
"Ver kamu baek baek saja kan?"Tanya Jo yang menyusul Vera ke kamar mandi karena hampir setengah jam Vera belum kembali.
"Eh iya Jo,aku baek baek saja,sebentar aku keluar?"Ucap Vera lalu keluar dari kamar mandi.
"Kamu semedi atau ketiduran Ver,betah amat ditoilet,"Ledek Jo
"Ah kamu Jo rese banget,"Jawab Vera sambil memukul lengan Jodi
"Hahaha sakit auhh,salah sendiri ditoilet lama banget,"Jawab Jo sambil pura pura sakit.
"Sori sori Jo,habisnya kamu bikin kesel,"Jawab Vera.
"Ver,kamu habis nangis ya?"Tanya Jo sambil memperhatikan muka Vera.
"Enggak kok,siapa yang nangis,hanya kelilipan aja tadi,"Jawab Vera mengalihkan pandangan
"Halah gak sah bohong,aku tahu kamu habis nangis,pasti inget Satria,"Tebak Jo
"Ahh kamu sok tahu,udah yuk balik nanti Bisma nyari,"Jawab Vera lalu mendahului Jo agar tidak bertanya tanya lagi.
Jodi hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Vera,dia lalu menyusul ke meja makan mereka tadi.Mereka semua sangat senang malam itu,apa lagi Bisma yang sudah lama tidak makan bersama,saat mereka sudah selesai dan akan pulang Vera melihat Nindi tengah makan bersama Rendra,mereka kelihatan sangat dekat sekali.
"Dek,bu,ajak Bisma ke mobil duluan ya aku sama Jodi masih ada yang mau aku bicarakan bentar ko bu,"Ucap Vera pada Rafa dan ibunya.
"Iya nak,kami duluan ke mobil dulu ya,"Pamit bu Karina.
Setelah mereka pergi Vera menarik Jodi menjauh.
"Ver,ada apa seh kamu tarik tarik aku segala?"Tanya Jo
"Huusstt diam deh,tuh lihat siapa?"Jawab Vera sambil menunjuk Rendra dan Nindi.
__ADS_1
"Oh mereka memangnya kenapa?kamu cemburu ya,hayo ngaku?"Ledek Jo yang mendapat tampolan dari Vera.
"Aduh sakit Ver,kamu seneng banget seh mukul aku,jangan pukul kenapa?dicium kek atau diapain gitu,"Jawab Jo sambil mengelus elus kepalanya.
"Mau aku tampol lagi,"Ucap Vera sambil melotot
"Eh ampun ampun,gak Ver bercanda,"Jawab Jo
"Mereka ngapain ya disini?"Tanya Vera
"Mereka kan saudara Ver wajarlah makan bareng,"Jawab Jo
"Apa kamu bilang saudara?maksud kamu Nindi dan Rendra?"Tanya Vera
"Iyalah masak aku sama kamu hehe?"Ledek Jo
"Aku serius Jo,gak mungkin mereka saudara Rendra itu gak punya saudara Jo,"Jawab Vera
"Ya tahu lah Jo,Rendra itu teman SMP aku dulu sekaligus cinta monyet aku,dan aku mengenal baik ayah juga ibunya,mereka itu tidak punya saudara karena pindahan dari Jawa Jo,"Jelas Vera
"Heeemm pantesan kamu paham bener,jangan jangan masih ada rasa ni,"Canda Jodi
"Kamu apaan seh Jo,udah lah balik aja yuk kasihan Bisma sama yang laen kelamaan,"Jawab Vera
"Yeee kamu yang ajak kesini aku malah ditinggal,Vera tunggu!"IUcap Jo yang sudah ditinggal oleh Vera dan Jo mengejarnya.
Keesokan paginya Vera sudah bersiap siap ke kantor,karena ada meting pagi hari ini,dia sudah bangun dari subuh karena membuatkan bekal untuk Bisma.Dia sudah disambut oleh asisten Vera,Caca telah membacakan jadwal Vera selama berada di kantor nanti.
"Oh ya bu Vera ada undangan pesta dari pak Heru yang telah merayakan ulang tahun besak malam di hotel H,ini undanganya Bu,"Ucap Caca menyerahkan kartu undangan kepada Vera.
"Baik Ca,terimakasih,silahkan kamu bekerja kembali nanti berkas ini akan saya tanda tangani tetapi akan saya teliti dulu ya,"Jawab Vera sambil menerima pemberian Caca.
__ADS_1
"Baik Bu,kalau begitu saya permisi ya,"Ucap Caca lalu keluar dan menuju ruanganya.
Wisnu juga mendapatkan undangan yang sama oleh Vera,Nindi yang kebetulan mempunyai perusahaan terbesar diasia yang pastinya juga mendapat undangan tersebut.
"Mas,kamu besak pergi ke pesta kan?"Tanya Nindi
"Iya Nin,kenapa memangnya?"Tanya Wisnu
"Aku ikut ya mas,aku juga mendapat undangan tetapi ayah tidak bisa hadir,"Jelas Nindi
"Tapi Nin,kamu kan lagi hamil,"Jawab Wisnu
"Loh kenapa kalau aku hamil mas,,justru bagus lah aku enggak bosen dirumah terus,"Ucap Nindi
"Acaranya kan sampai malam Nin,kasihan bayi kamu,"Jelas Wisnu
"Gak masalah mas,aku mau ikut titik,"Jawab Nindi dan Wisnu hanya bisa pasrah dan menurut kemauan Nindi.
Selepas selesai kerja Vera tidak langsung pulang,dia mampir ke taman terlebih dahulu karena dia binngung bagaimana caranya pergi ke pesta jika tidak punya pasangan,dia melamun di salah satu bangku taman hingga ada seorang anak kecil menghampiri Vera lalu memberi bunga mawar untuk Vera.
"Tante cantik jangan sedih,ini ada bunga buat tante,"Ucap anak kecil tersebut Vera tertegun melihat ada seorang bocah memberinya bunga.
"Makasih ganteng,ini bunganya buat tante,nama kami siapa sayangg?"Tanya Vera mengelus pipi anak tersebut.
"Iya tante kata om yang disana tante enggak boleh sedih lagi,nanti enggak cantik?"Ucap anak tersebut sambil menunjuk dimana tempaat orang tadi menyuruhnya memberikan bunga itu untuk Vera.
"Om,om siapa sayang,dimana om itu?"Tanya Vera sambil melihat sekeliling tidak ada siapa siapa.
"Tadi ada disana tante,ya sudah aku mau maen lagi tante,"Ucap anak kecil tersebut dan berlari meninggalkan Vera yang masih bengong.
"Loh kok pergi,sayang tunggu,"Teriak Vera tetapi anak kecil tersebut sudah pergi.
__ADS_1
Vera memandang bunga tersebut dan menciumnya,fikiranya tertuju pada Satria tetapi tidak mungkin karena Satria tidak ada,Vera berjalan ke arah dimana anak kecil tadi menunjuk tempat om yang dia bilang tetapi tidak ada siapa siapa,Vera merasa ada Satria didekatnya dia mencium bunga tersebut dan mendekapnya.