Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 31


__ADS_3

Setelah kejadian Vera pingsan di kafe,Wisnu semakin menunjukkan sikap masa bodohnya,menurut Wisnu Vera susah diatur dan sesuka hatinya,Wisnu juga sudah bekerja diperusahaan ayahnya dan Wisnu juga sudah berhasil membalikkan nama perusahaan atas nama dia.Vera yang sedang banyak fikiran memeutuskan untuk kerumah Nur sahabatnya.


"Ver kamu masih mau aja seh balikan sama Wisnu yang jelas jelas udah selingkuhin kamu,"Tanya Nur sahabat Vera karena Vera dataang kerumah Nur.


"Setiap orang kan berhak mendapatkan kesempatan Nur,kamu sendiri bagaimana sama suami kamu?masih sering berantem kalian,"Tanyaku pada Nur pasalnya dia juga sedang ada masalah.


"Ver,aku mau cerita tetapi kamu janji jaga rahasia ini ya,"Ucap Nur menatapku serius.


"Iya Nur,cerita saja aku enggak akan bicara pada siapa siapa ko,"Vera meyakinkan Nur.


"Aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang Ver,dia baek,pengertian sekali sama aku juga anakku,dia sangat meratukan aku berbeda dengan mas Teguh yang selalu cemburuan tanpa sebab,"Curhat Nur pada Vera.


"Whaaat,kamu serius selingkuh Nur,"Vera terkejut dengan cerita Nur.


"Husstt,jangan keras keras dong habisnya bagaimana Ver,mas Teguh semakin kasar sama aku Ver,sedangkan ada laki laki yang bisa mengerti aku,"Jawab Nur.


"Bagaimana ya Nur,aku sendiri juga tidak bisa berkomentar banyak,pesanku hati hati aja Nur jangan terlalu jauh berhubungan,jangan sampai menyesal ya,"Nasehat Vera padahal dalam hati Vera sendiri juga selingkuh.


"Makasih ya Ver,kamu memang sahabat terbaikku,"Nur memeluk Vera dan melanjutkan ngobrol kembali hingga waktu begitu cepat berputar tak terasa sudah sore ajaa.


Vera berpamitan pulang,sudah seharian dia dirumah Nur,hatinya sedikit lebih tenang meski kadang kehamilanya mengganggu aktifitasnya sampai sekarang Vera belum memberitahu keluarganya tentang kehamilanya.


"Darimana saja kamu jam segini baru pulang,"Bentak Wisnu yang menunggu di depan rumah karena melihat Vera datang.

__ADS_1


"Peduli apa kamu sama aku mas,bukanya kamu sudah sibuk sendiri dengan urusan kantor kamu,"Jawab Vera ketus.


"Vera,aku ini suami kamu aku juga butuh kamu urusi,suami pulang kerja enggak ada makanan sama sekali istri macam kamu,"Wisnu semakin marah dan mencengkram tangan Vera.


"Kamu minta aku peduli sama kamu mas,sedangkan kamu sendiri apa peduli sama aku mas saat aku membutuhkan kamu,kamu dimana mas apa kamu mau menemani aku,aku capek mas dengan perubahan sikap kamu ini,kamu saja tidak peduliin aku dan Bisma,lepaskan mas sakit,"Vera berusaha melepaskan cengkraman Wisnu.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi Vera dan membekas merah di pipi mulus Vera,tanpa menjawab apa apa lagi Vera berlari ke kamar dan menangis sejadi jadinya setelah lelah menangis dia keluar kamar dan pergi mengambil sepeda motornya dan entah pergi kemana.


"Pergi sana,sekalian jangan pulang,"Teriak Wisnu yang melihat Vera keluar sedangkan dia asik asikan tlf dengan Nindi.


Tanpa menoleh dan menjawab apa yang dibilang Wisnu Vera terus melajukan sepeda motornya membelah jalanan malam di kota.Sudah setengah jam Vera hanya berputar putar,dia merasa pusing dia menghentikan sepeda motornya di pinggir jembatan,dia lalu turun dan menangis kembali dia teringaat kisah hidupnya yang tidak bahagia.


