Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 32


__ADS_3

Keesokan paginya Wisnu terbangun dari tidurnya,dia mencari keberadaan istrinya yang tidak ada disampingnya.


"Kemana dia,apa sudah bangun,"Gumam Wisnu sambil mengucek mata.


Lalu Wisnu beranjak ke luar kamar mencari keberadaan istrinya."Vera,dimana kamu?"Teriak Wisnu tetapi tidak menemukan keberadaan Vera.


Hening tidak ada siapapun Bisma juga sedang bersama neneknya karena memang sedang liburan sekolah.Wisnu mencari Vera ke kamar mandi,dapur,halaman tetapi tidak ada,dia menjadi geram.


"Dasar wanita tidak tahu diri,kemana dia jam segini tidak ada,apa jangan jangan semalam dia tidak pulang,"Ucap Wisnu berang.


Setelah mencari Istrinya tidak ada Wisnu bergegas mandi,dia akan segera ke kantor saja dan sarapan di kantin,sekitar sepuluh menit Wisnu sudah selesai mandi lalu dia mencari pakaian kerjanya.


"Biasanya Vera yang menyiapkan semua ini gara gara dia tidak ada aku jadi kerepotan,"Gerutu Wisnu.


Saat sedang menggerutu tiba tiba ponselnya berbunyi,dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfon dan ternyata yang tlf ibu mertuanya Wisnu lalu menggeser tombol hijau.


"Halo bu,"Sapa Wisnu.


"Assalamualaikum nak,apa ibu ganggu kamu?"Tanya Bu Karina.


"Walaikumsalam bu,tidak bu memangnya ada apa bu?"Tanya Wisnu.


"Apa Vera baik baik saja nak,ibu menelfonya tetapi tidak bisa,perasaan ibu tidak enak,"Ucap Bu Karina yang membuat Wisnu melamun.


"Jadi Vera memang benar tidak pulang dan tidak dirumah ibunnya,lalu kemana dia,"Batin Wisnu.


"Halo Wis,kamu masih dengar ibu kan?"


"Eh i iya bu,masih maaf tadi ada yang mengetuk pintu,"Wisnu tersadar dari lamunanya.


"Vera mana Wis,ibu mau bicara,"Jawab bu Karina.

__ADS_1


"Maaf bu emm Vera sedang tidak ada,sepertinya sedang membeli sayur diluar bu,maaf ya bu saya harus ke kantor ada meting pagi ini jadi saya buru buru,nanti saya akan bilang Vera agar menghubungi ibu,"Jawab Wisnu berbohong.


"Oh iya nak,maafin ibu yang sudah mengganggu kamu ya,kalau Vera baek baek saja ya sudah nak tidak apa apa,"Bu Karina merasa tidak enak.


"Tidak apa apa bu,Vera baek bu kalau gitu saya tutup ya bu tlfnya,"Ucap Wisnu lalu mematikan tlfnya.


Wisnu menjadi kepikiran dengan Vera,dia menjadi tambah marah karena harus mencari keberadaan Vera.Untuk menghilangakan stresnya Wisnu menghubungi Nindi untuk bertemu,karena selama ini mereka ternyata masih berhubungan,dan tenyata saat Wisnu dikeroyok orang memang rencana mereka agar mendapat kepercayaan dari Vera.


"Kamu ngapain seh mas ngajak aku ke tempat rame seperti ini,kalau sampai ketahuan Asisten kamu atau Vera gimana?kan rumah itu belum atas nama kamu,"Tanya Nindi yang masih berambisi memiliki seluruh kekayaan Wisnu.


"Aku bt sayang dirumah,kamu tau tidak Vera tidak pulang kerumah dan tadi ibunya menelfonku,"Jawab Wisnu sambil membelai rambut Nindi.


"Apa,maksud kamu apa mas?Vera kabur begitu,"Tanya Nindi terkejut.


"Semalam kita berantem dan dia pergi dari rumah,aku memang menyuruhnya tidak pulang habisnya aku kesal,"Wisnu menyeruput kopi pesanannya.


"Dasar bodoh kamu mas,seharusnya kamu tahan dulu marahnya kita belum dapat semua harta ayah kamu lo mas kamu harus cari dia mas,"Jawab Nindi kesal.


