
Wisnu yang berada dirumah Nindi marah marah karena perlakuan ayah mertuanya dia tidak terima diperlakukan seperti tadi dan berniat menghancurkan Vera.
"Aaaaaaa brengsek,sialaann dasar mertua tidak tahu diuntung sudah mending aku masih mau menikahi anaknya yaang hamil duluan itu ,tahu begini jadinya lebih baek aku tidak menikahinya,"Ucap Wisnu sambil melempar apa saja yang ada didepanya.
"Cukup mas,barang barangku bisa habis karena ulah kamu,kamu sendiri yang memilih jalan itu kan,sudahlah yang penting sekarang kamu terbebas dari dia,"Nindi marah karena barang barangnya dibanting Wisnu.
"Apa kamu gak lihat wajahku menjadi babak belur begini,"Jawab Wisnu sambil menunjuk wajahnya.
"Daripada kamu marah marah tidak jelas,lebih baek kamu masuk kantor deh mas itu si asisten kamu tlf terrus aku enggak mau ya mas hidup miskin,"Jawab Nindi.
"Iya iya sayang,besak aja kenapa seh lihat ne mukaku masih kayak gini,kita habisin waktu berdua dulu ya,ya aku kangen kamu,"Wisnu mencolek dagu Nindi.
"Enggak,pokoknya kamu ke kantor dulu ada tas branded terbaru aku mau beli,"Nindi melotot.
"Baiklah,aku akan ke kantor dulu kalau begitu kamu lebih baik masakin aku dulu dan nanti malam persiapkan diri kamu oke sayang,"Bisik Wisnu yang membuat Nindi merinding.
Nindi bergegas ke dapur untuk membuatkan makan siang,sedangkan Wisnu dia berlalu ke kamar mandi.Sekitar lima belas menit Wisnu sudah rapi dan dia menuju meja makan untuk makan siang.
Ditempat laen Vera sudah kembali dari kantor Wisnu,dia mampir disebuah kafe karena merasa lapar,untung saja Wisnu belum masuk kantor jadi dia bisa mengambil berkas di ruangan Wisnu tanpa Wisnu ketahui.
"Vera,"Sapa seseorang yang ternyata Satria.
"Mas Satria,kebetulan sekali kita bertemu disini ya,"Jawab Vera sedikit terkejut melihat kedatangan Satria tiba tiba.
"Aku habis dari kantor dan biasanya makan siangku disini,kamu sendiri ngapain disini?"Tanya Satria.
__ADS_1
"Emang kantor kamu disebelah mana mas,aku habis dari kantor Mas Wisnu,"Jawab Vera.
"Itu diseberang jalan sana,"Sambil menunjuk kantornya.
"Owh itu kantor kamu mas,"Vera manggut manggut sambil melihat ke arah yang ditunjuk Satria.
"Iya Ver,aku dengar kamu sakit Ver bagaimana keadaan kamu,"Tanya Satria.
"Seperti yang kamu lihat mas aku sudah sehat,kamu tahu darimana?"Jawab Vera.
"Dari ibu dan Bisma,Ver maafkan aku gara gara aku kamu menderita,"Satria memegang tangan Vera.
"Bukan salah kamu mas,jangan menyalahkan diri sendiri aku baek baek saja ko sekarang,"Vera berusaha melepaskan tangan Satria.
"Ver aku masih sangat mencintai kamu,"Satria memandang Vera.
"Enggak Ver,hatiku sudahh terlanjur mencintai kamu enggak mudah bagiku berpindah ke laen hati,"Jawab Satria.
"Tapi mas aku enggak mau menjadi perusak rumah tangga kamu,cepat atau lambat pasti istri kamu tahu berbeda dengan dulu saat kamu sendiri,"Jawab Vera.
"Asal hanya kita yang tahu enggak akan ada yang melapor pada istriku Ver,aku mohon jangan tinggalkan aku Ver,aku sangat mencintai kamu,"Satria memohon.
Vera tidak dapat bicara apa apa lagi,diapun juga sangat mencintai Satria dia juga tidak bisa membohongi perasaanya sendiri.Akhirnya mereka berpelukan di kafe itu untungnya kafe sepi jadi tidak menjadi pusat perhatian orang banyak.
Wisnu yang tiba dikantor disambut oleh Jodi yang marah marah,dia hampir saja akan mengundurkam diri menjadi asisten Wisnu karena banyak klien yang membatalkan kerjasamanya dan jika terus menerus perusahaan bisa bangkrut.
__ADS_1
"Tuan masih ingat mempunyai perusahaan ya,"Sindir Jo.
"Diam kamu Jo,kamu tidak lihat muka saya babak belur seperti ini,"Jawab Wisnu dengan menunjukkan wajahnya yang ditutupi masker.
"Itu urusan tuan,yang jadi masalah perusahaan hampir saja bangkrut jika Tuan tidak segera datang,"Jawab Jo dia hanya melihat sekilas wajah Tuanya itu yang memang lebam.
"Ahh kamu Jo,enggak ada simpati simpatinya mana berkas yang harus saya tanda tangani,"Jawab Wisnu.
"Sudah saya siapkan di meja tuan,dan sebentar lagi ada meting penting dengan perusahaan Ahas Cooperation,"Jo memperlihatkan jadwal untuk Wisnu.
"Baiklah mari segera berangkat saja,dimana metingnya?"Tanya Wisnu.
"Di Kafe Adelia tuan,mari tuan kalau begitu kita berangkat,"Ajak Jo dan mereka pun kembali turun untuk melakukan meting di Kafe Adelia.
Tanpa Wisnu tahu bahwa perusahaan Ahas Cooperation adalah perusahaan Satria dan mereka akan melakukan meting di kafe dimana Vera jugaa berada disana.Berbeda dengan Satria dia memang sudah tahu jika akan bekerja sama dengan perusahaan Wisnu,sampai disana Satria sudah menunggu dan Vera sudah pamit pulang jika sampai tahu mereka berpelukan bisa perang dunia juga.
Kerjasama mereka akhirnya terjalin,Satria sengaja menerima kerjasama itu karena memang mempunyai tujuan tertentu.Vera yang tiba dirumahnya sudah disambut Al bersama anaknya,memang semenjak tinggal dirumah ibunya Bisma berteman dengan anak Al.
"Hae Rio,kamu sudah lama disini?Bisma mana?"Vera menghampiri Rio anaknya Alvaro.
"Bisma lagi dikamar mandi tante,aku baru saja sampaai dan menunggu disini,"Kata Rio.
"Rio saja yang disapa ne,kok aku enggak,"Tanya Al.
"Ishh kamu Al,ogah nyapa kamu,"Vera melengos dan disambut tawa oleh Al.
__ADS_1
Lalu Vera mengajak Rio,sedangkan Al kembali kerumahnya.Vera membersihkan diri terlebih dahulu baru dia beristirahat karena mulai besak dia harus bekerja demi menghidupi keluarganya.Dia tidak akan mengharapkan dari Wisnu lagi,sebisa mungkin dia akan bekerja.