Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 20


__ADS_3

"Mas ayah masuk rumah sakit kita harus kesana sekarang,"Vera menghampiri Wisnu yang sedang berbincang bincang dengan Nindi dia melupakan rasa sakit hatinya mendengar mertuanya sakit.


"Apa?ayah sakit,kenapa Jodi tidak menghubungiku,"Wisnu balik bertanya.


"Apa kamu lupa jika ponselmu kamu matikan mas,karena sedang bersamnya,"Jawab Vera sambil melirik Nindi.


"Heh dasar istri enggak berguna,jelas lah Wisnu lebih memilih mematikan ponselnya karena dia tidak mau kamu ganggu,"Nindi merasa tersinggung dengan ucapan Vera.


"Kenapa kamu sewot Nin,benar kan apa yang aku katakan dasar pelakor,"Jawab Vera tak mau kalah.


"Heh dasar perempuan murahan,kamu itu yang sudah merebut mas Wisnu dari aku,kamu itu hanya dijadikan pelampiasan mas Wisnu saja,"Nindi semakin memanas manasi Vera.


"Jaga ya mulut kamu,kamu yang sudah meninggalkan dia dengan laki laki yang lebih kaya tetapi ternyata mas Wisnu justru lebih kaya dari laki laki itu makanya kamu sekarang menjadi pelakor"Vera akan menampar Nindi tetapi tanganya di pegang Wisnu.


"Cukup Vera!kamu ini apa apan seh,cepat kamu kemasi barang kamu dan Bisma kita ketempat ayah sekarang,"Wisnu melerai pertengkaran antara istri juga mantan kekasih Wisnu.


Tanpa menghiraukan kedua pasangan tak halal itu Vera masuk kedalam kamarnya dan mengemasi baju baju yang akan dibawa kerumah mertuanya, karena pasti akan menginap dalam beberapa hari kedepan.Dia juga memberitahu Bisma jika akan kerumah kakeknya dan bocah itu terlihat samgat senang.


"Mas,kamu lama ya disana?kalau aku kangen gimana?"Tanya Nindi manja.


"Ya lihat kondisi ayah sayang,jangan cemberut gitu dong kan kita bisa vidio call kalau kangen aku akan datang kesini,"Jawab Wisnu.


"Benar ya sayang,awas kalau aku diabaikan aku susul kesana,"Nindi memeluk Wisnu lalu berpamitan pulang.


Sore harinya mereka berangkat kerumah sakit dimana pak Santo dirawat,butuh waktu 5 jam untuk sampai disana,mereka sampai dirumah sakit sudah malam,dan disambut oleh asistem Jo.


"Selamat malam tuan dan nyonya,"Sapa asisten Jo dan menunduk.

__ADS_1


"Malam Jo,apa yang terjadi dengan ayah Jo,"Tanya Wisnu.


"Beberapa hari ini Tuan selalu keluar dan pulang larut malam,saya tidak tahu tuan mencari apa setiap saya tanya selalu saja bilang tidak butuh bantuan saya,"Asisten Jo menjelaskan.


"Kenapa kamu tidak mengantarkanya Jo,"Wisnu nampak marah.


"Maaf tuan saya sudah menawarkan diri tetapi tuan Santo tidak mau,"Jelas Asisten Jo takut takut.


"Dasar bodoh,seharusnya kamu mengikutinya Jo,"Jawab Wisnu emosi dan Vera menenangkan suaminya.


"Sudahlah mas,asisten Jo tidak salah,lebih baik kita doakan ayah semoga baek baek saja,mungkin memang ayah punya privasi sendiri yang orang laen tak boleh tahu,"Balas Vera lalu mengajak Wisnu masuk ke ruang perawatan ayahnya.


Pak Santo terlihat pucat dengan berbagai alat yang menempel di tubuhnya,dari penjelasan Jo pak Santo terkena serangan jantung ringan,akan tetapi kondisinya sedang kritis karena mungkin banyaak beban yang beliau fikirkan.


"Assalamualaikum yah,ini aku Vera aku sudah disini bersama ayah,ayah cepat sadar ya,Bisma juga ikut kesini yah dia kangen banget sama ayah,"Vera duduk di dekat ranjang ayah mertuanya dia mengajak ngobrol ayahnya meski beliau belum sadar.


