
Satria berjalan tergesa gesa dan menuju ruangan Vera karena sebelumnya sudah diberitahu oleh bapak yang tadi menolong Vera.
"Mas Satria ya?"Tanya bapak itu yang melihat Satria celingak celinguk.
"Iya pak saya Satria,apa bapak yang menolong Vera,"Jawab Satria.
"Iya Mas,saya Dono yang menolong nona tadi,oh ya mas ini ponsel nona tadi,"Pak Dono menyerahkan ponsel Vera.
"Oh baik pak terimakasih ya pak,sekarang bagaimana kondisi Vera pak?"Tanya Satria.
"Saya kurang tahu mas,dokter belum keluar,"Jawab pak Dono.
"Pak kalau boleh tahu siapa orang yang tega menusuk Vera pak,"Tanya Satria.
"Wah saya tidak tahu mas,karena pada saat kejadian sedang sepi mas,"Jawab Pak Dono.
"Oh begitu ya pak,terima kasih ya pak kalau begitu,ini pak uang yang tadi saya janjikan,"Satria menyerahkan amplop pada pak Dono.
__ADS_1
"Tidak usah mas,saya ikhlas kita sebagai manusia harus tolong menolong kan,"Jawab Pak Dono menolak pemberian Satria.
"Tidak apa apa pak,saya juga ikhlas pak jarang ada orang yang jujur seperti bapak,"Jawab Satria memaksa menaruh amplop tersebut pada tangan pak Dono.
"Terima kasihh banyak mas,kalau begitu saya terima dan semoga eneng cepat sadar dan sembuh,bapak permisi ya mas tadi meninggalkan warung kosong,"Pamit pak Dono.
"Iya pak silahkan,hati hati pak dijalan,"Jawab Satria.
Pak Dono pergi meninggalkan rumah sakit sedangkan Satria sangat kawatir dia mondar mandir didepan ruang perawatan Vera.Saat Satria masih panik ponsel Vera berdering dan tertera nama ibu disana,Satria ragu mau mengangkat ponsel tersebut takut ibunya shock,tetapi memamg dasar Satria tidak tegaan dia mengangkat panggilan ibunya dan menjelaskan apa yang dia tahu.
Ditempat laen Nindi pulang dari club dengan keadaan mabuk,dia merancau tidak jelas Nindi pulang diantar temanya.Wisnu yang tahu Nindi pulang dalam keadaan mabuk sangat marah dan murka.
"Huussss,kamu diam mas aku sedang bahagia,sebentar lagi kita akan bahagia mas Wisnu,tidak ada yang menganggu lagi heheeh,"Jawab Nindi ngelantur.
"Apa maksud kamu Nin?"Tanya Wisnu.
Nindi terus tertawa karena tujuanya akan tercapai,Wisnu lalu menyeret Nindi ke dalam kamar dan ditidurkan diranjanganya.Wisnu kembali keluar,dia akan menghubungi Vera dia ingin sekali tlf Vera tetapi sudah beberapa kali mencoba tidak bisa.
__ADS_1
Bu Karina yang telah sampai dirumah sakiit bergegas menuju perawatan Vera,Vera belum juga sadarkan diri Satria menjelaskan semuanya setelah bertemu bu Karina dan pak Candra.
"Hiks hiks,Vera kamu kenapa nak?"Tangis bu Karina.
"Doakan Vera bu,semoga dia baek baek saja,"Jawab pak Candra menenangkan istrinya.
"Maafkan saya pak bu terlambat menolong Vera kesini,"Ucap Satria yang mennghampiri Kedua orang tua Vera.
"Nak Satria,siapa yang tega melakukan ini semua pada anak tante,"Tangis Bu Karina semakin pecaah.
"Maafkan saya tante,saya juga tidak tahu tadi Vera menghubungi saya untuk menanyakan pekerjaan tetapi tiba tiba Vera sepeeti kesakitan aku panggil panggil tidak menyahut sampai akhirnya aku mendengar orang menjerit minta tolong,aku fikir bukan Vera ternyata orang yang menemukan Ponsel Vera memberitahu pada saya,"Jelas Satria.
"Sudahlah nak,ini musibah kita doakan saja semoga Vera bisa kembali pulih,"Pak Candra mengelus pundak Satria.
"Amiin iya pak,"Jawab Satria dan mereka kembali duduk untuk menunggu dokter keluar.
Selama dua jam Vera ditangani dokter,ternyata orang itu menusuk Vera dan mengenai jantung Vera harus menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawanya dan dokter bertindak cepat tetapi kondisi Vera belum sadarkan diri,bu Karina yang mendengar penjelasan dokter jatuh pingsan,Pak Candra lalu membawanya ke salah satu ruangan yang kosong.
__ADS_1
"Ver,sadarlah aku disini,maafkan aku yang tidak paham dengan keadaan kamu,"Sesal Satria.
"Aku janji Ver akan mencari orang yang sudah menusuk kamu,"Ucap Satria.