Dendam Mafia Berdarah Dingin.

Dendam Mafia Berdarah Dingin.
94. Pertarungan Sengit.


__ADS_3

"Sekarang tinggal kau, biarkan Starla pergi atau nasib mu akan berakhir seperti mereka," kecam Deka dingin sambil menatap tajam Jhon Kotto.


Sejenak pria berambut putih itu terdiam, namun sedetik kemudian dia menyeringai lebar.


"Kalau kau ingin membawanya pergi, hadapi aku dulu," tantang Jhon Kotto yang langsung bergerak memasang kuda-kuda,


Tampak dari kuda-kudanya yang khas dan sempurna, pria paruh baya ini mempunyai kemampuan beladiri silat yang tak bisa diremehkan.


"Sepertinya kemampuanmu lumayan juga anak muda. Aku lihat, kaki mu sangat kuat dan cepat, aku jadi penasaran dengan kehebatan mu. Sudah lama sekali aku tidak pernah melihat orang dengan kemampuan sepertimu, darah mudaku menjadi kembali terpanggil," oceh Jhon Kotto panjang lebar.


"Kau salah, Tuan. Kaki dan tangan ku sama kuatnya, silakan kalau kau ingin mencobanya," balas Deka tenang.


Jhon koto pun mulai menyerang Deka, dia mencoba melumpuhkan kaki Deka, dengan menyerang bagian pergelangan dan lutut pria itu, karena dari pengamatannya tadi, kaki Deka sangat berbahaya.


Tapi Deka berhasil menghindari semua serangan-serangan darinya.


"Ternyata kau memang hebat anak muda, aku belum pernah mendapatkan lawan setangguh dirimu," puji Jhon koto sinis.


"Sudah jangan banyak omong, Pak tua!"


bentak Deka.


"Keparat! Kau pasti mati di tanganku!" geram Jhon Kotto yang kembali menyerang Deka.


Deka pun mengelak lalu balik menyerang Jhon Kotto dengan variasi pukulan dan tendangan ke arah tubuh serta kepala pria paruh baya itu. Tapi rupanya Jhon Kotto juga mampu mementahkan serangan-serangan dari Deka.


Pertarungan keduanya terlihat sangat sengit, tak di sangka Jhon koto yang mempunyai tubuh lebih kecil dan usia lebih tua bisa mengimbangi kehebatan bela diri Deka. Starla yang cemas dan takut hanya terpaku melihat perkelahian antara kekasih dan ayah angkatnya tersebut, Dani yang memperhatikan Starla pun langsung berlari mendekati wanita itu.

__ADS_1


"Hebat juga orang tua ini," ucap Deka dalam hati.


Dia kemudian memasang kuda-kuda tanda kalau dia sekarang lebih serius di bandingkan sebelumnya, lalu dia sedikit berlari dan melompat sambil memukul ke arah wajah Jhon koto (istilah MMA di kenal dengan Superman punch)


Namun Jhon Kotto mampu menghalau pukulan Deka dengan menyilang kan kedua tangannya sedikit dia atas kepalanya, bahkan dia menangkap tangan Deka, lalu berbalik memunggungi Deka dan membanting pria itu ke lantai.


"Bang Deka!" jerit Starla, dia semakin khawatir dengan kekasihnya itu.


Dani juga terperangah, ini pertama kalinya dia melihat Deka bisa dilumpuhkan oleh lawannya.


Deka sendiri pun tak menyangka kalau lawannya yang sudah berumur itu mampu membuatnya kewalahan seperti ini.


Deka yang masih tergeletak di lantai kembali mendapat serangan susulan dari Jhon Kotto yang coba memukul wajahnya, tapi dengan cekatan dia bisa menangkis setiap pukulan laki-laki paruh baya itu.


Beruntung Deka memiliki kaki yang jenjang, sehingga disela-sela pergulatan itu, dia sempat menendang Jhon Kotto yang sedang dalam keadaan setengah berdiri, dan membuat ayah angkat Starla itu terpental dan merasakan sakit di kepalanya. Kesempatan ini di manfaatkan Deka untuk segera bangkit.


Lalu mereka kembali beradu kemampuan, keduanya terlihat seimbang, masing-masing berbalas pukulan dan tendangan, tampak lebam di pipi Deka karena terkena pukulan dari Jhon Kotto,


sedangkan Jhon koto sendiri sudah terlihat ngos-ngosan karena kalah stamina dari Deka yang jauh lebih muda darinya.


Darah pun mengalir cukup banyak dari pelipis Jhon Kotto yang robek akibat terkena hantaman sikut Deka.


Melihat lawannya yang mulai kehabisan tenaga, Deka mengambil inisiatif untuk menjatuhkannya ke lantai. Deka berlari ke arah Jhon Kotto dengan sedikit menunduk, seperti seekor banteng yang ingin menyeruduk, lalu menangkap kedua paha pria itu dan membantingnya ke lantai (istilah MMA sering di sebut take down).


Kemudian dengan cepat Deka menindih tubuh Jhon Kotto dan menduduki perutnya (disebut posisi full mount dalam ilmu beladiri), lalu menghujani dengan pukulan bertubi-tubi.


Jhon Kotto tak kuasa lagi untuk melawan karena tubuhnya sudah terkunci dengan berat badan Deka yang jauh lebih besar darinya, darah di pelipis dan sudut bibirnya semakin banyak. Perlahan Jhon Kotto pun mulai kehilangan kesadarannya, namun Deka tetap memukulinya dengan membabi buta.

__ADS_1


Melihat ayah angkatnya itu sudah tak berdaya karena dihajar Deka, Starla merasa iba.


"Bang, sudah cukup!" pinta Starla.


Deka langsung menghentikan pukulannya dan menatap kekasihnya yang berdiri di samping Dani.


"Dia bisa mati, Bang! Jadi sudah, jangan dipukuli lagi!"


Deka mengalihkan pandangannya ke wajah Jhon Kotto yang sudah penuh luka, walaupun masih belum puas, dia akhirnya memutuskan berdiri dan menjauhi laki-laki paruh baya itu.


Starla berjalan cepat ke arah Deka dan langsung memeluk pria itu, dia sangat takut dan khawatir pada sang kekasih. Dani hanya tercengang melihat adegan tersebut, mendadak hatinya seperti diremas-remas, terasa perih sekali.


Deka yang menyadari Dani sedang mengawasi mereka, merasa tidak enak. Dia mengurai pelukan Starla dan sedikit mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya.


"Ayo kita pulang!" ajak Deka.


"Tunggu, Bang. Kita harus menyelamatkan Reyhan juga," cetus Starla.


Deka mengernyit heran, "Reyhan?"


"Nanti aku ceritakan, sekarang kita selamatkan dia dulu dan pergi dari sini," ujar Starla.


Ketiga orang itu pun buru-buru menyelematkan Reyhan yang sudah hampir mati lalu meninggalkan rumah megah milik Jhon Kotto.


***


Hai, semuanya.🤗

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya dong, biar aku makin semangat update.


__ADS_2