
Setelah kepergian Starla dan Dani, Clarissa pun langsung melayangkan protes kepada Deka.
"Pembantu mu kok masih muda sekali, sih? Aku pikir tadinya sudah berumur."
"Memangnya kenapa kalau masih muda?" tanya Deka datar, dia sedikit kesal karena tadi Clarissa bersikap kasar pada Starla.
"Kan tidak berpengalaman. Terus aku lihat sepertinya dia itu ganjen," tuduh Clarissa.
"Siapa bilang? Pemikiran mu tentang Starla itu salah," bantah Deka.
"Oh, jadi namanya Starla? Tidak pantas sekali!" cibir Clarissa pelan.
Deka hanya melirik Clarissa tanpa membalas cibiran wanita itu.
"Ya sudah, deh! Kau istirahat, aku mau ambil minum dulu." Clarissa beranjak dan keluar dari kamar Deka.
Sementara itu di dapur, Starla yang sedang mencuci piring terus saja menggerutu kesal, wajah cantiknya terlihat masam. Dani yang melihat Starla cemberut pun segera mendekati wanita itu.
"Kenapa wajahmu begitu? Jelek tahu!" goda Dani.
"Habis aku kesal dengan pacarnya Bang Deka!" keluh Starla.
"Dia bukan pacar Deka, mereka hanya berteman saja," bantah Dani.
"Hanya teman tapi lagaknya seperti pacar! Sok mesra!" gerutu Starla.
"Memangnya kau kesal kenapa padanya?"
Starla berbalik memandang Dani, "Masa tadi waktu aku bantu Bang Deka berbaring, dia datang lalu menarik aku dengan kasar. Terus dia juga menuduh aku pegang-pegang Bang Deka, memangnya aku wanita apaan?"
Dani mengangkat kedua alisnya, "Benar dia melakukan itu?"
"Iya, Bang! Aku kesal sekali pada nenek sihir itu!"
__ADS_1
"Lalu Deka diam saja?" tanya Dani.
"Bang Deka memarahinya dan dia langsung sok-sok manis gitu, menyebalkan! Mentang-mentang cantik dan kaya, dia seenaknya saja memfitnah orang lain."
Dani tertawa melihat Starla mengomel dengan wajah masam.
"Bang Dani kenapa tertawa?"
"Tidak apa-apa, aku cuma lucu saja lihat wajahmu yang cemberut itu," sahut Dani.
"Ish, aku lagi marah malah dibilang lucu!" Starla memercikkan air ke wajah Dani, lelaki itu sontak mengelak.
"Hei, nanti aku basah!"
"Biarin saja!" Starla kembali memercikkan air ke wajah Dani.
"Iya-iya, ampun!" Dani menangkap tangan Starla.
"Wah-wah, benar dugaan ku! Kau itu memang hobi pegang-pegang lelaki, ya?" ledek Clarissa sembari berjalan mendekati Dani dan Starla yang berdiri di dekat wastafel.
Starla menarik tangannya dari Dani dan menatap sinis Clarissa.
"Tadi Deka, sekarang dia," lanjut Clarissa menunjuk Dani dengan dagu nya, "Dasar penggoda!"
"Eh, jaga bicaramu!" bentak Starla.
"Starla, sabar!" Dani berusaha menenangkan Starla, tapi wanita itu tidak peduli.
"Kenapa? Kau tidak terima? Wanita kelas rendah seperti kau memang selalu berkelakuan begitu, merayu pria demi sesuatu!" ujar Clarissa.
Emosi Starla seketika naik, dia mengambil wadah yang berisi air dan cairan pencuci piring, lalu menyiramkannya ke wajah Clarissa, wanita itu sontak berteriak heboh sambil menutup matanya.
Dani tercengang melihat aksi Starla itu.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Clarissa mengusap wajahnya yang basah.
"Wanita bermulut busuk seperti kau ini memang sepantasnya disiram air sabun, biar otak dan mulutmu tidak kotor lagi," ucap Starla penuh penekanan.
Clarissa membuka matanya dan menatap tajam Starla, "Berengsek! Kau rasakan ini!"
Dengan penuh emosi, Clarissa berjalan mendekati Starla dan hendak memukul wanita itu, tapi apes dia justru terpeleset karena lantai yang licin akibat tumpahan cairan pencuci piring dan air tadi. Clarissa pun jatuh terduduk di lantai.
Tawa Starla sontak pecah, sementara Dani berusaha menahan tawa sebab tak enak pada Clarissa, dia juga bergegas ingin membantu wanita itu.
"Kau tidak apa-apa? Mari aku bantu berdiri." Dani hendak menyentuh tangan Clarissa, tapi wanita sombong itu menepisnya dengan kasar.
"Tidak perlu! Aku bisa berdiri sendiri!" tolak Clarissa.
"Sudah, Bang! Kan dia jatuh sendiri, jadi biar dia bangkit sendiri," sindir Starla.
Clarissa semakin kesal dan berang mendengar sindiran Starla.
Dengan hati-hati Clarissa berdiri dan merapikan pakaiannya yang sedikit basah, lalu menatap Starla dengan penuh amarah, "Kau akan menyesali semua ini!"
Clarissa pun buru-buru pergi sambil menahan kesal sekaligus malu, sedangkan Starla hanya tertawa terbahak-bahak mengejek wanita itu.
"Seharusnya kau tidak melawannya," kata Dani.
"Jadi aku harus diam saja dihina begitu? Enak sekali dia!" balas Starla.
"Tapi aku takut dia melakukan sesuatu untuk menyusahkan mu," tambah Dani sedikit cemas.
"Aku tidak takut, Bang. Kan dia yang mulai dan aku tidak bersalah," tutup Starla.
Dani menghela napas, dia tahu Clarissa itu manja dan sedikit arogan, dia hanya tak ingin Starla terkena masalah nantinya.
***
__ADS_1