"Mikir dong mas,biaya nikah dan hidup itu mahal memangnya cukup hanya punya perusahaan belum gaji karyawan belum biaya ini itu,ingat ya mas aku tidak mau hidup miskin lagi,"Nindi melepaskan pelukan Wisnu.


"Tapi sayang,rumah sama perusahaan cabang itu atas nama Bisma anakku Nin,mana bisa aku mengambil hak anakku,"Jawab Wisnu.


"Pokoknya aku enggak mau tahu,seluruh kekayaan aayah kamu harus atas nama kamu,baru aku mau menikah sama kamu,"Nindi langsung meninggalkan Wisnu.


"Nin,tunggu dulu lah itu enggak mungkin,"Wisnu mengejar Nindi tetapi Nindi tidak menghiraukan dia lalu masuk kedalam mobilnya dan berlalu pergi.


Arrgghhhhhhhh


Teriak Wisnu sambil menyugar rambutnya,dia memutuskan pergi ke kantor saja karena sedari tadi Jo sudah menghubungi berkali kali.


Ditempat laen,tepatnya dirumah sakit Vera terbangun dari pingsanya,dia perlahan lahan membuka matanya melihat sekeliling hanya putih,lalu dia melihat kesamping ada Satria yang tertidur disampingnya.Satria yang merasakan ada pergerakan membuka matanya dan melihat Vera sudah sadar.

__ADS_1


"Ver,kamu sudah sadar alhamdulilah apa yang kamu rasakan Ver,"Tanya Satria kawatir.


"Mas,perutku sakit,lemes,"Jawab lirih Vera.


"Sebentar aku panggilkan dokter ya,"Satria membelai rambut Vera,dia tidak tega berbicara yang sebenarnya pada Vera jika Vera keguguran, dia memilih memanggil dokter agar dokter menjelaskan.


"Selamat pagi bu Vera,bagaimana keadaan kamu?apa yang kamu rasakan?"Tanya dokter Rani.


"Perut saya sakit dok,apa janin saya baek baek saja,"Tanya Vera memandang dokter Rani yang menunduk.


"Maafkan saya bu tidak bisa menyelamatkan janin anda,"Jawab dokter Rani.


"Apa maksud dokter,janin saya baek baek saja dok,enggak mungkin,"Vera nampak tidak terima dengan apa yang dia dengar.


"Benar bu,anda telah keguguran janin anda terlalu lemah dan tidak bisa berkembang,kami sudah berusaha menyelamatakannya tetapi Tuhan berkehendaak laen,ibu yang sabar ya,"Dokter Rani menjelaskan


"Enggak,itu tidak benar kan dok,mas bilang sama dokter jika itu semua enggak benar kan mas,jawab mas kenapa kamu diam saja,anak kita baek baek saja kan mas,"Vera menangis sambil meraba perutnya dia belum terima kenyataan.


"Sayang,ikhlaskan ya mungkin ini belum saatnya kita memiliki anak,sabar Ver jangan seperti ini,"Satria menenangkan Vera.


"Tidak,anak aku baek baek saja,dia masih disini mas,hiks hiks maafkan bunda nak,"Vera menangis sesenggukan dengan memegang perutnya lalu pingsan kembali karena shock.


"Ver,bangun Ver tolong jangan seperti ini,dokter tolong,"Satria panik .


"Baek mas,tolong tidurkan yang benar saya akan memeriksanya,"Lalu dokter Rani memeriksa Vera.


"Ver,maafkan aku,aku yang membuatmu seperti ini,aku harus bagaimana Ver,tante Karina pasti mencari kamu,"Gumam Satria.


Satria memilih keluar fikiranya kacau,dia memikirkan keadaan Vera, dia juga telah berbohong pada keluarganya jika dia berada diluar kota dia ingin menemani Vera disaat terpuruk seperti sekarang.Setelah beberepa menit dokter Rani keluar dia memberitahu bahwa Vera mengalami shock berat dia belum bisa menerima kenyataan jika anaknya telah tiada,dokter terpaksa memberi obat penenang untuk membuatnya tertidur.


Satria masuk kedalam ruang perawatan Vera,dia menatap wanita yang dia cintai itu,Satria merasa sangat bersalah dia menyalahkan dirinya sendiri yang sudah ceroboh dalam bertindak,hatinya ikut sakit melihat orang yang dicintainya menderita.

__ADS_1


__ADS_2