
Pagi ini Starla dan Deka sedang sarapan bersama, sedangkan Reyhan sepertinya masih tidur di kamar tamu. Tadi malam sehabis melakukan pergumulan panas, Starla pun membuatkan makan malam. Sehabis makan, dia meminta Reyhan untuk kembali beristirahat di kamar tamu.
"Kau tahu alamat saudara mu?" tanya Deka tiba-tiba.
Starla menggeleng, "Tidak. Memangnya kenapa?"
"Aku berencana ingin melamar mu," sahut Deka santai.
Starla terperangah mendengar pengakuan Deka itu, "Abang serius?"
"Iya, aku tidak mau terus-terusan seperti ini. Aku ingin kita menikah dan hidup dengan tenang."
Mata Starla sontak memanas dan dengan dengan cepat cairan bening menggenangi nya, dia sungguh terharu mendengar semua itu.
"Aku senang sekali, Bang. Tapi bagaimana dengan Bang Dani?"
"Aku sudah putuskan untuk mengatakan semua ini padanya sepulang kerja, aku harap dia bisa mengerti."
"Iya, semoga saja," harap Starla.
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu. Kau baik-baik di rumah, dan jangan terlalu dekat dengan Reyhan!" Deka beranjak dari duduknya.
"Iya, jangan khawatir!" sahut Starla yang juga ikut bangkit.
Keduanya pun berjalan beriringan menuju pintu.
"Jangan lupa kunci semua pintu, aku takut orang-orang suruhan papamu datang lagi," pinta Deka.
__ADS_1
"Siap, bos!"
Deka lalu mencium mesra bibir Stara, tepat bersamaan dengan Reyhan yang keluar dari kamar tamu dan melihat semua itu. Seketika hati Reyhan seperti dihantam batu besar, sesak dan sakit.
"Aku pergi." Deka bergegas masuk ke dalam mobil setelah melepaskan ciumannya.
Starla hanya melambaikan tangan sambil tersenyum manis melihat mobil Pajero sport hitam milik Deka bergerak keluar gerbang.
Hari ini dia benar-benar bahagia karena niat tulus Deka tadi, walaupun ada sedikit kecemasan di hatinya memikirkan reaksi Dani saat tahu semua ini.
"Kalian menjalin hubungan, ya?"
Starla yang masih terpaku di teras terkejut dan sontak berbalik, ternyata Reyhan sudah berdiri di belakangnya dengan wajah sendu.
"Rey, kau sudah bangun?" Starla balik bertanya.
Starla tersenyum, "Iya, Rey. Kami pacaran, dan Bang Deka berniat ingin menikahi aku."
Hati Reyhan semakin terasa sakit, namun dia berusaha bersikap biasa saja dan tersenyum.
"Selamat, ya. Semoga kalian bahagia," ucap Reyhan lirih.
"Terima kasih, Rey. Oh iya, kau sarapan dulu, ya? Aku sudah siapkan untukmu." Starla menutup pintu lalu menguncinya, kemudian menarik lengan Reyhan ke meja makan.
Starla dan Reyhan duduk berdampingan, dengan telaten wanita itu mengambilkan semangkuk bubur ayam yang sengaja dia buatkan untuk Reyhan. Dia tahu bibir Reyhan terluka, pasti akan sangat sulit jika lelaki itu makan sesuatu yang keras.
"Ini, silakan! Aku sudah membuatkan bubur untukmu," terang Starla sembari menyodorkan mangkuk tersebut ke hadapan teman kecilnya itu.
__ADS_1
"Terima kasih, ya, La."
Starla mengangguk dan tersenyum manis, senyuman yang selalu menggetarkan hati Reyhan saat melihatnya.
Reyhan pun menyendok bubur itu lalu memasukkannya ke dalam mulut, rasa hangat dan gurih seketika lumer di mulutnya.
"Jadi apa rencana mu setelah ini? Kau tidak mungkin kembali ke rumah Papa, kan?" cecar Starla ingin tahu.
Reyhan menggeleng, lalu menelan makanan di mulutnya sebelum bicara, "Tentu saja tidak! Aku berencana akan kembali ke kampung orang tuaku dan mencari pekerjaan di sana."
"Maksudnya kau akan pulang ke kampung buluh? Mau kerja apa di sana?"
"Nelayan. Aku sudah lelah hidup di kota dan menjadi pesuruh, aku ingin hidup tentram dan tenang."
"Aku akan sering-sering datang mengunjungi mu nanti."
Reyhan tersenyum, "Aku tunggu."
Meskipun hatinya telah patah karena mendapatkan kenyataan jika Starla sudah menjadi milik pria lain, namun tidak serta merta membuat Reyhan marah apalagi membenci wanita yang dia cintai itu. Dia akan tetap menyayangi Starla sampai kapanpun.
Sementara itu, di sebuah kamar yang cukup mewah dan besar, Jhon Kotto tengah terbaring lemah di atas ranjang. Wajahnya penuh luka dan lebam akibat pertarungannya dengan Deka semalam, hampir saja dia mati di tangan pria itu.
"Aku harus membalas perbuatan si keparat itu dan merebut Starla kembali," ujar Jhon Kotto geram.
Jhon Kotto tak ingin menyerah, dia bertekad akan melenyapkan Deka dan membawa Starla pulang untuk dinikahkan dengan Datuk Ramzi yang saat ini pasti sedang marah padanya.
Dia sudah merawat serta membesarkan Starla seperti anak sendiri, enak saja wanita itu ingin menentang dan mengabaikannya seperti ini. Starla harus membalas budi dan menuruti semua keinginannya.
__ADS_1
***