
Nindi yang mendapat angin segar langsung berpesta fora semua anak buahnya dia beri bonus terutama Rendra,hari ini dia akn bersiap siap bertemu Wisnu juga Rendra,Nindi bisa berhasil dan membuat Wisnu ingin bertemu,mereka telah membuat janji.
"Selamat siang Nin,sudah lama menunggu ya?"Sapa Wisnu mereka telah berada disalah satu restoran.
"Siang juga mas Wisnu,belum kok baru juga 5menit paling,loh Rendra mana?"Tanya Nindi pura pura.
"Rendra tadi ada urusan padahal sudah bareng tetapi mendapat tlf enggak tahu dari siapa,"Jawab Wisnu lalu duduk di depan Nindi.
"Oh,gimana perusahaan kamu belum ada perubahan mas?"Tanya Nindi.
"Belum Nin,banyak karyawan yang aku pulangkan karena tidak bisa membayar gaji mereka,gimana kalau bangkrut beneran,ini perusahaan peninggalan ayah,"Jawab Wisnu dengan sedih.
"Sudah mas,jangan sedih lagi aku akan bantu kamu,"Ucap Nindi lalu mengeluarkan sebuah kertas dan menyerahkan kepada Wisnu.
"I ini banyak banget Nin,kamu yakin memberi aku uang sebanyak ini,"Tanya Wisnu menerima cek yang isinya sangat fantastis.
"Iya mas,yakin pakai aja dulu atau kita juga bisa bekerjasama agar perusahaan kamu bisa bangkit lagi,"Jawab Nindi.
"Itu kan uang kamu sendiri mas,"Batin Nindi.
"Terima kasih ya Nin,kamu masih baik sama aku padahal aku sudah jahat sama kamu,"Jawab Wisnu.
__ADS_1
"Sama sama mas,sudah jangan sungkan oh ya bagaimana apa kalian belum memiliki anak lagi,"Tanya Nindi membuat Wisnu terdiam dia tidak mungkin bercerita kepada Nindi.
"Be belum Nin,"Jawab Wisnu gugup lalu mereka makan dan saling ngobrol hingga siang.
Vera yang berada dirumah ibunya tengah melamun dibelakang rumah hingga tepukan Al menganggetkan Vera.
"Woiiii,melamun aja,"Al menepuk pundak Vera.
"Setan buduk,Allllllll bisa gak seh enggak usah ngagetin,"Kesal Vera.
"Yah ganteng gini dikatain setan buduk seh Ver,jahat banget,"Ucap Al.
"Biarin salah siapa maen kagetin orang,untung aku enggak jantungan coba kalau jantungan gimana?"Cerocoss Vera.
"Enggak cuma cari angin aja,"Sangkal Vera.
"Ver,kita pernah bersama itu enam tahun itu bukan waktu yang lama jadi aku hafal kamu sedang bohong atau tidak,"Jawab Al.
"Entahlah Al,aku malu mau cerita sama kamu,"Jawab Vera.
"Jangan malu Ver,ceritalah jika kamu tidak keberatan aku siap menjadi pendengar setia kamu,"Jawab Al sejujurnya dia masih ada rasa sayang untuk Vera.
__ADS_1
Vera lalu bercerita kepada Al,Al yang mendengarnya sangat geram dia tidak menyangka pernikahan mantan kekasihnya tidak bahagia,jika waktu bisa diputar dia tidak akan menururi perkataan ayahnya dan akan tetap bersama Vera.
"Saranku lebih baek berpisahlah Ver,laki laki seperti dia tidak akan bisa berubah Ver,masih banyak diluaran sana yang mau menerima kamu apa adanya?"Jelas Al.
"Iya Al,thank ya Al masih mau dengerin ocehan aku,"Jawab Vera tersenyum.
"Iya,nah gitu dong senyum,"Jawab Al mereka saling tatap masih ada getar getar asmara diantara mereka.
Mereka menjadi kikuk sendiri Vera berjalan masuk sedangkan Al pulang kerumah,dia tidak ingin perasaanya bertambah besar karena dia juga sudah memiliki Istri walau istrinya berada diluar negeri.
"Loh Ver darimana kamu kok senyum senyum,"Tanya Ibu Vera.
"Eh ibu,emm ini bu dari belakang tadi baca novel terus kebayang ceritanya seru,"Bohong Vera.
"Oh,kamu mandi sana gih terus siap siap makan malam teman teman ayah kamu akan mampi sini nanti batuin ibu masak ya?"Ucap bu Karina.
"Iya bu,"Jawab Vera lalu masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan Wisnu dan Nindi mereka kembali memadu kasih diatas ranjang,lenguhan panjang menandakan mereka telah mencapai puncak surgawi.
"Mas kamu masih hebat saja,"Ucap Nindi yang bersandar pada dada bidang Wisnu.
__ADS_1
"Masak seh,kamu juga Nin,tambah sempit ajaa,"Bisik Wisnu ditelinga Nindi.
Dan lagi mereka kembali memadu kasih,entaah sudah keberapa kalinya.Vera masih betah berlama lama dirumah ibunya,Rendra terlihat gelisah menanti Vera belum kembali,dia mondar mandir didalam rumah Wisnu,dia tidak mengetahui kemana Vera pergi karena Bisma ikut bersamanya.