
Dani sedang bersiap-siap untuk pulang setelah jam kerjanya berakhir, dia melirik arloji di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Sebaiknya aku pulang ke rumah Deka saja," ucap Dani pelan, dia lalu memakai helm dan naik ke atas sepeda motornya kemudian melesat pergi, namun baru beberapa meter melaju, sebuah mobil mewah dan dua sepeda motor menghadangnya.
Dani pun mengerem mendadak dan kebingungan melihat mobil dan sepeda motor yang menghalangi jalannya, dua orang pria turun dari dalam mobil mewah itu, yang satu pria paruh baya berambut putih dan yang satunya lagi tak asing bagi Dani, dia adalah Reyhan.
Dani mendadak takut dan cemas, apalagi saat melihat empat orang pria berbadan kekar yang juga turun dari motor mereka dan berjalan mendekatinya.
"Si-siapa kalian?" tanya Dani dengan gemetar.
"Di mana Starla?" Pria paruh baya berambut putih itu balik bertanya.
Dani terdiam dan langsung paham jika orang-orang ini sedang mencari Starla, dia curiga jangan-jangan mereka lah yang menyebar video itu.
"Kenapa kau diam? Di mana Starla?" bentak pria itu.
"A-aku tidak tahu," jawab Dani.
Pria paruh baya itu tersenyum sinis, "Kau ingin main-main rupanya. Hajar dia!"
Keempat pria berbadan kekar itu langsung mendekati Dani, menariknya turun dari motor lalu menghajarnya tanpa ampun. Dani yang memang tak mahir berkelahi hanya bisa pasrah, apalagi tenaga empat pria itu sangat kuat, tentu dia tak sanggup melawannya.
"Cukup!" pinta pria paruh baya itu.
Keempat bodyguard nya sontak berhenti memukuli Dani yang sudah terkapar dengan wajah babak belur.
Pria paruh baya itu berjalan mendekati Dani dan berjongkok di sisinya, "Kau masih tidak mau mengatakan di mana Starla?"
Dani bergeming sambil meringis menahan sakit di wajah dan sekujur tubuhnya.
"Sekali lagi aku tanya di mana Starla?" Pria paruh baya itu kembali bertanya.
"A-aku tidak tahu, dia pergi tanpa pamit dari rumahku," sahut Dani bohong, bagaimana pun juga dia harus menyelamatkan Starla dari orang-orang ini, sebab dia berpikir jika mereka bukan orang baik.
"Kau pasti bohong!" bentak pria paruh baya itu sembari menarik baju Dani.
"A-aku berani bersumpah, aku tidak tahu di mana Starla," sambung Dani.
__ADS_1
"Hem, Pak. Sebaiknya kita bawa dia, aku takut ada orang yang melihat semua ini." Reyhan akhirnya buka suara.
Pria paruh baya itu menghela napas lalu berdiri dan memerintah bodyguard nya, "Bawa dia!"
Keempat pria kekar itu mengangkat Dani dan memasukkannya ke dalam mobil, sementara sepeda motornya dibiarkan tergeletak begitu saja.
Setelah mobil mewah itu melesat pergi bersama para bodyguard nya, seseorang keluar dari balik pohon besar sambil tersenyum sinis. Sebuah pesan masuk ke ponselnya sebagai bukti transferan uang senilai sepuluh juta rupiah, karena dia sudah memberi informasi keberadaan Dani.
"Maaf, Dan. Aku butuh uang ini," ucapnya pelan.
Dia kemudian menaiki sepeda motor Dani dan bergegas kembali ke pabrik.
***
Dani di bawa ke sebuah rumah mewah di tengah kota Batam, lalu dia diseret ke salah satu ruangan dan diikat.
"Lepaskan aku! Kenapa kalian mengikatku?" Dani memberontak, berusaha melepaskan diri.
Tapi tak ada yang menggubrisnya sama sekali.
"Sita ponselnya!" pinta pria paruh baya berambut putih itu.
"Ini ponselnya, Bos."
Pria paruh baya itu memegang ponsel Dani dan ingin membukanya, tapi ternyata layarnya terkunci. Dia lantas menatap Dani dengan tajam.
"Berapa sandinya?"
Dani bergeming, membuat lelaki itu emosi.
"Katakan berapa sandinya!" bentak pria itu.
Dani tetap keras kepala, dia tak mau bicara.
"Kau mau main-main rupanya!" Pria paruh baya itu mengeluarkan pistol yang terselip di pinggang lalu menodongkannya ke Dani.
Dani seketika gemetar ketakutan, dia menelan ludah melihat senjata api itu.
__ADS_1
"Katakan!" bentak pria itu lagi.
"020222," ucap Dani akhirnya.
Pria paruh baya itu tersenyum samar sembari mengetik sandi yang Dani katakan, kunci layar ponsel tersebut terbuka dan dia langsung mencari nomor kontak Starla, namun tidak ditemukan.
Si pria berambut putih itu kembali menatap tajam Dani, "Apa nama kontak Starla?"
"Ti-tidak ada, dia tidak punya ponsel," ujar Dani bohong, dia masih ingin menyelamatkan Starla.
"Kau pasti bohong!" pekik sembari menendang kepala Dani.
Dani tersungkur ke lantai seraya meringis kesakitan.
"Rey, periksa ponsel ini!" titah pria itu, dia menyerahkan ponsel Dani pada Reyhan.
Reyhan mengangguk, "Baik, Pak."
Reyhan pun memeriksa ponsel itu, mencari petunjuk tentang Starla. Dia mengecek panggilan masuk dan keluar, dia curiga dengan satu kontak yang bertuliskan My Future Wife. Reyhan lalu mengecek pesan dari kontak tersebut dan melihat foto profilnya, ternyata itu adalah nomor Starla.
"Ketemu, Pak!" seru Reyhan.
"Hubungi dia!"
Dani terkesiap dan semakin ketakutan.
Pria paruh baya berambut putih itu menyeringai lebar sambil menatap Dani, "Karena kau tidak mau mengatakan di mana Starla, maka kami akan membuat dia sendiri yang datang ke sini."
Dani sungguh cemas, dia tak ingin Starla dalam bahaya, karena yang dia tahu dari Starla, orang-orang di hadapannya ini adalah sindikat perdagangan manusia yang mengejar wanita itu.
***
Perhatian ....
Mulai sekarang aku tidak bisa update setiap hari lagi, karena aku sudah mulai sibuk. Jadi aku akan slow update, tapi aku tetap selesai kan kisah Deka sampai tamat, kok.
Jadi aku minta tetap sabar dan setia nunggu kelanjutannya, ya.🙏🏼
__ADS_1
Jangan hapus novel ini dari rak favorit kalian. Terima Kasih.