
Malam pun datang, Deka sudah tiba di dermaga gelap yang Amir sebutkan kemarin, dan memantau dari tempat yang aman. Tampak sebuah mobil datang dan berhenti di tepi dermaga, lalu tak berapa lama sebuah Speedboat mendekati dermaga dan bersandar.
Seorang pria berwajah oriental turun dari Speedboat tersebut, dan seorang pria bermasker keluar dari dalam mobil. Keduanya melakukan transaksi, menukarkan sebuah tas dengan koper kecil. Tak lama kemudian, pria berwajah oriental itu kembali ke Speedboat kemudian pergi, sementara pria bermasker masuk ke dalam mobilnya.
Deka bergegas keluar dari persembunyiannya dan berjalan menghampiri mobil itu.
"Buka!" pinta Deka sembari menggedor kaca jendela mobil.
Kaca jendela mobil pun terbuka, "Siapa kau?"
"Keluar!"
Bukannya menuruti perintah Deka, pria bermasker itu justru bertepuk tangan, membuat Deka sedikit bingung.
Seketika beberapa orang tak dikenal keluar dari tempat mereka bersembunyi dan berjalan menghampiri Deka sambil membawa besi dan senjata tajam.
Deka sama sekali tak menyangka jika dia masuk dalam sebuah perangkap, dalam sekejap dia sudah dikelilingi oleh lima orang dengan senjata yang berbeda-beda di tangan mereka.
Dengan menganalisa sekelilingnya, Deka pun membuat strategi bertarung singkat. Di antara kelima orang tersebut, ada dua orang bertubuh tinggi besar, dan kedua orang itu adalah target utama yang harus dilumpuhkan terlebih dahulu, sebab akan sangat berbahaya kalau menghadapi orang yang memiliki power lebih dengan kondisi yang sudah kelelahan.
Tanpa aba-aba seorang pria bertubuh kurus berlari ke arah Deka dan menyerangnya dengan sebuah tongkat besi. Lelaki itu mengayunkan tongkat besinya dan mengarahkannya ke Deka, dengan sigap Deka bergeser dan berhasil menghindari serangan itu.
Pria kurus yang menyerang itu malah terhuyung karena tongkat besi yang diayunkannya cukup berat dan tidak mengenai sasaran, membuatnya hilang keseimbangan.
Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Deka, dia langsung menyerang balik dengan tendangan berputar atau dalam istilah MMA di sebut spining backhill dan tepat mengenai wajah pria kurus itu sehingga langsung terjatuh sambil memegangi hidungnya yang patah dan berdarah cukup hebat.
Deka mendekati pria kurus yang kesakitan itu dan kembali menendang wajahnya yang sudah berlumuran darah hingga membuatnya terkapar tak sadarkan diri, lalu memungut tongkat besi yang tergeletak sisinya.
Melihat adegan itu, semua orang yang ada di dermaga tercengang dengan apa yang baru mereka saksikan.
__ADS_1
Suasana mendadak senyap, orang-orang tak dikenal itu saling pandang seolah ragu untuk menyerang duluan.
Hingga salah satu pria yang bertubuh besar yang merupakan pemimpin mereka itu berteriak marah.
"Apa yang kalian tunggu, goblok! Cepat hajar dia!"
Mendengar perintah bos-nya, seorang pria bersenjatakan celurit mencoba menyerang Deka. Deka yang melihat itu juga sedikit berlari ke arah pria yang ingin menyerangnya dan menangkis celurit itu dengan tongkat besi yang dia pegang, hingga gesekan kedua kedua benda itu memunculkan percikan api.
Setelah berhasil menangkis celurit itu, Deka meneruskan gerakannya dengan berputar kemudian mengayunkan tongkat besi itu ke arah pria bertubuh besar yang tadi berteriak memerintah anak buahnya.
Pergerakan cepat dan tak terduga dari Deka itu, membuat si pria bertubuh besar terkejut dan tak mampu menghindar.
Tongkat besi yang Deka pegang menghantam kepala bagian samping serta telinga pria itu, seketika dia roboh dan darah mengucur deras keluar dari luka di kepalanya.
Melihat bos mereka terkapar bersimbah darah, ketiga pria lainnya langsung menyerang Deka secara bersamaan.
Si pria bermasker yang ada di dalam mobil mulai merasa cemas melihat pertarungan sengit yang sedang terjadi tepat di depan mobilnya, sepertinya situasi mulai berbalik pada mereka.
"Aku tidak bisa tinggal diam," gumam pria bermasker itu.
Pria itu tiba-tiba mendapatkan ide untuk mengaburkan pandangan Deka, dia memerintahkan supirnya yang berada dibalik kemudi untuk menyalakan lampu jarak jauh.
Sang supir menurut dan melaksanakan perintah pria bermasker itu, dia menyalakan lampu jarak jauh mobil tersebut yang langsung menyorot ke arah Deka, sebab posisinya tepat menghadap mobil, seketika Deka kesulitan melihat karena terlalu silau.
Tepat saat itu pula seseorang pria yang memegang sebilah golok mengayunkan senjatanya ke arah Deka.
Deka yang pandangannya terbatas sempat melihat ada bayangan yang bergerak ke arahnya, dan berusaha menghindar, tapi ternyata gerakan Deka tidak cukup berhasil kali ini, dan ujung golok itu pun menyayat dada bagian kirinya dengan cukup dalam.
Deka yang sadar bahwa kalau dirinya terluka pun langsung bergerak cepat mengindari sorotan lampu mobil itu, kemudian dia melihat ada luka yang cukup parah di dada bagian kirinya.
__ADS_1
"Sial! Aku harus pergi dari sini!" batin Deka.
Deka berpikir dengan luka yang cukup parah itu dia masih harus mengalahkan pria-pria tadi, dan itu sepertinya bukan pilihan yang bagus, sehingga dia pun lebih memilih menghindari mereka.
Deka bergegas berlari ke arah mobilnya, dan pria-pria yang tadi bertarung dengannya pun berusaha mengejar,
namun lari Deka lebih cepat dari mereka sehingga dia berhasil lebih dulu masuk ke dalam mobil dan bergegas meninggalkan lokasi itu.
Melihat Deka yang kabur, si pria bermasker yang berada dalam mobil tak terima dan ingin mengejarnya.
"Kalian cepat masuk!" Pria bermasker itu menyuruh orang-orang yang tadi menyerang Deka untuk masuk ke dalam mobil.
"Cepat kejar dia! Jangan biarkan dia lolos!" pintanya pada si supir.
"Baik."
Sang supir langsung memutar balik mobilnya dan mengejar Deka.
Adegan kejar-kejaran pun terjadi, Deka yang tahu jika dia sedang dikejar memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi di jalanan, beberapa kali dia hampir saja menyerempet kendaraan lain.
Deka memegangi dadanya yang terluka sambil menahan sakit, darah segar terus saja mengucur dari luka tersebut.
"Aku harus bertahan," ucap Deka sambil meringis.
Saat di persimpangan jalan, mobil Deka nyaris tertabrak oleh truk yang sedang menyeberang, tapi nasib baik dia bisa lolos. Sementara mobil yang mengejarnya justru tertahan dan tidak bisa lewat karena terhalang oleh truk tersebut, mobil itu pun sontak membunyikan klakson berulang kali. Saat truk itu berlalu, mobil Deka sudah menghilang dan mereka kehilangan jejak.
"Sial!" umpat si pria bermasker.
***
__ADS_1