Dendam Mafia Berdarah Dingin.

Dendam Mafia Berdarah Dingin.
67. Mulai Menyadari.


__ADS_3

Sadar jika dua pria di hadapannya terkejut, Starla pun menjelaskan yang sebenarnya.


"Saat aku kecil, kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan mobil. Keluargaku yang lain tidak mau mengurusku, mereka meninggalkan aku di panti asuhan. Lalu Papa datang dan mengadopsi aku, dia membesarkan aku seperti anak sendiri," ungkap Starla.


Deka tercenung saat tahu dirinya dan Starla sama-sama seorang anak yatim-piatu.


"Tapi kok bisa orang kaya seperti papamu itu tiba-tiba mengadopsi seorang anak dari panti? Apa dia tidak punya istri atau anak kandung?" cecar Dani.


"Yang aku tahu, istrinya meninggal saat melahirkan anaknya dan Papa tidak mau menikah lagi."


"Sama seperti ibunya Deka. Iya, kan, Ka?" Dani melirik Deka dan meminta jawaban sahabatnya itu.


Deka hanya mengangguk. Starla sedikit terkejut saat mengetahui fakta itu.


Starla ingin melanjutkan ceritanya namun urung sebab tiba-tiba ponsel Deka berdering.


Deka buru-buru mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana, ternyata ada telepon dari Rakis.


"Kau belum menghubungi ayahmu, ya?" tebak Deka.


Dani menggeleng, "Aku lupa."


Deka mengembuskan napas kesal lalu menyodorkan ponselnya ke Dani, "Nih, dia menelepon. Jawablah!"


Dani menerima ponsel itu lalu menjawab telepon dari sang ayah.


"Halo, Yah."


"Akhirnya! Kau dari mana saja?"


"Ceritanya panjang, nanti aku jelaskan kalau sudah pulang ke rumah," jawab Dani.

__ADS_1


"Ya sudah, cepat pulang sekarang juga! Ayah tunggu!"


Rakis yang kesal langsung mematikan teleponnya.


Dani berdecak sebal dan mengembalikan ponsel Deka.


"Apa katanya?" tanya Deka penasaran.


"Aku disuruh pulang sekarang juga," adu Dani dengan wajah masam.


"Memangnya ayahmu tidak bekerja?"


Dani menaikkan kedua bahunya, "Mungkin dia cuti."


"Kalau begitu pulanglah! Kasihan, dia sangat mencemaskan mu," pinta Deka.


"Iya, ini aku mau pulang."


Dani mengernyit heran, "Mau ke mana?"


"Aku mau menemui seseorang, ada urusan yang harus aku selesaikan," sahut Deka.


"Tapi Abang kan masih belum pulih, masih harus banyak istirahat," sela Starla cemas.


"Aku sudah tidak apa-apa," sanggah Deka.


"Starla benar, lebih baik kau istirahat dulu di rumah. Urusanmu itu masih bisa ditunda sampai kau benar-benar pulih," sambung Dani.


"Masalahnya tidak bisa ditunda-tunda lagi! Sudahlah, kau mau aku antar atau tidak?" sungut Deka yang mulai kesal.


"Iya-iya, kau ini susah sekali dinasehati! Padahal ini demi kebaikanmu," gerutu Dani.

__ADS_1


Deka tak membalas ocehan Dani, dia melenggang pergi begitu saja.


"Aku pulang dulu, ya?" Dani lalu pamit pada Starla.


"Iya, Bang. Maaf karena aku, Abang jadi terluka begini," balas Starla merasa tak enak hati melihat Dani babak belur.


Dani tersenyum, "Tidak apa-apa, demi calon istri, jangan kan dipukuli ayah mertua, dipukuli satu kampung pun aku rela."


Starla terkesiap kemudian terkekeh, sempat-sempatnya Dani menggombal.


Tiiiiinn ....


Keduanya terperanjat kaget saat Deka tiba-tiba membunyikan klakson mobilnya.


"Berengsek si Deka! Ngagetin saja!" umpat Dani.


"Ya sudah, buruan! Bang Deka sudah nungguin itu."


"Memang dia itu paling tidak bisa lihat teman senang!" Dani pun berjalan dengan terseok-seok keluar rumah sambil terus mengomel.


Starla tersenyum sambil geleng-geleng kepala, dia merasa bersyukur karena Deka dan Dani mau mengerti serta tidak marah padanya, meskipun dia sudah membohongi mereka.


Starla kemudian membaringkan tubuhnya di sofa lalu memejamkan matanya, dia agak mengantuk dan lelah, namun mendadak bayangan wajah Deka muncul di ingatannya. Dia sontak membuka kembali matanya dan terbayang kejadian saat di mobil tadi, entah mengapa dia merasa ada yang tidak beres dengan hatinya ketika wajah Deka berada sangat dekat dengannya, jantung Starla pun seketika berdegup kencang.


Starla meraba dadanya sendiri, "Kenapa jantungku berdebar begini? Apa jangan-jangan aku jatuh cinta padanya?"


***


...Jangan lupa like dan komennya ya BESTie....


...Biar aku makin semangat update.🥰...

__ADS_1


__ADS_2