Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 38


__ADS_3

Al sampai dirumah sakit dan Vera dimasukkan ke IGD,bu Karina terus menangis dia sangat kawatir dengan keadaan Vera.


"Bu yang sabar ya,kita berdoa semoga Vera baik baik saja,"Alan menenangkan Bu Karina.


"Terimakasih Al,kamu sudah menolong tante


apa yang terjadi dengan Vera?kenapa bisa seperti ini,"Ucap Bu Karina sambil menangis.


"Vera wanita yang kuat bu,kita doakan sama sama ya,"Al mengelus pundak bu Karina.


Sekitar lima belas menit dokter sudah selesai memeriksa Vera,dia lalu keluar dan mencari keluarga pasienya.


"Dok,bagaimana keadaan putri saya,"Tanya bu Karina yang memghampiri dokter setelah melihatnya keluar dari ruangan.


"Pasien mengalami pendarahan hebat bu,apa sebelumnya anak ibu keguguran,"Tanya dokter yang membuat bu Karina semakin shock.


"Maksud dokter apa,anak saya tidak hamil dok,"Jawab bu Karina.


"Dari hasil pemeriksaan anak ibu habis keguguran dan tidak dilakukan tindakan kuret,kami harus segera melakukannya bu agar pendarahanya berhenti,"Ucap dokter itu lagi


"Lakukan yang terbaek dok,"Jawab Al akrena bu Karina hanya menangis.


Bu karina berusaha menghubungi Wisnu walau bagaimanapun mereka belum berpisah,berkali kali dia menelfon menantunya itu tetapi tidak bisa.

__ADS_1


Sedangkan Wisnu sedang bersama Nindi,Wisnu memberi tahu bahwa Vera akan menceraikanya dan semua harta Wisnu akan dikembalikan.


"Aku senang sayang,kita tidak perlu susah susah menyingkirkan Vera,dia sudah menyerah,"Ucap Nindi sambil bersandar pada dada bidang Wisnu .


"Iya sayang,mungkin dia capek aku perlakukan tidak baek haha,"Jawab Wisnu dengan diselingi tawa.


"Kita akan segera menikah mas,"Ucap Nindi senang.


Saat mereka tengah asik bercanda Bisma datang dengan diantar tetangga bu Karina,dia mengatakan jika rumah bu Karina kosong.


"Bisma,bunda kamu kemana kok kamu bisa bersama tetangga nenek,"Tanya Wisnu.


"Tadi Bisma maen yah,Bisma pulang rumah udah kosong enggak ada orang,"Jawab Bisma.


Tanpa membantah Nindi menuju dapur untuk memasak,walau dia jahat sama Vera tetapi dengan anak kecil Nindi sangat suka,walau Bisma anak Vera,Nindi sangat sayang.


Wisnu lalu mengaktifkan ponselnya karena tadi dia sengaja mematikan ponsel,dan dia terkejut karena banyak panggilan masuk dari ibu mertuanya,dia membuka pesan ibu mertuanya dan mengabarkan jik Vera masuk rumah sakit,Wisnu amat terkejut walau bagaimanapun dia masih menyimpan cinta kepada Vera.


"Nin,Nin kamu enggak usah masak ya,aku mau kerumah sakit dulu Vera dirumah sakit,"Wisnu memanggil Nindi dan memghampirinya ke dapur.


"Memangnya sakit apa mas?"Tanya Nindi.


"Aku enggak tahu sayang,ibu mertuaku menyuruhnya kesana,"Jawab Wisnu

__ADS_1


"Kamu kelihatan kawatir begitu seh mas,"Ucap Nindi cemberut.


"Jangan cemberut begitu aku cintanya sama kamu ko,"Wisnu mencium bibir Nindi.


Sebelum mereka berangkat kerumah sakit Wisnu terlebih dahulu memandikan anaknya dan mengantar Nindi kembali kerumahnya.Sekitar setengah jam Wisnu telah sampai dirumah sakit,dia melihat Bu Karina menangis dengan ditemani seorang laki laki seusiaanya,Wisnu tidak tahu jika Al mantan kekasih Veraa.


"Bisma,sini nak maafkan nenek tidak menjemput kamu ya,"Bu Karina memeluk Bisma dan menangis.


"Iya nek enggak apa apa,Bisma diantar bu Surti kerumah ayah,bunda kenapa nek?"Tanya Bisma.


"Bunda sakit sayang,kamu sama Om Al dulu ya nenek mau bicara sama ayah kamu,"Jawab bu Karina.


Bisma tanpa banyak tanya laagi langsung menuju Al,dan meminta gendong Al karena Bisma sudah sangat mengenal Al.


"Wisnu kemana saja kamu,ibu menghubungi kamu sedari tadi tidak bisa,"Tanya bu Karina.


"Maaf bu ponsel saya lowbet dan baru saya buka,Vera kenapa bu?"Tanya Wisnu.


"Apa Vera hamil Wis,"Tanya bu Karina yang membuat Wisnu terkejut.


"Enggak bu,Vera tidak pernah bilang apa apa,"Jawab wisnu.


Lalu bu Karina menjelaskan kepada Wisnu tentang apa yang diberitahu dokter dan Wisnupun juga tidak tahu karena Vera tidak bicara padanya tetapi dia menceritakan kepada ibunya tentang sikap Vera sebulan terakhir,hingga terjadi pertengkaran itu Wisnu sedikit menyesal dengan sikapnya kemaren kemaren.

__ADS_1


__ADS_2