"Iya mas,hati hati!"Balas Vera dia lalu mengajak ayah mertuanya berbicara kembali dia yakin ayahnya akan cepat sadar.


Sudah seminggu Vera berada di kota A merawat ayah Santo,kondisinya juga sudah semakin membaik,hari ini dia akan menjemput ayah mertuanya karena sudah diijinkan pulang oleh dokter.Asisten Jo telah siap akan mengantar Wisnu dan juga Vera kerumah sakit.


"Sore yah,bagaimana kondisi ayah hari ini,"Tanya Vera lalu menghampiri ayah Santo yang tersenyum melihat menantu kesayanganya datang.


"Alhamdulilah nak,ayah sudah makin baik jadi kan kita pulang sekarang,"Tanya ayah Santo.


Iya ayah,insaalah jadi asal ayah benar benar sudah pulih,mas Wisnu sedang berada diruang dokter yah,"Jawan Vera sambil mengemasi barang barang ayah mertuanya.


"Biar Wisnu nak yang beresin semua itu,"Larang pak Santo.

__ADS_1


"Enggak apa apa yah,aku bisa ko biar nanti yang bawa Jo,"Jawab Vera.


"Terima kasih Ver,kamu masih mau bertahan dengan Wisnu yang tidak pernah membahagiakan kamu,dia hanya bisa membuatmu menangis,"Pak Santo menenteskan aer mata,Vera terkejut dengan perkataan ayah mertuanya kenapa dia tiba tiba bertanya seperti itu.


"Ayah itu ngomong apa,sudah kewajiban Vera yah untuk membimbing mas Wisnu,tapi jika kelak Vera lelah dan tidak bisa bertahan Vera akan lepaskan Yah,"Memeluk ayah mertuanya entah kenapa dia bisa lemah sekarang di depan mertuanya,biasanya dia selalu menutupi perasaanya.


"Kamu memang Istri dan ibu yang luar biasa nak,ayah sudah tahu semuanya tentang Wisnu,"Jawab Pak Santo sambil menunjuukan foto foto Wisnu bersama Nindi entah darimana ayahnya tahu semua itu.


"Ayah da dapat semua ibi dari siapa?Jangan jangan ayah sakit karena melihat foto ini?"Tebak Vera dan pak Santopun hanya mengangguk menenteskan aer mata,dia merasa gagal mendidik anak satu satunya yang dia miliki,entah dengan cara apa lagi pak Santo akan menasehati anaknya.


Sejujurnya pak Santo tidak tega dengan Vera juga Bisma,tetapi dia masih berharap Wisnu bisa berubah,entah tindakan apa yang akan diambil pak Santo jika dia sudah benar benar pulih kembali.


"Halo mas,kapan kamu kesini aku kangen,"Suara manja Nindi diseberang tlf.


"Halo juga baby,sabar dong sayang ayah baru akan pulang dari rumah sakit,aku juga kangen banget sama kamu,"Jawab Wisnu sudah seperti ABG yang sedang jatuh cinta saja.


"Cepetan dong mas,udah gak tahan ne,"Suara Nindi dibuat mendesah desah agar Wisnu semakin tidak tahan dan segera menemuinya.


"Sayang jangan begitu lah,bikin aku gak kuat ini sebentar lagi ya sayang aku akan memakan kamu,"Jawab Wisnu.


"Aku sudah siap sayang,kapanpin kamu akan makan aku,"Goda Nindi.


"Awas ya kamu,,sayang udah dulu ya itu dokter akan memeriksa Ayah sebelum pulang,"Pamit Wisnu pada Nindi sambil meligat ke arah dokter yang masuk keruangan ayahnya.


"Ya sayang,ya sudah dulu ya,bye sayangnya akuh,eemmuuaacchhh,"Lagi lagi dengan sedikit ******* dan semua itu membuat Wisnu semakin gelisah.Nindi sengaja berbicara seperti itu agar Wisnu cepat pulang.


Dan tanpa Wisnu tahu ternyata ada sepasang mata yang dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka,dia adalah Vera tadinya dia akan mencari suaminya karena ayahnya akan berbicara,siapa sangka Wisnu justru bermesraan lewat tlf bersama Nindi.Sakit rasanya hati Vera,tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa hanya menangis dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2