
"Sudah mbak laki laki seperti dia tidak perlu kamu tangisi,"Ucap Rafa mendekat dan mendekap ke arah Vera.
"Hiks hiks rumah tanggaku hancur dek,aku tidak bisa mempertahankannya,"Tangis Vera pecah.
"Mbak kamu berhak bahagia mungkin memang hanya sampai disini jodoh kalian,jangan ditangisi lagi mbak,ayo bangun dan cuci muka mbak,kasihan Bisma jika melihat mbak seperti ini,"Jelas Rafa lalu membawa Vera kedalam sofa.
Wisnu yang telah sampai ditumahnya lalu masuk kamar,dia memandang foto foto keluarga mereka yang tampak tersenyum bahagia.
"Vera,maafkan aku yang sudah banyak menyakiti kamu tidak bisa membahagiakan kamu juga Bisma,maafkan ayah nak belum bisa menjadi ayah yang baek untuk kamu,"Ucap Wisnu sedih.
Wisnu menangis dalam diam,sejujurnya dia sangat mencintai Vera tetapi karena dia tidak bisa menahan nafsunya menjadikan rumah tangganya beraantakan.
Sudah seminggu berlalu semenjak kejadian Vera akan menggugat Wisnu,dan apa yang diucapkan Vera benar benar dilakukan disaat Wisnu dirumahnya bersama Rendra dia mendapat surat yang ternyata dari pengadilan.
"Hah,Vera benar benar menceraikan aku,sudah tidak ada harapan lagi untukku,"Ucap Wisnu yang menerima amplop coklat itu.
"Itu surat apa bos,"Tanya Rendra pura pura tidak tahu.
"Vera Ren,dia memnceraikan aku,ini surat gugatan dari pengadilan,"Jawab Wisnu lesu.
"Turut prihatin ya Wis,maaf aku tidak bisa membantu,"Jawab Rendra.
"Enggak apa apa Ren,memang semua ini berawal dari aku,aku yang memulai semua ini hingga berantakan,"Jelas Wisnu.
"Ya sudah yang sabar aja Wis,mungkin memang jodoh kamu bersama Vera hanya sampai disini,"Ucap Rendra.
"Yes akhirnya aku bisa memiliki Vera kembali,tunggu aku Ver aku akan bahagiakan kamu,"Batin Rendra.
__ADS_1
"Ren kok kamu yang melamun,"Ucap Wisnu yang melihat Rendra melamun.
"Eh apa Wis,sori aku jadi keinget dulu pas aku ditinggalkan sama mantan pacarku,"Jawab Rendra.
"Ahh sudahlah aku mau keluar Ren,tolong kamu jaga rumah aku ingin sendiri,"Ucap Wisnu lalu berdiri dan meninggalkan Rendra.
"Ya Wis,hati hati,"Jawab Rendra.
Wisnu menaiki mobilnya dan entah pergi kemana,dia tidak tahu harus kemana,saat melewati taman Wisnu berhenti dia ingat dulu pernah ke taman itu saat masih berpacaran dengan Vera.Wisnu turun dan duduk disalah satu bangku taman.
"Ditaman ini dulu pertama kali kencan Ver,aku juga yang merayu kamu mengajak pergi ke hotel juga ditaman ini,maafkan aku Ver,aku memang bukan laki laki baek,"Gumam Wisnu.
Wisnu terus mengingat kenangan kenanganya bersama Vera dulu,sekarang dia baru merasa kehilangan.Dia lalu pergi dari taman itu dan mengendarai mobil tak tentu arah kemana dia akan pergi sampai pada akhirnya dia melihat Nindi bersama seseorang yang dia kenal.
"Nindi,Rendra ngapain kalian disini?"Tanya Wisnu.
"Ngapain kamu cari aku,lalu kalian ngapain disini?"Tanya Wisnu yang nampak curiga dengan mereka.
"Gak ngapa ngapain Wis,aku meminta Nindi untuk dibelikan tiket pesawat karena aku ingin pulang ke kota H,"Jelas Rendra.
"Ngapain kamu pulang,bukanya disini kerjaan kamu enak,"Jawab Wisnu.
"Aku akan mengejar cinta ku Wis,"Jawab Rendra.
"Iyakah,kamu sudah punya kekasih?"Tanya Wisnu.
"Iya,aku akan segera melamar dia,"Jawab Rendra dengan pedenya.
__ADS_1
"Wah sukses Ren,semoga kalian bisa bersatu,"Jawab Wisnu dia tidak tahu bahwa wanita yang dia cintai adalah Vera.
Sedangkan Nindi dia tiba tiba merasa pusing dan mual,dia berlari ke kamar mandi dan muntah muntah kedua lelaki tersebut saling tatap.
"Nindi kenapa Ren?"Tanya Wisnu.
"Aku enggak tahu Wis,tadi baek baek saja,"Jawab Rendra.
"Kamu susul dulu Wis,aku mau ke kasir dulu,"Ucap Rendra.
Wisnu lalu menyusul Nindi ke kamar mandi,dia mencari cari keberadaan Nindi banyak para wanita histerris dikira Wisnu mengintip.Nindi keluar dia terlihat sangat pucat Wisnu menghampirinya.
"Nin kamu kenapa?"Tanya Wisnu
"Enggak tahu mas,tadi gak apa apa,hoek hoek,"Nindi kembali mual dan muntah,"Nindi berlari masuk ke kamar mandi lagi.
"Nin,kamu baek baek aja kan,kita periksa yuk Nin,kamu pucet banget,"Teriak Wisnu dari luar.
Nindi keluar dengan keadaan yang kacau Wisnu yang tidak tega lalu memapah Nindi baru setengah jalan Nindi pingsan,Wisnu panik lalu dia teriak teriak meminta tolong,Rendra yang mendengar lalu menuju Wisnu berada dia juga terkejut melihat Nindi tidak sadarkan diri.
"Wis,apa yang terjadi?Nindi kenapa?"Tanya Rendra.
"Aku enggak tahu Ren,tadi aku papah untuk pulang terus dia pingsan,"Jawab Wisnu.
"Kita bawa kerumah sakit sekarang Wis,takut terjadi apa apa,"Jelas Rendra.
Mereka lalu membawa Nindi kerumah saakit terdekat.Wisnu kelihatan sangat panik,Rendra justru memanfaatkan kesempatan itu untuk memotret mereka dan akan dikirim ke Vera agar Vera semakin membenci Wisnu.
__ADS_1