Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 60


__ADS_3

"Aku akan balas kamu mas,lihat saja aaaaarrrhhhhhhh,"Teriak Nindi Penuh emosi semua barang barang yang ada didepanya dia buang dan banting.


"Halo,aku butuh bantuan kalian buat seseorang yang saya kirim fotonya bangkrut dan hancur sehancur hancurnya tetapi jangan buat dia celaka,"Ucap Nindi menelffon anak buah Nindi.


"Lihat saja mas,aku akan buat kamu membutuhkan aku lagi aku tidak rela kamu kembali pada perempuan itu lagi,"Gumam Nindi dia lalu bergegas mandi.


Sedangkan Vera yang telah sampai di kota Y,langsung memesan kamar bersama Satria mereka sekamar berdua entah bagaimana cara Satria bicara pada pihak hotel jika mereka suami Istri.


"Mas kita kok sekamar seh,lagian kamu nunjukin apa coba kok mereka percaya seh?"Tanya Vera yang duduk disamping Satria.


"Memangnya kenapa hem,kamu enggak kangen sama aku,"Jawab Satria sambil mencubit hidung Vera.


"Ihh kebiasaan kamu mas,aku kan tanya mas?kangen banget malah mas,"Jawab Vera bersandar pada bahu Satria.


"Sama dong,gimana kalau kita sekarang mandi bareng,"Jawab Satria.


"Enggak mau,kamu saja yang mandi duluan mas nanti malah gak jadi mandi,kita ada meting satu jam lagi lo,"Jawab Vera.


"Enggak janji deh,hanya mandi saja,"Jawab Satria sambil mengacungkan dua jarinya.


"Enggak mau,sudah sana mandi kalau enggak aku duluan ne,"Jawab Vera sambil mendorong Vera.


"Iya,iya bawel awas ya nanti malam habis sama aku,"Jawab Satria sambil memgedipkan sebelah matanya.


"Sana cepetan mandi mas,aku lapar,"Jawab Vera.

__ADS_1


Satria lalu bergegas ke kamar mandi,Vera hanya senyum senyum sendiri melihat tingkah Satria.


"Seandainya saja mas Wisnu seperti kamu mas,aku pasti bahagia sekali dan tidak melakukan perselingkuhan ini,maafin aku mas Wisnu aku sudah terlanjur mencintai Satria sekarang,"Batin Vera


"Sayang kamu sudah menghubungi Bisma?"Tanya Satria yang tiba tiba sudah didepan Vera.


"Belum mas,aku lupa ya sudah aku tlf Bisma dulu ya kamu diam,"Jawab Vera dan Satria hanya mengangguk.


Vera menghubungi Bisma jika sudah sampai di kota Y,kebetulan ada Wisnu juga dan Wisnu ikut berbicara tetapi Vera merasa tak enak pada Satria akhirnya memilih mengakhiri tlfnya.Setelah selesai makan siang mereka lalu bergegas menuju restoran yang digunakan meting untuk membahas proyek mereka.


Ditempat laen Wisnu pergi keluar setelah berpamitan dengan Bisma dan mertua dia beralasan akan pulang kerumah mereka,tetapi Wisnu justru menemui Jodi hanya dia yang bisa mengerti perasaanya.


"Jo kamu dimana?bisa kita bertemu?"Tanya Wisnu dalam ponsel.


"Saya dirumah Tuan,jika tuan mau silahkan kesini,"Jawab Jo.


"Hahaha oke oke aku tunggu dirumah,"Jawab Jo sambil tertawa.


Sekitar satu jam Wisnu sampai dirumah Jodi,sang tuan rumah sudah menunggunya sampai disana Wisnu langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa.


"Itu muka kusut banget Wis,perlu aku setrika ne,"Canda Jo.


"Sialan lo,gak ngerti teman susah,"Jawab Wisnu sambil melempar batal ke arah Jo.


"Woi woi sabar brow,,ada apa lagi seh?"Tanya Jo sambil menangkap bantal yang dilempar Wisnu.

__ADS_1


"Vera pergi ke luar kota Jo,katanya ada proyek disana,"Jawab Wisnu lalu duduk.


"Apa proyek diluar kota?kok aku enggak tahu ya?"Jawab Jo kaget.


"Kamu gimana seh,kan kamu yang memberi perusahaan itu?"Jawab Wisnu,Jodi memang sudah memberitahu Wisnu jika mendiang ayahnya telah memberikan perusahaannya ke Vera karena Jodi melihat Wisnu benar benar telah berubah.


"Tapi aku sudah lama tidak tanya soal perusahaan itu Wis,memang sekarang perusahaan itu semakin berkembang,"Jawab Jo.


"Seminggu Vera disana Jo,apa aku susul aja ya?"Tanya Wisnu.


"Terserah lo deh Wis,rasain sekarang kamu kalang kabut sendiri kan di cuekin Vera,"Ledek Jo sambil berlalu ke dapur.


Wisnu tak menghiraukan ledekan Jo,karena memang benar dia yang sudah berkali kali menyakiti Vera,sedangkan Jo menuju dapur untuk membuat kopi.


"Vera kenapa tidak bilang sama aku jika ada projek ke luar kota ya,kok kayak ada yang janggal,"Batin Jo dia merasa ada yang aneh dengan Vera.


"Apa mungkin Vera sengaja menghindari Wisnu ya?ah lebih baek besak aku keperusahaan saja lah,"Gumam Jo kembali.


Mereka akhirnya ngobrol sambil meminum kopi sampai larut malam dan Wisnu pamit pulang.Dikota Y Vera dan Satria tengah memadu kasih entah sudah ke berapa kali mereka bermain hingga Vera jatuh lemas dipelukan Satria.


"Sayang aku bahagia sekali bisa seperti ini sama kamu,bukan karena kita bisa berhubungan badan tapi kebersamaan kita yang selalu aku rindukan,mungkinkah kita bisa bersama mas?"Tanya Vera menatap Satria.


"Husstt kamu enggak boleh bicara begitu,aku yakin kita bisa bersama entah kapan itu,"Ucap Satria sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Vera.


"Sekarang kita tidur saja ya,kita nikmati waktu kebersamaan kita,"Ucap Satria lagi sambil mencium kening Vera.

__ADS_1


Mereka lalu tidur berdua dengan saling berpelukan,Vera nyaman bersama Satria dan itu tidak dia dapatkan dalam diri Wisnu.Ditempat laen Wisnu pulang dari rumah Jo,dengan fikiran kacau dia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi hingga tiba tiba dia menabrak sesuatu,Wisnu panik lalu dia keluar dan melihat siapa yang dia tabrak ternyata seorang laki laki dan dia tergeletak pingsan,mau tak mau Wisnu menolongnya dan membawanya kerumah dia,diseberang jalan seseorang tengah tersenyum misterius.


__ADS_2