Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
bab 34


__ADS_3

Bu karina belum tenang hatinya walau Vera sudah menghubunginya,terdengar aneh jika Vera keluar kota tanpa memberitahu Wisnu,pasti terjadi sesuatu bu Karina hanya berdoa semoga putrinya selalu dalam keadaan baek baek saja.


"Nek bunda kemana ya,kok enggak kesini seh,"Tanya Bisma saat sedang bersantai dengan neneknyaa.


"Bunda sedang repot sayang,kalau urusanya selesai pasti kesini,"Jawab Bu Karina.


Tanpa bertanya lagi Bisma kembali asik bermain mobil remot yang dibelikan oleh kakeknya.


Dirumah sakit kondisi Vera sudah membaik dia ingin segera pulang dia kangen Bisma anaknya.


"Mas,aku mau pulang hari ini saja ya,"Vera duduk beraama Satria.


"Kamu yakin Ver sudah baek baek saja,"Tanya Satria yang masih mengkawatirkan Vera.


"Iya mas,aku baek lagian orang tua kamu juga pasti mencari kamu terutama istri kamu,"Jawab Vera.


"Aku sudah bilang sedang ada urusan diluar kota Ver,"Jawab Satria memandang Vera.


"Mas,apa setelah ini kamu akan melupakaan dan meninggalkan aku,"Tanya Vera dengan menunduk.


"Kok kamu bicara seperti itu,"Satria memegang dagu Vera agar melihatnya.


"Karena sudah enggak ada janin dalam rahim aku lagi mas,kamu tidak punya tanggung jawab lagi kan?"Jawab Vera dengan mata berkaca kaca.


"Kamu jangan bicara seperti itu,apapun keadaan kamu ada atau tanpa janin itu aku akan tetap mencintai kamu Ver,"Menangkup kedua pipi Vera.


"Jangan pernah ulangi kesalahan yang sama lagi ya,aku tidak mau kehilangan kamu,"Ucap Satria menghapus aer mata di pipi Vera.


"Iya mas,"Mereka berpelukan dengan Vera yang menangis meratapi nasib buruknya.


Wisnu yang sudah selesai mandi dan keramas lalu mengantar Nindi pulang,dia akan melanjutkan pencarian istrinya,walau dengan hati terpaksa dia tetap mencari Vera.


"Dasar perempuan sialan,bisanya hanya merepotkan orang saja,"Gerrutu Wisnu didalam mobil.


"Sayang sudah lah,jangan menggerutu saja tinggal sebentar lagi rencana kita berhasil,"Ni di mengelus taangan Wisnu.


"Ini semua demi kamu Nin,kalau bukan keinginan kamu aku tidak sudi,"jawab Wisnu.Semenjak bersama Nindi Wisnu menjadi pribadi yang pemarah dan berbicara sesuka hati dia tanpa berfikir itu menyakiti atau tidak.


Nindi hanya menanggapi dengan senyum misterius.Wisnu melajukan mobilnnya membelah jalanan ibu kota untuk mengantar Nindi sekaligus mencari keberadaan Vera.

__ADS_1


"Mas,antarkan aku kerumah ibu saja ya,"Pinta Vera pada Satria mereka sedang berada di dalam taksi.


"Kamu yakin Ver enggak pulang kerumah kamu sendiri,"Tanya Satria.


"Iya mas yakin,Bisma juga disana kan?"Jawab Vera.


Jalanan yang begitu macet membuat para penumpang harus sabar dengan kemacetan begitupun dengan Vera dan Satria,mereka terjebak macet saat sedang menoleh ke seberang Vera melihat Wisnu bersama seorang wanita,hati Vera memanas lagi dan lagi Wisnu bermain perempuan Vera belum tahu jika perempuan itu Nindi.Dia mengalihkan pandanganya tidak ingin melihat dan tidak ingin Satria taaahu.


"Ver,kamu kenapa?"Tanya Satria yang melihat perubahan sikap Vera.


"Enggak apa apa mas,hanya capek saja pengen cepet tidur,"Alasan Vera.


"Apa ada yang saakit Ver,kita balik kerumah sakit saja ya,"Satria panik.


"Aku enggak apa apa mas,"Vera meyakinkan Satria,setelah setengah jam taksi kembali melaju dan tidak sampai dua puluh menit mereka turun Satria ikut turun mengantar Vera.


"Assalamualaikum bu,"Sapa Vera sambil mengetuk pintu.


"Walaikumsalam,"Bu Karina membukakan pintu dan senang ternyata Vera yang datang.


