Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 24


__ADS_3

"Untuk apa kamu bersujud di kaki kami Wis,sudah tidak ada gunanya lagi Vera sudah memberikan kesempatan berkali kali tetapi kamu selalu saja berbuat seenak kamu dan sekarang saat Vera dan Bisma kritis kamu baru menyesal,"Pak Candra meluapkan segala unek unek yang dia pendam selama ini.


"Pak,yang sabar ini rumah sakit,Wis berdirilah nak,"Bu Karina kelihatan lebih sabar dibanding pak Candra,pak Candra lalu pergi meninggalkan mereka dan Wisnu berdiri dengan dibantu Jo.


"Berdoalah nak,semoga anak dan istri kamu segera sadar,"Saran bu Karina lalu meninggalkan Wisnu juga Jo.


"Mereka pantas marah sama aku Jo,aku memang keterlaluan,"Ucap Wisnu


"Tuan yang sabaar ya,buktikan jika tuan benar benar ingin memperbaiki semuanya,dan tunjukkan pada ibu dan bapak mertua anda karena sekarang mereka keluarga anda tuan,"Nasehat asisten Jo.


"Aku pasrah Jo,jika nanti anak dan istriku sadar dan tidak ingin bersama aku akan melepaskanya,"Wisnu memandang Vera dari pintu kaca didepanya dengan banyak alat alat medis ditubuhnya termasuk Bisma.


"Saya yakin nona Vera dan Bisma pasti akan selamat tuan,"Asisten Jo memberi semangat kepada Wisnu.

__ADS_1


Selama seminggu Wisnu selalu menunggu Vera dan juga Bisma,tak seharipun dia meninggalkannya bahkan saat Nindi menghubunginya dia abaikan.Satria datang menjenguk Vera dia bersama Rini sahabat Vera juga saat bersekolah dulu.Sikap pak Candra sudah sedikit luluh,dia melihat kesungguhan menantunya tersebut.


"Bagaimana kondisi kamu mbak,"Satria tengah duduk disamping Vera yang masih lemah.


"Seperti yang kamu lihat mas,sudah lebih baek terima kasih sudah jauh jauh datang kesini,terimakasih juga ya Rin,"Ucap Vera sambil melihat kearah Rini.


"Iya Ver,santai aja kayak sama siapa aja seh kamu,cepet pulih ya biar kita bisa ketemu dan jalan bareng,ya gak Sat,"Jawab Rini sambil menyenggol Satria,Rini memang tahu hubungan Satria dan Vera,dia tidak berniat mengadu atau melarang karena Rini juga tahu keadaan yang sebenarnya.


"Iya Rin,aku juga kangen kalian,"Jawab Vera dengan diiringi senyuman.


"Iya mas,doain aku ya,"


"Ehm,ehm biasa aja kali lihatnya aku tahu kalian kangen,"Goda Vera dengan cengegesan untungnya Wisnu pergi mencari makan jadi mereka bebas bercanda.

__ADS_1


"Kamu Rin,kalau ngomong ya enggak di rem,kalau ada orang gimana?"Satria mendengus kesal.


"Hehe sori Sat,aman ko Wisnu kan sedang mencari makan,"Rini beralih ke sofa dan membiarkan Satria dan Vera ngobrol.


"Mas,aku ingin bercerai dengan dia,"Vera kembali menangis.


"Husstt kamu bicara apa?jangan mengambil keputusan saat kamu sedang marah dan emosi Ver,"Satria memegang tangan Vera.


"Aku capek mas hidup seperti ini terus,dia tidak pernah menghargai aku sama sekali,dia tak pernah menganggapku ada,dulu ada ayah yang mendukungku sekarang ayah sudah enggak ada,aku ingin pergi jauh mas meninggalkan semuanya,"Ungkapan hati Vera.


"Apa kamu yakin Ver,bagaimana dengan Bisma dia sangat dekat dengan ayahnya jika tiba tiba kalian berpisah apa tidak membuat Bisma tertekan apa lagi dia baru sembuh,"Satria duduk di dekat Vera.


"Aku yakin mas,dia jahat sama aku mas jahat banget,"Vera menangis sesenggukan Satria yang tidak tega langsung memeluknya.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu,ada aku yang masih mencintaimu kamu Ver,"Satria menghapus aer mata di pipi Vera.


Terdengar langkah kaki dari luar,Satria dan Vera buru buru melepas pelukan mereka dan Satria bergabung bersama Rini,Rini melihat adegan merekaa berdua juga tak kuasa membendung aer matanya dia juga ikut menangis.


__ADS_2