Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 21


__ADS_3

Vera tidak jadi memanggil Wisnu dia kembali ke kamar ayahnya,pak Santo yang melihat Vera kembali tanpa Wisnu menjadi heran,lalu bertanya kepada menantunya.


"Nak,dimana Wisnu kenapa kamu sendirian?"Tanya pak Santo kepada Vera.


"Eemm itu yah,aku enggak bertemu mas Wisnu,"Jawab Vera sebisa mungkin terlihat biasa saja didepan ayah mertuanya.


"Ya sudah biarkan saja,Jodi sebentar lagi sampai,kamu seperti habis menangis kenapa?"Pak Santo memperhatikan Vera yang matanya kelihatan habis menangis.


"Itu yah,tadi ada anak yang kehilangan orang tuanya,kasihan Vera lihatnya,"Jawab Vera sambil menunduk.


"Jangan bohong sama ayah Ver,ayah tahu pasti semua ini karena Wisnu kan,dia masih berhubungan dengan perempuan ****** itu,"Pak Santo terlihat emosi.


"Ayah sudah,jangan marah Vera enggak apa apa ayah,"Vera mendekat menenangkan ayahnya takut kambuh lagi sakitnya.


"Maafkan ayah Ver,ayah tidak tahu lagi mesti bagaimana,ayah tidak akan melarang kamu jika kamu akan melepaskan Wisnu,"Jawab pak Santo dengan meneteskan aer mata,dia sangat kecewa dengan anaknya kesempatan yang diberikan Vera tidak digunakan dengan baek,selama ini pak Santo selalu mengawasi Wisnu hingga saat Wisnu dirumah Nindi pun pak Santo tahu,anak buahnya selalu mengirim kabar tentang Wisnu hingga kejadian dimana Wisnu melakukan hubungan suami istri dan vidio mereka sampai ke tangan pak Santo sehingga menyebabkan sakit seperti sekarang ini


"Sudah yah,jangan sedih lagi aku enggak apa apa yah,aku akan berusaha merubah mas Wisnu dan jika dia tidak bahagia dengan Vera,Vera akan ikhlas jika melepaskan mas Wisnu buat dia,"Memeluk pak Santo dengan berlinang aer mata.


Wisnu tiba tiba masuk,dan terkejut melihat istri dan ayahnya berpelukan.

__ADS_1


""Ayah,kalian kenapa?"Tanya Wisnu mendekat ke arah Vera.


"Darimana saja kamu?kita sudah menunggu lama tapi kamu tidak ada,"Tanya pak Santo emosi.


"Ayah sabar yah,"Vera menenangkan ayahnya.


"Maafin Wisnu yah,tadi ada urusan sedikit,"Jawab Wisnu terlihat panik.


"Urusan apa?urusan kalau selingkuhan kamu sedang menelfon kamu begitu,"Bentak pak Santo,Wisnu nampak kaget dengan perkataan ayahnya,seolah olah tahu jika dia memang sedang selingkuh.


"Ma maksud ayah apa?"Gugup Wisnu.


Saat tengah berdebat asisten Jodi masuk,dia sedikit kaget ternyata dia datang saat tidak tepat.


"Bantu saya Jodi,kita pulang,"Pak Santo memilih Jodi untuk membantunya turun dan duduk dikursi roda,dia menolak dibantu Wisnu.


"Iya tuan,mari silahkan saya bantu,"Jodi mendekatkan kursi rodanya ke arah pak Santo dan Jodi memapah pak Santo untuk duduk dikursi roda.


Mereka pulang kerumah pak Santo,sekitar setengah jam mereka sampai di rumah dan pak Santo lalu memilih untuk istirahat di kamar saja karena terlalu lelah.Wisnu menarik tangan Vera dia akan bertanya kenapa ayahnya marah.

__ADS_1


"Sini kamu,"Wisnu menarik tangan Vera dengan kasar.


"Apa seh mas,sakiittt,lepaskan,"Vera berontak tetapi dia kalah tenaga dengan Wisnu.


"Diam kamu,apa yang kamu adukan sama ayah,sehingga ayah sangat marah padaku,"Wisnu mencengkram dagu Vera.


"Aku tidak bilang apa apa sama ayah mas sungguh,"Jawab Vera ketakutan.


"Bohong!jika kamu tidak bilang,kenapa ayah marah hah,"Bentak Wisnu dia sudah tersulut emosi dan semakin kuat mencengkram bahu Vera hingga keskitan.


"Mas sakit lepaskan,"Jawab Vera terbata bata.


"Awas kamu jika sampai kamu mengadu ke ayah macam macam,"Ancam Wisnu lalu melepaskan cengkraman tangannya.Vera terduduk lemas dan menangis sejadi jadinya,sampai kapan dia akan ditindas terus oleh suaminya,akankah dia bertahan dengan semua keadaan ini.


Pagi menjelang Vera sudah bangun dari subuh,dia lalu bergegas ke dapur untuk membantu bibi memasak dia akan membuatkan makanan untuk ayah mertuanya.


"Bi,makanan buat ayah biar aku aja yang masak ya,"Vera menghampiri bi Asih asisten rumah tangga pak Santo.


"Iya neng,silahkan bibi akan memasak untuk yang laen saja,"Pamit bi Asih dengan membawa sayuran untuk dicuci.

__ADS_1


"Iya bi,nanti makanan untuk Bisma dipisah aja ya bi,dia enggak suka daging,"Setelah memberi tahu Bi Asih Vera mulai membuatkan sarapan untuk ayahnya.


Sekitar setengah jam Vera sudah selesai membuatkan makanan untuk ayah mertuanya,lalu dia masuk ke dalam kamar ayahnya untuk mengantar sarapan.


__ADS_2