"Nak kamu sudah pulang,"Memeluk Vera.


"Kamu ini bicara apa,justru ibu sangat senang ada temannya,loh dia siapa nak?"Bu Karina menunjuk Satria.


"Assalamualikum tante,saya Satria rekan kerja Vera kebetulan kita searah jadi Vera bareng sama saya bu,"Ucap Satria.


"Walaikumsalam nak,terimakasih sudah mengantar Vera ya,mari silahkan masuk dulu,"Tawar bu Karina.


"Terimakasih tante,laen kali saja kalau begitu saya permisi tan,"Satria pamit.


"Terima kasih ya mas,hati hati,"Ucap Vera memandang Satria rasanya enggan berpisah dengan dia.


"Iya,kamu jaga kesehatan kamu juga,saya permisi,"Satria pergi dari rumah Vera.


Semua gerak gerik Vera dan Satria tak luput dari penglihatan bu Karina,dia menjadi curigaa pada anaknya.


"Bu Bisma mana,"Vera mencari keberadaan Bisma.


"Sedang dirumah Edo anaknya Al,"Jawab bu Karina.

__ADS_1


"Oh,aku capek mau istirahat dulu ya bu,"Pamit Vera tetapi dihentikan ibunya.


"Tunggu Ver,ibu mau bicara sebentar,"Jawab bu Karina.


"Ibu mau bicara apa?"Vera duduk disofa dekat ibunya.


"Ada hubungan apa kamu dengan Satria,"Tanya bu Karina.


"Ibu ini bicara apa,kita hanya sebatas rekan kerja bu,"Jawab Vera berusaha tenang.


"Benar yang kamu katakan,ibu bisa melihat tatapan mata dia ke kamu itu bukan sekedar rekan kerja,"Terang bu Karina.


"Hahah sejak kapan ibu aku jadi paranormal ya,"Jawab Vera dengan candaan.


"Ver,ibu ini juga pernah muda pernah jatuh cinta jadi ibu tahu mana laki laki yang hanya menganggap teman dan bukan,"Jawab Bu Karina.


Saat akan menjawab Bisma datang,Vera merasa lega karena kedatangan Bisma jadi dia tidak perlu berbohong pada ibunya lagi.Bisma lalu mengajak bundanya bermain Vera yang melihat Bisma kembali menitikkan aer mata dia teringat dengan janin dia yang tidak selamat.


"Seandainya kamu tidak keguguran,pasti kamu akan senang mempunyai kakak sebaek Bisma nak,"Batin Vera


Vera buru buru menghapus aer matanya agar anaknya tidak tahu jika dia sedang sedih.Vera sudah bertekad akan meminta Jo memgajari tentang seluk beluk perusahaan dia akan memimpin perusahaan yang diberikan oleh almarhum ayah Santo.Dia tidak ingin perusahaan itu dikelola Wisnu karena Vera tahu Wisnu dekat dengan wanita laen.


"Nona kapan anda pulang,kata tuan anda hilang,"Tanya Jo yang berada dirumah ibu Vera,Vera sengaja menghubungi jo untuk bertemu dirumahnya.


"Ceritanya panjang Jo,aku menyuruh kamu datang kesini karena mau minta bantuaan kamu,"Ucap Vera mengutarakan isi hatinya.


"Mau minta tolong apa nona,jika saya bisa dan mampu akan saya bantu,"Jawab Jo.


"Panggil Veraa aja Jo,aku mau minta kamu ajari aku tentang Bisnis dan mengurus perusahaan ayah,"Jawab Vera yang membuat Jo senaang sekaligus terkejut.


"Kamu serius non,,,maksut saya Ver,"Tanya Jo.


"Iya Jo,aku serius kamu mau kan ajarin aku tapi jangan sampai mas Wisnu tahu akan hal ini,"Jawab Vera.


"Ba baik Ver,aku akan bantu kamu,kapan kami siap belajar,"Tanya Jo.


"Kapanpun itu aku siap Jo,besak juga tidak masalah asal kamu tidak sibuk,"Ucap Vera.


"Baik kalau begitu aku permisi akan mempersiapkan semuanha Ver,"Jo pamit pulang.

__ADS_1


Vera pun mengantar Jo ke depan dia berharap dengan bekerja dia akan bisa melupakan kesedihanya.Dia juga harus bangkit menjadi wanita yang kuat dan bisa membuktikan pada Wisnu jika dia bisa mandiri dan bekerja.


__ADS_2