Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 67


__ADS_3

"Assalamualaikum bu,"Sapa Vera.


"Walaikumsalam nak,Vera kok kamu sendiri Bisma mana?"Tanya ibunya.


"Bisma sekolah lah bu,ayah mana bu?"Tanya Vera masuk mendahului ibunya.


"Ayahmu bekerja dirumah pak Saman,"Jawab Ibu.


"Ohh,nginep bu disana?"Tanya Vera lagi.


"Enggak nanti sore juga pulang,kamu kenapa?apa ada masalah?"Tanya ibu aku terdiam.


"Kenapa diam nak,apa yang ibu katakan benar?"Tanya ibu lagi Vera langsung memeluk ibunya dan menangis sejadi jadinya.


"Menangislah nak jika itu memang membuatmu lega,"Ucap ibunya Vera sambil memeluk anaknya.


"Maafin aku bu,sudah menjadi anak yang tidak penurut aku hanya bisa membuat malu ibu juga ayah,"Jawab Vera dengan terisak.


"Kenapa nak?apa hubungan kamu dengan Satria diketahui Wisnu?"Tanya ibu Vera yang membuat Vera terkejut.


"I ibu sudah tahu,apa Wisnu yang memberi tahu ibu?"Tanya Vera


"Tidak Ver,Wisnu tidak memberitahu apa apa,kamu itu anak ibu,lahir dari rahim ibu,ibu yang membesarkan kamu,jadi ibu tahu Ver kamu sedang jatuh cinta lagi dengan Satria,ibu berharap kamu cerita sama ibu tetapi kenyataanya kamu justru diam,"Jelas ibunya Vera.


"Kenapa ibu tidak menegurku jika tahu bu,"Jawab Vera.


"Ibu tidak mau mencampuri urusan rumah tangga kamu nak,ibu tahu kamu melakukan itu semua pasti ada alasanya,terlebih Wisnu yang sudah memulai duluan untuk mendua kan,ibu juga tidak membenarkan kelakuan kamu ibu juga kecewa nak tapi ibu bisa apa?"Tanya Ibunya Vera.


Vera kembali menceritakan awal mula dia mengenal Satria hingga dia keguguran anak Satria,Ibunya tidak bisa berkomentar apa apa dia hanya bisa menasehati anaknya dan Vera memutuskan akan menyetujui untuk bercerai dia juga akan meminta maaf terlebih dahulu.


Ditempat laen Wisnu bersama Rendra sedang menunggu Nindi untuk bertemu,Wisnu tidak tahu jika saudara yang Rendra maksud adalah Nindi.


"Hae,sudah lama ya menunggu,"Ucap Nindi menghampiri Wisnu dan Rendra.


"Belum mbak,silahkan duduk,"Ucap Rendra.

__ADS_1


"Nin di,kamu?ngapain kamu disini?"Tanya Wisnu.


"Lo Wis,kalian saling kenal?"Tanya Rendra pura pura.


"Oh jadi teman kamu yang akan bangkrut itu dia Ren?"Jawab Nindi.


"I iya mbak,mbak kenal?"Tanya Rendra.


"Dia mantan tunangan aku Ren,"Ucap Nindi.


"What,serius mbak dunia memang sempit ya?"Jawab Rendra pura pura terkejut.


"Ren aku balik duluan ya,gak jadi biar saja bangkrut,"Ucap Wisnu berdiri akan meninggalkan Nindi.


"Tunggu Wis,memangnya kenapa?itu kan masa lalu kalian apa kamu enggak kasihan dengan karyawan kamu Wis,mereka keluar tanpa kamu gaji jika kamu bangkrut,"Jawab Rendra menahan Wisnu akan pergi.


"Tenang saja mas Wisnu,aku tidak akan mengajukan syarat apapun,aku akan membantu perusahaan kamu yaaah itung itung balas budi atas kebaikan kamu menyelamatkan Rendra sepupuku,"Ucap Nindi.


"Ka kamu serius Nin,"Tanya Wisnu.


"Terimakasih Nin,Ren,"Ucap Wisnu tulus.


"Hem sama sama,oh ya Ren ajak Wisnu ke kantor mbak ya besak,sekarang mbak mau ada meting,"Jawab Nindi.


"Iya mbak siap,"Jawab Rendra.


"Aku duluan mas Wisnu,permisi,"Pamit Nindi Wisnu hanya terdiam sambil memperhatikan Nindi.


