Derita Cinta Terlarang

Derita Cinta Terlarang
Bab 107


__ADS_3

Rafa tiba dirumah sakit bersama Bisma,tiba disana Vera sudah menyambut anaknya karena dirinya sakit dia melupakan Bisma yang belum dijemput disekolah.


"Bunda,Bunda kenapa?"Ucap Bisma merangkul Bundanya dan menangis.


"Hei jagoan bunda kenapa nangis?bunda gak apa apa sayang,hanya kecapean aja,"Jawab Vera menenangkan putra semata wayangnya.


"Hiks hiks bu bunda ja jangan sakit,nanti siapa yang jagain Bisma,ayah gak peduli sama Bisma,"Jawab Bisma dengan isak tangis.


"Sayang kamu gak boleh bicara begitu,kan ada om Rafa,nenek,om Jodi mereka semua sayang Bisma loh,"Ucap Vera.


"Tapi aku maunya punya Ayah lagi bun,kayak temen temen Bisma yang laen,"Ucap Bisma lagi.


Vera tidak bisa menjawab lagi hatinya terasa sesak atas kesalahan dia sendiri anak menjadi korban "Sayang maafkan bunda,karena keegoisan Bunda kamu jadi korbannya,maafkan bunda,"Batin Vera menangis dia memeluk Bisma dan mengecup pucuk kepalanya.


Rafa yang paham kakaknya sedih laangsung membawa Bisma untuk diajak keluar membeli makanan.Sedangkan Vera menangis sejadi jadinya bu Karina lalu menenangkan Vera.


Vera dirawat selama 3hari dirumah sakit Jo tidak pernah absen untuk datang menjenguk Vera dan menghiburnya Jodi benar benar jatuh hati dengan Vera bekas bosnya itu.Rencananya sepulang dari rumah sakit Jodi akan mengutarakan isi hatinya meski dia tidak yakin karena hati Vera terlanjur cinta pada Satria.


Sore itu Jodi sengaja tetap berada dikantor dia ingin menemui Satria,dia akan meminta Satria untuk melepaskan Vera untuk dirinya.


"Maaf tuan apakah tuan tidak pulang saja karena bapak Satria akan lembur,"Kata sekertaris Jodi.

__ADS_1


"Gak apa apa,nanti akan saya temui,"Jawab Jo


"Baik pak,kalau begitu saya permisi ya pak,saya mau pulang,"Pamit Sekertaris Jo.


"Ya silahkan,terima kasih hati hati,"Jawab Jo.


Jodi lalu menuju ruangan Satria "Selamat sore pak Satria,"Ucap Jo


"Selamat sore juga pak Jodi,ada kepentingan apa sehingga bapak datang menemui saya,"Jawab Satria menunduk.


"Bisa kita bicara diluar saja,"Ucap Jo


"Tapi kerjaan saya masih banyak pak,"Ucap Satria.


Jodi mengajak Satria kesebuah restoran di dekat kantornya,Jo sudah bertekad akan bersaing dengan Satria untuk mendapatkan Vera.


"Ada apa kamu mengajak saya bertemu Jo?"Tanya Satria mereka sudah berada direstoran.


"Ehhm begini Sat,apa kamu gak ada niat untuk menemui Vera saat ini?"Tanya Jo


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"Jawab Satria

__ADS_1


"Jawab saja apa yang aku tanyakan Sat,apa kamu tidak kasihan melihat hidup Vera berantakan seperti sekarang setelah kamu tinggal,apa maksud kamu membuat dia jatuh cinta sama kamu lalu setelah dia mwncintai kamu,kamu tinggalkan dia begitu saja saat hancur,"Ucap Jo


"Jangan ikut campur masalah saya dan Vera Jo,kamu tidak berhak tahu,"Tegas Satria


"Saya berhak tahu karena aku mwncintai Vera dan aku akan membahagiakan dia,jadi lebih baek tinggalkan dia dan jangan pernah hadir dalam hidup dia,"Tegas Jo.


"Apa maksud kamu?kamu itu sahabat Wisnu tega kamu merebut Vera dari Wisnu?"Ucap Satria.


"Wisnu bukan suami Vera lagi,Vera single dia berhak menikah dengan siapa saja termasuk saya,karena selama ini saya yang selalu ada disamping dia,saya yang menemani dia saat terpuruk,kamu kemana saja saat Vera butuh kamu?Justru kamu menghilang dan meninggalkan dia begitu saja,"Jelas Jo.


"Saya meninggalkan dia ada alasanya,saya sangat mencintai dia dan saya tidak meninggalkan dia saya hanya ingin dia tidak mengetahui permasalahan dia yang nantinya akan menambah beban dia,"Bela Satria.


"Apapun itu,tetap saja salah Vera justru menganggap kamu meninggalkan dia dan kamu hanya mempermainkan dia,"Tegas Jo.


"Tapi aku hanya butuh waktu untuk,"Belum selesai menjawab Jo sudah menyahut.


"Tinggalkan Vera,biar dia bahagia sama saya,"Tegas Jo lalu dia pergi meninggalkan Satria yang masih termenung sendiri.


Satria memikirkan semua ucapan Jo dia merasa bersalah fikiranya berkecamuk kemana mana.


"Benarkah Vera sudah melupakan aku?"Batin Satria

__ADS_1


"Haruskah aku merelakan kamu untuk dia Ver,tinggal selangkah lagi aku akan menemui kamu tetapi kenapa harus ada halangan sepeeti ini,"Gumam Satria.


Satria lalu pergi dari restoran itu dan menuju taman yang biasanya dia datangi dulu saat kencan dengan Vera.


__ADS_2