
"Gila aku gak nyangka Ver,Rendra sejahat itu sedari awal sejujurnya aku sudah curiga,aku sudah bilang sama mantan suami kamu itu tetapi dia tidak percaya,"Jelas Jodi.
"Iya Jo,aku menyesal terlalu percaya sama dia,benar kata kamu dulu dan sekarang memang beda sikap seseorang bisa berubah seiring berjalanya waktu dan keadaan,"Ucap Vera menghela nafas.
"Sudahlah Ver,yang berlalu biarlah berlalu soal Wisnu suatu hari dia akan sadar Ver,saranku lebih berhati hati lagi jika kamu berpergian ya,"Ucap Jodi nampak kawatir.
"Iya Jo,eemm Jo waktu makan siaang hampir habis lo kamu gak buru buru balik?"Tanya Vera sambil melihat jam ditanganya.
"Kamu tenang saja,aku sudah menyerahkan semuanya sama sekertaris aku,"Jawab Jo sambil menyeruput es capucinonya.
"Heemm mentang mentang jadi bos,tinggal perintah aja,"Ledek Vera.
"Iisshh kamu paling bisa,"Jawab Jo sambil mengacak ngacak rambut Vera.
"Jodiiiii,,,kan jadi berantakan rambut aku,"Kesal Vera sambil merapikan rambutnya dan disambut tawa oleh Jo.
Mereka akhirnya pulang bersama setelah selesai makan siang,Jodi lebih dulu mengantar Vera ke kantornya.Ternyata Rendra mengikuti Vera semenjak Vera keluar kantor dia amat kesal mengetahui jika Vera pergi bersama Jodi..
"Ngapain Jodi pergi bersama Vera,mereka kelihatan sangat dekat apa mereka punya hubungan,"Batin Rendra bertanya tanya dia selalu mengawasi dan mengikuti Jodi,sejujurnya Jodi tahu Vera ada yang mengikuti makanya dia meminta Vera untuk pulang bersamanya saja.
"Benar dugaanku orang itu selalu mengikuti Vera,kalau aku bilang Vera pasti dia akan ketakutan lebih baek aku diam saja dan menjaga Vera juga Bisma,"Batin Jodi yang menyadari mobilnya diikuti seseorang.
"Jo kamu kenapa kok kaya memikirkan sesuatu gitu?"Tanya Vera sambil memperhatika Jo
"Enggak ko Ver,aku hanya lagi mikir aja projek kedepan apa yang harus aku buat untuk menarik para investor,"Alasan Jodi.
"Oh gitu,kalau boleh akan aku bantu cari ide bagus gimana?"Usul Vera
"Boleh saja Ver,tapi apa gak merepotkan kamu?kerjaan kamu sudah banyak loh,"Jawab Jo
"Udah santai aja,"Jawab Vera sambil memegang tangan Jo membuat dia menjadi dag dig duk tak karuan,sepertinya Jo sudah jatuh hati pada Vera.
"Eemm Ver nanti pulang aku jemput saja ya?"Saran Jo
__ADS_1
"Gak usah Jo,kau jadi bolak balik nanti,aku kan bisa naek taksi kalau enggak nanti biar dijemput Rafa,"Jawab Vera
"Udah kamu nurut aja oke,lagian ada yang mau aku omongin,"Ucap Jo dan Vera hanya bisa pasrah mengiyakan keinginan Jodi.
Ditempat berbeda Wisnu menuntun Nindi pulang kerumahnya karena kondisinya sudah sehat,Wisnu sangat perhatian dengan Nindi itu membuat Nindi semakin bahagia.
"Mas aku mau mangga,nanti mampir kita beli ya?"Ucap Manja Nindi.
"Kita pulang saja dulu ya,kamu kan baru pulang dari sini nanti sampai dirumah aku akan langsung belikan oke,"Ucap Wisnu sambil mengelus perut Nindi.
"Yaahh,tapi bener ya nanti beliin,"Jawab Nindi cemberut.
"Iya sayang,udah dong jangan cemberut begitu,senyum dong,"Goda Wisnu dan Nindi pun tersenyum.Mereka pulang kerumah sampai dirumah Wisnu lalu menyuruh Nindi istirahat dia akan pergi membeli mangga seperti apa yang istrinya inginkan tadi.
"Sayang kamu baek baek dalam perut bunda ya,jangan nakal kasihan bunda,ayah akan membeli mangga dulu ya,"Ucap Wisnu didepan perut Nindi lalu menciumnya.
"Iya ayah tapi jangan lama lama ya,"Jawab Nindi menirukan suara anak kecil dan Wisnupun tertawa.