"Gila si Nindi,semakin cantik aja,terus kaya lagi sekarang kenapa dulu aku memilih Vera seh ,nyesel aku,kali ini aku akan benar benar menceraikan Vera,"Batin Wisnu.


"Wis,kok bengong ayo balik?"Ajak Rendra yang membuyarkan lamunan Wisnu.


"Eh i iya Ren,ayo,"Wisnu bergegas berdiri dan pulang bersama Rendra.


Wisnu pulang kerumahnya bersama Rendra,waktu sudah menunjuukan sore hari sampai dirumah Vera juga sudah kembali dari rumah orang tuanya dia juga akan membicarakan tentang masalahnya malam ini juga dengan Wisnu.

__ADS_1


"Ren baru pulang?"Tanya Vera pada Rendra.


"Iya Ver,emm aku permisi ya,"Pamit Rendra.


"Tunggu mas,bisa kita bicara?"Ucap Vera menghentikan langkah Wisnu.


"Enggak ada yang perlu dibicarakan lagi,aku akan urus surat suratnya,"Jawab Wisnu tanpa menoleh.


"Aku tahu mas,aku salah tapi apa kamu tidak berkaca pada diri kamu sendiri berapa tahun kamu menghianati dan menyakiti aku,aku hanya diam mas,apa pernah aku maki maki kamu didepan umum,apa pernah aku bilang kamu laki laki murahan mas,kemana kamu disaat aku terpuruk,dimana kamu saat aku butuh kamu mas,justru orang laen yang ada disampingku saat kamu tidak perdulikan aku dan Bisma,"Ucap Vera menghentikan langkah Wisnu.


"Ohhh jadi kamu balas dendam sama aku begitu,kamu ikut ikutan menduakan aku disaat aku sudah berubah dan mencintai kamu lagi dan disaat aku akan bangkrut hah,"Bentak Wisnu.


"Aku tidak balas dendam mas,tapi aku ingin kamu berkaca pada diri kamu juga jangan semua menyalahkan aku,aku begini juga ada sebabnya,oke aku akui aku salah mas,aku salah gak seharusnya aku membalas perselingkuhan dengan perselingkuhan juga,tapi yang namanya hati tidak bisa ditolak,jika memang kamu akan menceraikan aku aku tidak masalah mas,tapi kamu jangan lupa jika ada Bisma diantara kita,"Jelas Vera lalu pergi meninggalkan Wisnu yang masih diam mematung.


"Arrggkkkkkk sial,"Teriak Wisnu menyugar rambutnya kasar.


Wisnu tidak jadi masuk dia kembali keluar dan entah pergi kemana,Bisma yang tahu orang tuanya bertengkar masuk ke kamar ibunya dia tahu ibunya pasti menangis.


"Bunda,Bunda enggak apa apaa?"Tanya Bisma masuk melihat bundanya menangis dengan meringkuk.


"Bisma,sayang sini nak,bunda enggak apa apa ko,"Jawab Vera buru buru menghapus aer matanya.


"Bisma tahu bun,bunda nangis karena ayah kan,ayah jahat bun,ayah enggak seperti om Satria yang bisa membuat Bunda selalu tersenyum,Bisma benci ayah,"Ucap Bisma yang membuat Vera kembali berkaca kaca.


"Sayang,Bisma enggak boleh bicara begitu,ayah enggak jahat kok sayang,ayah sayang banget sama Bisma,"Jawab Vera memeluk anaknyaa.


"Aku lebih sayang om Satria bun,dia baik sama Bisma,dia mau diajak maen apa saja enggak seperti ayah,dan bunda jika bersama Om Satria enggak pernah menangis,kalau sama ayah selalu menangis setiap malam,"Ucap Bisma yang membuat Vera teekejut berarti anaknya tahu jika setiap malam dirinya menangis.


Vera kembali menangis aer matanya tidak bisa dibendung lagi mendengar anaknya berbicara seperti itu.


"Bunda jangan menangis lagi ya,kan ada Bisma,Bisma akan selalu buat bunda tersenyum,"Ucap Bisma lalu mengelap aer mata ibunya


"Terimakasih sayang,bunda sayang banget sama Bisma,"Jawab Vera.


"Bisma juga sayang bunda,"Mereka berpelukan lagi dan malam itu Vera tidur bersama anaknya dia tidak perduli Wisnu akan pulang atau tidak,hatinya terlanjur sakit dengan semua perkataan dan kelakuan Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2