
Pak Santo memberi nasehat kepada anak dan menantunya,dia merasa gagal mendidik anaknya agar menjadi laki laki yang bertanggung jawab dan setia,semenjak kepergian ibunya Wisnu memang sulit untuk diatur.
"Wis,Ver,maafkan papa yang telah salah mendidik Wisnu sampai menjadi laki laki yang kurang ajar terhadap kamu dan Bisma,"Pak Santo memegang tangan menantunya disaksikan Wisnu yang hanya menunduk.
"Vera mungkin juga salah yah,Vera belum bisa menjadi istri dan ibu yang seperti mas Wisnu inginkan,Vera ingin berpisah saja yah jika memang Vera tidak diinginkan disini,dulu mas Wisnu menikahi Vera karena Vera hamil,hanya bentuk tanggung jawab Mas Wisnu ke Vera jika pada kenyatanya Mas Wisnu tidak mencintai Vera,Vera ikhlas yah melepaskan mas Wisnu bersama wanita yang dia cintai,"Vera sekuat hati menahan tangis dan mengeluarkan apa yang dia fikirkan selama dirumah ibunya.Dia memilih berpisah daripada saling menyakiti.
"Apa keputusanmu sudah benar benar bulat nak,apa tidak ada kesempatan untuk Wisnu memperbaiki dirinya,"Pak Santo meneteskan aer mata.
"Enggak Ver,tolong maafkan aku,aku memang bersalah Ver,jangan pisahkan aku dengan Bisma,aku menyayangi kalian,aku mohon berikan aku kesempatan kedua aku akan memperbaiki diriku Ver,"Wisnu berlutut dihadapan Vera disaksikan ayah Wisnu.
"Maaf mas,sudah berkali kali aku memberi kesempatan tetapi kamu tidak berubah mas,aku tahu kamu tidak mencintaiku mas,tolong berdiri mas jangan begini,"Vera berusaha pergi agar Wisnu tidak berlutut kepadanya.
"Aku mohon Ver,maafkan aku,aku janji akan berubah Ver,aku akan mementingkan kalian aku akan mengutamakan kalian,aku mohon,"Wisnu tetap bersujud di kaki Vera sambil memegang tangan Vera.
"Ver,ayah mohon berikan kesempatan sekali lagi,jika Wisnu masih melakukan kesalahan yang sama ayah sendiri yang akan mengambil tindakan,"Pak Santo ikut berlutut di kaki Vera karena selama ini hanya Vera yang benar benar tulus kepada keluarganya.
"Yah,tolong jangan seperti ini,,bangun yah,mas,baiklah aku akan memberikan mas Wisnu kesempatan sekali lagi,"Vera berusaha membujuk kedua orang berbeda usia tersebut untuk duduk kembali.
__ADS_1
"Benarkah Ver kamu memberiku kesempatan lagi,aku enggak salah dengar kan,"Wisnu berdiri dan memegang pundak istrinya.
"Iya mas,aku harap kamu tidak menyia nyiakan kesempatan yang aku berikan ya,"Jawab Vera tersenyum tetapi fikiranya tengah kalut memikirkan Satria.
"Iya Ver,aku janji terima kasih ya Ver,aku sayang kamu,"Wisnu memeluk istrinya,pak Santo yang melihat tersenyum dan ikut memeluk keduanya.Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat anaknya bahagia semoga ini perbuatan Wisnu yang terakhir harap pak Santo.
Malam itu pak Santo menginap dirumah Vera dan Wisnu,dia sudah berjanji pada Bisma jika besak akan mengajak jalan jalan cucu kesayanganya itu.Keesokan paginya Vera sudah bangun sejak subuh dia akan masak besar hari ini karena ayah mertuanya menginap dirumahnya,sedangkan Wisnu dan pak Santo melakukan joging bersama.
"Halo om Santo apa kabar?senang bertemu dengan anda disini,"Sapa Nindi menghampiri Wisnu dan pak Santo saat mereka tengah istirahat di taman.
"Nin di,"Wisnu berdiri karena terkejut ada Nindi di taman itu.
"Kenapa kamu mas Wisnu,biasanya kan kita juga sering joging disini,"Bergelayut manja pada Wisnu.
"Dasar wanita murahan,ngapain kamu masih ganggu kehidupan Wisnu anak saya,butuh uang berapa kamu?"Bentak Pak Santo,dia geram melihat kelakuan Nindi.
"Rupanya om belum merestui kami ya,kita akan segera menikah lo om,ayo lah om restui kami,kami saling mencintai,ya kan mas?"Jawab Nindi dengan memeluk Wisnu.
__ADS_1
"Jangan harap kamu bisa menikah dengan Wisnu karena Wisnu sampai kapanpun akan bersama Vera,"Jelas pak Santo menahan emosi.
"Yah,sabar jangan teriak teriak nanti darah tinggi ayah kambuh,"Wisnu menenangkan ayahnya dengan menepis pelukan Nindi.
"Dan kamu Wis,jadi laki laki itu yang tegas,kamu itu sudah beristri jangan seenaknya saja mau dipeluk sama wanita ular itu,"Tunjuk pak Santo pada Nindi.
"Dasar kakek peot,lihat saja kalau aku jadi istri Wisnu kamu akan aku usir dari rumah,"Batin Nindi Geram.
"Pergi kamu dari kehidupan anak saya,selagi saya masih hidup jangan harap kamu bisa bersama Wisnu,dan kamu Wis usir dia penuhi janji kamu sama Vera,"Tegas pak Santo yang membuat Wisnu tidak bisa membantah lagi.
"Nin,maafkan aku lebih baek kamu cari laki laki laen,kita tidak bisa bersama lagi,"Wisnu melepaskan tangan Nindi yang sedari tadi menggandengnya.
"Apa kamu bilang mas?aku enggak mau kamu sudah janji akan menikahi aku dan meninggalkan Vera,aku akan menjadi ibu sambung yang baek untuk anak kamu mas,"Rengek Nindi yang tidak terima diputuskan Wisnu.
"Maaf sekali lagi Nin,aku enggak bisa,"Wisnu meninggalkan Nindi sejujurnya dia tidak mau mengatakan itu,tetapi dia harus menepati janjinya pada Vera dan anaknya.
"Mas tunggu!!aku belum selesai bicara?"Teriak Nindi akan mengejar Wisnu tetapi dicekal pak Santo.
__ADS_1
"Mau apa kamu?Pergi sana jangan ganggu kehidupan rumah tangga anakku lagi,atau perusahaan ayahmu akan bangkrut,"Ancam pak Santo,karena sekarang perusahaan ayahnya Nindi sedang tidak baek baek saja.
Pak Santo melepaskan cengkraman tangan Nindi,lalu pergi menyusul Wisnu yang lebih dulu pulang.Sedangakan Nindi sangat marah dia ingin melawan tetapi tidak bisa,dia harus bersabar merebut Wisnu kembali jika perusahaan ayahnya sudah kembali normal.