
"Ya Allah Vera,kamu kenapa nak,Ver bangun,"Bu Karina menghampiri Vera lalu menepuk nepuk pipinya agar Vera bangun.
"Rafaaaa,tolong ibu Raf?"Teriak bu Karina lagi.
Rafa berlari menghampiri ibunya dan terkejut melihat keadaan kakaknya "Ya Ampun mbak Vera kenapa bu?"Tanya Rafa.
"Ibu gak tahu Raf,sampai didapur Vera sudah kayak gini,ayo bantu angkat ke sofa Raf,"Perintah bu Karina.
Rafa dan ibunya lalu mengangkat Vera dan menidurkanya di sofa,bu Karina mengolesi minyak kayu putih sambil menangis karena Vera gak bangun bangun.
"Bu apa kita bawa kerumah sakit saja ya?"Saran Rafa.
"Tapi keadaan kakakmu masih belum sadar Raf,ibu takut Raf,"Jawab Bu Karina menangis.
"Jangan nangis dong bu,doain mbk Vera gak apa apa,"Ucap Rafa meramgkul ibunya setelah lima menit Vera membuka matanya,pusing itu yang dia rasakan.
"Vera ,nak kamu sudah siuman?apa yang sakit sayang?"Tanya Ibunya.
"Pusing bu,"Jawab Vera lirih.
"Buk ayo bawa mbak Vera kerumah sakit saja,sini biar aku angkat mbak Vera ke mobil ibu ambil peralatan mbak aja,"Jelas Rafa.
Rafa lalu mengangkat Vera dan membawanya ke dalam mobil,Vera sangat pucat dia juga lemas sehingga tida menyadari Rafa menggendongnya,Bu Karina menyusul masuk ke dalam mobil dan memangku kepala Vera,Rafa yang menyetir mobil menuju rumah sakit.Sekitar setengah jam mereka tiba dirumah sakit dan Vera segera mendapat perawatan serius.
"Tenanglah Bu jangan mondar mandir gitu,duduk sini napa?"Protes Rafa yang melihat ibunya gelisah menunggu dokter keluar.
__ADS_1
"Ibu gak tenang Raf,"Jawab Ibunya.
"Iya Rafa paham bu,tapi bisa kan ibu duduk sini kita tunggu dokter keluar sambil berdoa,"Jelas Rafa dan bu Karina menurut dia lalu duduk disamping Rafa.
"Dok bagaimana keadaan anak saya?"Tanya bu Karina yang menghampiri dokter setelah keluar dari ruangan anaknya.
"Anak ibu kecapean dan sepertinya anak ibu kurang istirahat dia juga mempunyai riwayat asam lambung ya?"Jelas dokter.
"Iya dok,lalu bagaimana keadaanya sekarang bolehkan saya masuk dok?"Tanya Bu Karina.
"Oh iya bu boleh saja,silahkan tapi jangan lama lama biarkan pasien istirahaat ya bu?"Jawab Dokter.
"Baik dok terima kasih,"Ucap bu Karina lalu dokter tersebut juga pamit.
"Vera,apa yang kamu rasakan sayang?"Tanya ibunya.
"Pusing bu,tubuh Vera rasanya remuk,"Jawab Vera lirih.
"Banyak lah istirahat nak jangan kerja terus ya,jaga kondisi dan kesehatan kamu,"Nasehat ibunya dan diangguki Vera.
Rafa pulang kerumah untuk menjemput Bisma,dia akan membawa Bisma kerumah sskit tiba tiba dijalan dia bertabrakan dengan laki laki yang tak laen adalah Satria,dia habis menjenguk Bonita.
"Ka kamu?Kak Satria kan?"Tanya Rafa terkejut.
"Siapa kamu?iya aku Satria,"Jawab Satria dia sepertinya lupa dengan Rafa .
__ADS_1
"Aku Rafa kak,adeknya kak Vera,ya ampun kakak kemana aja selama ini?kak Vera sudah seperti orang gila mencari dan selalu menunggu kakak,"Cerocos Rafa yang membuat Satria terperanjat.
"Maaf saya permisi,"Satria akan berbalik dan dicegah Rafa.
"Kenapa kakak mau pergi?apa kakak sudah melupakan kak Vera?"Tebak Rafa.
"Bukan begitu Raf,ada banyak hal yabg membuat aku menjauh dari dia,"Tegas Satria.
"Apa kakak tahu sekarang kak Vera dirawat dirumah sakit?"Rafa memberitahu Satria
"Apa?Vera kenapa?"Tanya Satria.
"Rafa belum tahu tadi tiba tiba pingsan dirumah,"Jelas Rafa yang membuat Satria menjadi bingung sekaligus kawatir.
"Semoga Vera cepat sembuh Raf,"Kata Satria lesu.
"Kakak gak mau jenguk mbaak Vera apa?pasti sangat bahagia melihat kakak datang,"Ucap Rafa.
"Maafkan aku Raf,belum saatnya aku bertemu dia tolong Raf jangan Bilang Vera kalau kamu bertemu denganku,aku mohon,"Jawab Satria.
"Sampai kapan kak?"Tanya Rafa.
"Sebentar lagi Raf,doakan urusanku cepat selesai dan bisa menemui kakak kamu,kalau begitu saya permisi Raf,"Ucap Satria meninggalkan Rafa yang masih bengong.
Rafa lalu berangkat menjemput Bisma dan mengantarkanya pulang terlebih dahulu baru ke rumah sakit melihat keadaan ibunya.
__ADS_1