
"Nit boleh aku bertanya?"Tanya Indi pelan pelan dia takut menyinggung Bonita.
"Pasti kamu mau menanyakan kenapa mas Satria bicara begitu kan In,"Jawab Bonita sambil terisak.
"Maaf Nit,jika kamu tidak mau cerita tidak apa apa,aku akan keluar ya kamu istirahat disini,"Indi beranjak akan pergi tetapi ditahan Bonita.
"Tunggu In,duduklah aku akan cerita semuanya,lalu Bonita menceritakan semuanya kepada Indi dan Indi sangat terkejut mendengar kenyataan tentang sahabatnya.
"Maaf Nit,berarti Satria juga tidak salah dong Nit,dia rela menikahi kamu dan meninggalkan kekasihnya demi keluarganya kan,"Ucap Indi.
"Iya memang Nit,awalnya aku juga tidak mempunyai rasa apa apa,tapi semua perhatian dia pada calon anak ini membuatku jatuh cinta padanya dan berfikir dua kali untuk berpisah In,"Jawab Bonita.
"Lalu langkah apa yang akan kamu ambil Nit,sedangkan kamu sudah terikat pernjanjian dengan suami kamu kan,dan aku lihat dia sagat sangat mencintai wanita itu,"Jawab Indi.
"Aku enggak akan biarkan mereka bersama In,apapun caranya aku akan memisahkan mereka,dengan adanya bayi ini bisa aku gunakan untuk merubah semua perjanjian itu,"Jawab Bonita.
"Gila kamu Nit,terlalu nekat kamu kasihan bayi kamu jika kamu jadikan alat untuk mendapatkan Satria,"Jawab Indi kurang suka dengan rencana Bonita.
"Yang penting aku tidak menyakiti bayi ini kan,"Jawab Bonita lalu menghapus aer matanya.
"Terserah kamu lah Nit,saran aku ne ya lebih baek jalani sampai perjanjian itu selesai setelah itu kamu cari pacaar kamu untuk nikahin kamu secara resmi Nit,dia ayah kandungnya lo masak tega enggak mengakui anaknya seh,"Nasehat Indi.
__ADS_1
"Thank In,tetapi aku akan tetap melakukan rencanaku sendiri,"Jawab Bonita.
Mereka lalu bersih bersih dan akan istirahat.Sedangkan Vera dia masih diam seribu bahasa Satria dibuat kelang kabut dengan sikap Vera dia bingung harus berbuat apa lagi agar Vera bicara.
"Sayang,aku mohon bicaralah jangan seperti ini,maafkan aku jika sudah menyakiti kamu Ver,aku tidak tahu jika Bonita datang kesini,"Ucaap Satria berlutut dihadapan Vera.
"Mas,aku benar pelakor ya aku sudah menyakiti hati wanita laen mas,dan dia sedang mengandung aku jahat ya mas,tinggalkan aku mas,"Ucap Vera dengan aer mata yang menetes.
"Sayang kamu jangan bicara seperti itu,jangan dengarkan Bonita kamu adalah wanita yang aku cintai Ver,aku menikahi dia hanya karna anak dalam kandunganya setelah dia lahir aku akan menceraikan dia,vera aku mohon jangan seperti ini,hati aku sakit melihat kamu kayak gini,pukullah aku Ver tampar aku jika itu membuat kamu gak diemin aku,"Jawab Satria dia ikut menangis.
"Aku perempuan yang enggak ada artinya mas,aku enggak pantas buat kamu mas,kasihan bayi yang ada dalam kandungaan Istri kamu tinggalkan aku saja mas,"Jawab Vera.
"Tolong jangan bicara seperti itu Ver,aku sangat mencintai kamu aku tidak mau kehilangan kamu,"Satria memeluk Vera dia ikut menangis.
"Husstt sudah Ver,jangan bicara lagi kamu bukan perempuan seperti itu kamu tetap ratu dihati aku Ver,sudah jangan menangis lagi ya,"Satria memeluk erat Vera dan menghapus aer maata Vera.
Seminggu berlalu Vera telah kembali kerumah ibunya,Bisma menyambut kedatangan ibunya dengan gembira disana juga ada Wisnu dan Rendra.Rendra terkejut melihat Vera benar apa yang dia fikirkan dia adalah Vera cinta monyetnya dulu.
"Ver,kamu kelihatan pucat sekali kamu sakit ya,"Tanya Wisnu yang menghampiri Vera.
"Enggak ko mas,mungkin capek saja,"Jawab Vera dia belum sadar jika ada orang laen dirumahnya.
__ADS_1
"Kamu duduk dulu ya,aku akan buatkan teh untukmu,"Ucap Wisnu sedangkan Rendra terus menatap Vera dia bingung apakah dia menyapa atau tidak dia juga merasa bersalah haruskah dia melanjutkan misinya untuk menghancurkan suami sahabatnya.
"Ini sayang minum dulu tehnya,"Wisnu membawakan secangkir teh hangat untuk Vera tidak lupa dia membuatkan kopi untuk Rendra.
"Ini kopi buat kamu juga Ren,"Wisnu menyodorkan cangkir kepada Rendra.
"Terimakasih Wis,"Ucap Rendra menerima kopi buatan Wisnu,Vera menoleh ke arah Rendrabdan terkejut.
"Kamu,Rendra bukan?"Tanya Vera menatap Rendra.
"Hehe i iya Ver,kamu masih ingat aku?"Jawab Rendra kikuk.
"Iyalah ingat Ren,itu tanda lahir kamu masih ada,"Jawab Vera menunjuk tanda lahir di jidat Rendra.
"Kalian saling kenal,"Tanya Wisnu heran melihat mereka akrab.
"Iya mas,dia teman aku waktu SMP dulu,kok bisa sama kamu mas?"Tanya Vera lalu Wisnu menceritakan semuanya kepada Vera dan Wisnu juga bilang jika Rendra ikut bekerja dikantornya.
"Dunia memang sempit ya,gak nyangka kamu teman istri saya Ren,"Jawab Wisnu.
"Iya Wis,saya juga gak nyangka padahal selepas kelulusan Sekolah kita tidak pernah saling ketemu lagi,"Ucap Rendra.
__ADS_1
Mereka justru asik ngobrol menceritakan masa SMP dulu,Wisnu pun juga tidak menaruh curiga sedikitpun dengan Vera maupun Rendra,hingga waktu makan malam tiba Vera sudah menyiapkan makan malam bersama sedangkan Bisma masih asik bermain bersama Rendra.