Saat akan terjun ada sebuah tangan yang menarik Vera hingga dia jatuh terjerembab di atas orang tersebut.


Aaarrggggkkhhhh


"Veraa,"Satria amat terkejut setelah tahu siapa wanita yang dia tolong.


"Ka kamu,ngapain kamu selamatkan aku,lepaskan aku,aku mau mati saja,lepaskan,"Berontak Veraa karena Satria memegang tangan Vera.


"Apa yang kamu lakukan hah,kamu mau membunuh anaak kita juga,apa yang terjadi sama kamu Ver,kenapa kamu jadi selemah ini,"Satria memegang bahu Vera.

__ADS_1


"Apa peduli kamu sama aku,pergi sana temui istri kamu biarkan aku mati saja,tidak akan ada yang mencari aku mas Wisnu saja menginginkan aku pergi,"Teriak Vera frustasi.


"Ver,dengar aku lihat mata aku,tatap mata aku,apa aku membencci kamu apa aku menyuruhmu pergi,gak Ver,enggak akan aku akan bertannggung jawab tentang anak kita apapun yang terjadi,aku mohon Ver tenang lah,"Satria berusaha menenangkan Vera.


"Tapi kamu milik orang laen mas,aku tidak mau mengganggu rumah tangga kamu biarkan aku yaang hancur mas,"Vera menangis sejadi jadinya.


"Apa kamu lupa,kamu punya Bisma dia masih sangat membutuhkan kamu Ver,apa kamu tidak memikirkan dia,aku masih sangat mencintai kamu Ver sangat,maafkan aku jika kehadiranku aku membuatmu hancur,maafkan aku yang tidak bisa memenuhi janjiku untuk selalu menjaga dan bersamamu,aku hanya menuruti kemauan orang tuaku Ver,"Jawab Satria yang masih memeluk Vera dengan erat.


"Aku yang salah mas,tidak seharusnya aku mencintai pria laen disaat aku sudah memiliki keluarga,"Tangis Vera semakin pecah Satria tidak tega dengan tangisan Vera.


"Sayang sudah,maafkan aku aku yang membuatmu seperti ini,maafkan aku tolong jangan berbuat seperti tadi,aku tidak mau kehilangan kamu,"Satria pun ikut meneteskan aer mata.


Saat masih menangis Vera merasakan perutnya sakit,dia meringis kesakitan Satria sangat panik,dia lalu membawa Vera masuk ke dalam mobilnya belum sampai di mobil Vera sudah jatuh pingsan.Satria bertambah panik lalu dengan cepat membopong tubuh Vera dan menidurkanya di dalam mobil dengan segera Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya dirumah sakit Satria membopong tubuh Vera dan berteriak memanggil suster juga dokter karena dari kakinya keluar darah yang membuat Satria bertambah kacau.


"Ver,aku mohon bertahanlah demi anak kita sadarlah Ver,aku disini Ver ayo bangun,"Satria menangis dia teramat kacau melihat keadaan Vera.


"Bapak mohon tunggu disini saja,pasien akan segera di tangani dokter,"Salah satu suster memberitahu Satria.


"Tolong sus selamatkan anak dan istri saya,"Ucap Satria tanpa sadar menyebut Vera istrinya.Dia terduduk lemas dilantai rumah sakit perasaanya sakit dan juga hancur melihat Vera seperti tadi.


Bu karina terbangun di tengah malam,dia habis bermimpi buruk ikatan batin seorang anak dan ibu memang tidak salah bu Karina menjadi gelisah dan kepikiran soal Vera,dia melihat jam dinding yang menunjukkan angka 01,dia ingin sekali menghubungi Vera tetapi dia takut justru mengganggu Vera yang tertidur,lalu Bu Karina bangun untuk berwudhu dan shalat tahajud terlebih dahulu agar hatinya menjadi lebih tenang.Dia akan menghubungi Vera besak pagi saja.

__ADS_1


__ADS_2