
"Mas,mas Wisnu i ini tidak seperti yang kamu lihat,"Ucap Nindi dengan gagap sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Haha Nindi,Nindi lalu seperti apa yang seharusnya aku lihat?ohhh ataukah kalian ingin bermain sekarang begitu,"Jawab Wisnu dengan menahan amarah.
"Mas,dia yang maksa aku di dia mau perkosa aku,"Ucap Nindi menyalahkan pacarnya.
"Dasar ******,bicara apa kamu?kamu sendiri yang mencari aku dan membutuhkan kehangatanku dengan sukarela,"Bentak laki laki itu.
"Cukup,kalian berdua sama saja,terutama kamu Nin,aku sudah sangat percaya sama kamu,aku fikir kamu berubah dan benar benar cinta tulus sama aku,nyatanya kamu pembohong besar,murahan,aku kecewa sama kamu Nin,hubungan kita cukup sampai disini jangan pernah ganggu dan temui aku lagi,"Jawan Wisnu dengan penuh emosi.
"Mas tunggu,maafin aku,aku salah mas aku melakukan semua ini karena kamu selalu peduliin Vera,kamu mengabaikan aku mas,"Bela Nindi.
"Apa kamu bilang aku mengabaikan kamu?kapan aku mengabaikan kamu hah?"Bentak Wisnu.
"Ka kamu sibuk dengan Vera mas,"Jawab Nindi menunduk.
__ADS_1
"Alasan kamu saja membela diri,silahkan lanjutkan saja aku tidak akan mengganggu kalian,"Wisnu pergi tetapi masih ditahan Nindi.
"Mas,aku mohon maafkan aku beri aku kesempatan sekali lagi,"Nindi berlutut dihadapan Wisnu.
"Lepaskan aku,"Wisnu mendorong Nindi dan berlalu keluar rumah.
Dengan hati dan fikiran kacau Wisnu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia menyesal telah menyakiti istrinya yang benar benar mencintai dirinya dia ingin cepat cepat sampai dirumah dan meminta maaf pada Vera.Sedangkan Vera saat ini telah bersama Satria,Satria mengajak Vera bertemu karena ingin memberitahu soal orang yang telah menusuk Vera.
"Mas,kamu ngajak aku kesini mau bicara apa?"Tanya Vera mereka tengah duduk berdua ditaman.
"Ini aku akan memberitahu kamu siapa yang menusuk kamu itu,polisi sudah menangkap orang itu dan menahanya,"Ucap Satria sambil menyerahkan amplop coklat kepada Vera.
"Iya,aku sudah minta ijin ayah kamu dan ayah kamu setuju makanya aku mencari tahunya,"Jelas Satria.
Vera membuka amplop tersebut dan melihat foto orang tersebut Vera tidak mengenalnya,siapa dia tega menusuknya hingga terluka dan hampir kehilangan nyawa.Satria lalu mengajak Vera ke kantor polisi untuk bertanya dan melihat sendiri orang tersebut.Butuh waktu satu jam untuk sampai ke kantor polisi dan Vera memutuskan besak saja karena dia tahu suaminya pasti akan mencarinya.
__ADS_1
"Darimana kamu?"Tanya Wisnu yang tahu Vera sudah pulang.
"Apa peduli kamu?"Jawab Vera.
"Aku suamimu Ver,aku berhak tahu kamu kemana?"Jawab Wisnu.
"Ya suami hanya status,kemaren kemaren apa peduli kamu bahkan aku sakit sekalipun kamu tidak peduli,maaf aku capek,"Ucap Vera dan beranjak pergi tanpa mendengar Wisnu menjawab.
"Ver,tunggu aku minta maaf kali ini aku janji enggak akan nyakitin kamu lagi,"Teriak Wisnu tanpa Vera pedulikan.
"Bagaimana Wisnu?enak kan dicuekin istri?"Seloroh pak Candra ayah Vera.
"Yah,tolong maafkan saya,saya tahu kesalahan saya banyak saya tidak mau kehilangan keluarga saya,"Jawab Wisnu memohon pada ayah mertuanya.
"Maafkan saya Wis,ini urusan rumah tangga kalian ayah tidak berhak ikut campur selesaikan dengan kepala dingin,jadilah laki laki yang bertanggung jawab,"Nasehat pak Candra.
__ADS_1
"Iya yah,kesalahan saya memang fatal,"Ucap Wisnu.
"Ayah saja sudah muak dengan kelakuan kamu,apa lagi Vera sertiap manusia punya batas kesabaran,"Jawab pak Candra yang membuat Wisnu menangis dalam diam.