"Kenapa sayang?apa yang sakit?"Tanya Wisnu panik
"Enggak kok mas,ini dedek nendangnya kenceng banget,"Jawab Nindi
"Oh kirain kenapa,anak ayah jangan nakal ya nak pelan pelan saja nendang bundanya,kan kasihan,"Wisnu kembali mencium perut Nindi.
Akhirnya setelah drama Nindi yang manja Wisnu berangkat mencari mangga dia memilih memakai sepeda motor biar cepat,Wisnu dan Nindi tidak menyadari jika dari tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka.
Nindi yang selesai mandi berjalan ke arah lemari dia akan mencari baju ganti dia tetapi dia mendengar suara langkah kaki dia fikir itu suaminya "Mas kok kamu balik lagi,"Ucap Nindi tanpa menoleh terlebih dahulu .
Laki laki tersebut langsung masuk dan mendekati Nindi dari belakang dia lalu mencium leher Nindi "Mass geli aku habis mandi lo,"Ucap Nindi yang dia fikir itu suaminya
"Ka kamu,ngapain kamu disini?"Nindi menoleh dan terkejut melihat siapa yang memeluk dan menciumnya dari belakang.
"Kenapa Nin,aku kangen sama kamu dan anak kita,"Ucap Orang itu
__ADS_1
"Tutup mulutmu,jangan ngaco kamu ini anak aku dan mas Wisnu,"Jawab Nindi berjalan mundur.
"Ayolah sayang,aku kangen sama kamu ingin menjenguk anak kita dia juga anak aku kan aku ikut membuatnya,aku tahu itu anak kita juga Wisnu,"Rayu laki laki itu yang tak laen adalah Rendra karena kesal dengan Vera yang selalu bersama Jodi dia melampiaskan kepada Nindi karena sejujurnya mereka pernah melakukan hubungan terlarang itu.
"Mau apa kamu,jaangan mendekat atau aku akan teriak,"Ancam Nindi yang sudah mentok di tembok.
"Hahah kamu mau kemana sayang,kamu tidak bisa lari dari aku,ayolah kita senang senang lagi seperti waktu itu,"Ucap Rendra semakin mendekat.
"Berhenti Rendra,aku akan teriak biar semua orang kesini dan menangkap kamu,"Ancam Nindi gemetaran.
"Hahaha teriaklah Nin,tidak ada yang mendengar teriakan kamu,""Jawab Rendra sambil tertawa.
Rendra semakin dekat dengan Nindi dan Nindipun hanya bisa pasrah dia berharap suaminya akan cepat pulang,Rendra memaksa mencium bibir Nindi dengan kasar,Nindi berusaha menolak tetapi dia kalah tenaga dengan Rendra.
"Eemmm,eeemmmm lepas Ren,,eemmn,"Ucap Nindi yang bibirnya dibungkam dengan bibir Rendra.
"Diamlah dan nikmati jika tidak aku akan sakiti bayi ini,"Ancam Rendra.
"Ja jangan Ren,tolong lepaskan aku,aku baru pulang dari rumah sakit aku mohon,"Ucap Nindi menangis.
"Diaaaaam,"Bentak Rendra dan Nindi bungkam Rendra terus memaksa Nindi untuk berhubungan badan,walau dengan paksaan tetapi Rendra melakukannya dengan hati hati Nindi hanya bisa pasrah dengan perlakuan Rendra sejujurnya dia menikmati karena selama hamil Wisnu jarang menyentuhnya alasanya karena takut anak dalam kandungan Nindi kenapa napa.
"Aaaaahhhhh,"Rendra akhirnya ambruk disamping tubuh polos Nindi.
"Terimakasih sayang,kamu semakin menggairahkan,"Ucap Rendra lalu mencium kening Nindi dan dia berdiri memunguti baju yang dia buang lalu memakainya dia akan pergi dari sana.
"Brengsek kamu Ren,kenapa kamu lakukan ini sama aku,aku sudah bersuami sekarang,"Kesal Nindi.
"Haaha kenapa Nin,kamu juga menikmatinya kan,Aku sudah memberitahumu tentang tugas kamu,tapi kamu tidak melakukanya jadi jangan salahkan aku jika aku menikmati tubuhmu lagi,"Jawab Rendra lalu pergi meninggalkan Nindi yang masih telanjang.
"Arrrgggghhhh sialan kamu Ren,"Teriak Nindi melempar bantal yang ada disampingnya.
Nindi yang merasa remuk badanya lalu berdiri dan membersihkan diri lagi,dia takut Wisnu akan segera pulang,sebelumnya Nindi membereskan ranjang mereka juga memunguti pakaian yang tadi dia kenakan dan dibuang oleh Rendra
__ADS_1