. Mana istri saya mau melahirkan lagi, saya harus buru-buru ke rumah sakit." Dani mendramatisir suasana sembari melepaskan jaket pria yang dia pegang.
"Kalau begitu anda boleh pergi, biar saya yang mengurus dia," ujar si polisi.
"Benar, Pak?" Dani memastikan dan polisi itu mengangguk.
"Kalau begitu terima kasih, Pak. Saya permisi dulu! Selamat pagi!" ucap Dani girang.
"Selamat pagi."
Dani pun bergegas pergi dengan senyum penuh kemenangan karena idenya berhasil dan dia bisa lolos dari pria itu.
Sementara si pria tak dikenal kini diperiksa oleh polisi dan tidak bisa mengikuti Dani lagi juga temannya yang sudah kabur meninggalkan dia.
__ADS_1
***